31 August 2018

Inilah yang Dimaksud dengan Laparoskopi

laparoskopi, diagnostik laparoskopi, teknik laparoskopi

Halodoc, Jakarta - Ada begitu banyak istilah di dunia medis yang tentu tidak kamu pahami sebagai masyarakat awam. Salah satunya adalah teknik laparoskopi, atau yang jika diartikan secara harfiah adalah operasi lubang kunci. Terdengar aneh dan sedikit janggal, bukan? Nah, agar pengetahuanmu di dunia medis bertambah, coba baca ulasan mengenai teknik laparoskopi ini hingga tuntas.

Apa itu Laparoskopi?

Dikenal juga sebagai diagnostik laparoskopi, teknik laparoskopi merupakan metode bedah yang terbilang ringan dengan tujuan untuk mengetahui kondisi organ-organ tubuh di bagian perut melalui sayatan kecil dan tipis. Melalui bantuan alat berupa tabung tipis yang kemudian dimasukkan ke dalam sayatan tadi, dokter akan mampu menemukan kelainan pada tubuh kamu, seperti fibroid, kista, dan lainnya.

Selain itu, laparoskopi juga bisa dilakukan dengan tujuan untuk pengambilan sampel jaringan atau biopsi dari organ-organ tertentu yang berada di perut. Biasanya, metode ini dilakukan jika beberapa tes lain seperti USG, CT Scan, atau pun MRI tidak mampu memberikan hasil yang akurat terhadap keluhan yang kamu alami.

Biasanya, dokter akan merekomendasikan pemeriksaan laparoskopi apabila kamu mengalami masalah serius pada bagian hati, pankreas, perut, usus besar dan kecil, atau pada bagian reproduksi untuk mendapatkan hasil pemeriksaan yang lebih akurat.

Bagaimana Prosedur Laparoskopi?

Umumnya, laparoskopi bukan merupakan prosedur rawat inap. Jadi, kamu bisa langsung pulang setelah melakukan operasi ini langsung pada hari yang sama. Meski begitu, teknik ini tetap membutuhkan bius total.

Supaya tabung laparoskopi bisa masuk, pertama-tama dokter akan membuat sayatan sepanjang 5 hingga 10 milimeter pada bagian perut. Sayatan bisa dibuat lebih dari satu jika terdapat peralatan medis lain yang harus turut dimasukkan ke dalam tubuh kamu. Prosedur ini memerlukan waktu antara 30 hingga 90 menit, bergantung pada kondisi sang pasien.

Melalui sayatan tadi, dokter akan memasukkan gas melalui alat berupa jarum dengan rongga di bagian tengahnya. Pemberian gas ini bertujuan agar dinding perut terangkat dan semua organ vital yang ada di dalamnya bisa terlihat lebih jelas. Selanjutnya, dokter akan mulai melakukan pemeriksaan sekaligus mengobati gangguan kesehatan yang kamu keluhkan atau melakukan pengambilan sampel.

Setelahnya, alat akan dikeluarkan beserta gas yang ada di dalam perut kamu. Sayatan lalu akan ditutup kembali dengan beberapa jahitan, dengan bekas yang akan menghilang seiring waktu. Kamu akan diminta untuk beristirahat pascabedah selama kira-kira dua hingga empat jam. Dokter akan sekali lagi akan memeriksa kondisi kesehatan kamu, dan apabila kinerja jantung kamu sudah kembali normal, kamu pun boleh pulang.

Peringatan Penggunaan Teknik Laparoskopi

Sebelum menyetujui operasi bedah laparoskopi, dokter biasanya akan menanyakan segala informasi mengenai riwayat kesehatan juga melakukan pemeriksaan fisik. Kamu juga harus memberitahu apabila memiliki alergi terhadap jenis obat tertentu, sering perdarahan, atau sedang hamil.

Perlu diketahui bahwa pasien yang mengidap hernia, kanker, atau pernah melakukan operasi pada bagian perut tidak dianjurkan untuk melakukan laparoskopi, karena efek sampingnya yang terbilang sangat berisiko untuk kesehatan. Kamu pun diwajibkan untuk berpuasa dan mengikuti semua saran dokter baik sebelum maupun sesudah melakukan operasi.

 

Nah, itu tadi ulasan singkat mengenai laparoskopi yang perlu diketahui. Sekecil apa pun rasa nyeri yang kamu alami pada bagian perut, segera tanyakan pada dokter jika itu terasa aneh dan baru pertama terjadi. Bisa saja, nyeri tersebut adalah indikasi bahwa kamu sedang terserang penyakit tertentu. Download aplikasi Halodoc agar kamu bisa langsung bertanya pada dokter kapan saja dan di mana saja. Semua dokter yang ada di Halodoc akan membantu kamu tanpa dipungut biaya. Semoga bermanfaat.

Baca juga: