Inilah yang Terjadi Pada Tubuh Anak Ketika Terserang Abdominal Migrain

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Inilah yang Terjadi Pada Tubuh Anak Ketika Terserang Abdominal Migrain

Halodoc, Jakarta – Selalu memerhatikan kondisi kesehatan anak adalah kewajiban orangtua. Jika mengalami suatu gejala penyakit, harus segera memberikan penanganan. Salah satu penyakit yang rentan menyerang anak-anak adalah abdominal migrain atau dikenal dengan migrain perut.

Ya, sesuai dengan namanya, abdominal migrain bukan sakit kepala melainkan menyerang perut dan menyebabkan rasa sakit. Anak-anak yang mengalami abdominal migrain ternyata memiliki risiko mengalami migrain atau sakit kepala saat ia bertumbuh dewasa. Biasanya, anak yang mengalami kondisi abdominal migrain merasakan sakit pada perut bagian pusar. Selain itu, ada gejala lain yang terjadi pada tubuh anak ketika mengalami abdominal migrain, sehingga ibu perlu memerhatikan kondisi anak, yaitu:

  1. Anak mengalami mual yang disertai muntah.

  2. Ada perubahan pada kulit anak ketika sakit perut. Kulit anak terlihat memerah lalu menjadi pucat.

  3. Anak terlihat lemas sepanjang hari, mengantuk, dan tidak semangat dalam segala aktivitas.

  4. Kehilangan nafsu makan.

  5. Biasanya, anak yang mengalami abdominal migrain memiliki lingkaran hitam pada sekitar matanya.

  6. Anak mengalami sakit perut secara tiba-tiba pada bagian pusar. Sakit perut yang disebabkan abdominal migrain bisa hilang dalam waktu sebentar namun bisa juga bertahan hingga 3 hari.

  7. Dapat terjadi kejang pada anak. Segera lakukan pemeriksaan elektroensefalografi (EEG).

Faktor genetik diyakini menjadi penyebab seorang anak mengalami abdominal migrain. Sebanyak 60 persen anak yang mengalami abdominal migrain, memiliki keluarga yang juga memiliki kondisi yang serupa.

Baca juga: Inilah Beberapa Penyakit yang Ditandai dengan Perut Kembung

Selain itu, anak yang memiliki tingkat kecemasan dan stres yang berlebih juga memiliki risiko untuk mengalami abdominal migrain. Kondisi ini memicu kadar histamine dan serotonin menurun. Jauhkan anak dari kondisi stres dan cemas berlebihan dengan memberikan waktu istirahat yang cukup pada anak dan melakukan kegiatan menyenangkan.

Makanan yang mengandung nitrat tinggi juga bisa diduga sebagai penyebab dari migrain perut yang dialami oleh anak. Hindari memberikan makanan yang mengandung nitrat atau bahan pengawet. Sebaiknya, berikan anak makanan yang bergizi tinggi untuk menjaga kesehatan pencernaan seperti buah apel, yoghurt, pepaya, tempe, alpukat, dan pisang.

Baca juga: 7 Buah untuk Melancarkan Pencernaan

Sejumlah pemeriksaan dilakukan oleh dokter untuk memastikan kondisi yang menyebabkan sakit perut pada anak. Ada beberapa pemeriksaan yang bisa dijalankan oleh anak, seperti tes laboratorium dengan tes darah atau tes urine. Selain itu, tes pencitraan atau USG juga bisa dilakukan.

Adapun cara yang dilakukan untuk mengobati anak yang mengalami abdominal migrain. Penanganan pertama yang bisa diberikan adalah obat anti nyeri seperti ibuprofen. Jika pemicu kondisi ini karena makanan yang dikonsumsi, dokter menyarankan anak menghindari makanan tersebut. Ajak anak melakukan kegiatan yang menunjang kesehatan seperti olahraga teratur, memenuhi waktu tidur dengan cukup, mengajari anak untuk mengendalikan emosi, dan mengatasi masalah agar mencegah stres atau cemas.

Mengatasi dengan obat-obatan juga bisa dilakukan dengan pengawasan dokter. Untuk bertanya mengenai seputar kesehatan anak, ibu bisa gunakan aplikasi Halodoc. Melalui aplikasi Halodoc ibu bisa gunakan fitur Talk to A Doctor dan bertanya pada dokter melalui Video/Voice Call atau Chat. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga untuk pertolongan pertama pada kesehatan anak melalui App Store atau Google Play!

Baca juga: 4 Gangguan Perkembangan Anak yang Harus Diwaspadai