Jaga Kebersihan Mulut agar Terhindar dari Leukoplakia

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Jaga Kebersihan Mulut agar Terhindar dari Leukoplakia

Halodoc, Jakarta - Leukoplakia adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan lesi putih pada lidah, gusi, dan lapisan mulut. Lesi juga dapat terlihat transparan atau abu-abu dan biasanya memiliki setidaknya satu area dengan margin yang jelas. Daerah yang paling sering mengalami leukoplakia adalah lapisan dalam pipi, gusi, bagian bawah mulut atau lidah, dan lidah. 

Baca Juga: 6 Tips Ampuh Atasi Masalah Bau Mulut

Leukoplakia sebenarnya masih tergolong kondisi medis yang tidak membahayakan dan bisa hilang dengan sendirinya.  Leukoplakia sering disebabkan oleh iritasi kronis pada jaringan mulut yang menimbulkan bercak putih disebut lesi. Perokok aktif memiliki peluang yang besar untuk mengembangkan kondisi ini. Namun, secara umum, apa pun yang menyebabkan kerusakan atau stres pada jaringan mulut dapat menjadi faktor risiko leukoplakia. Faktor-faktor lain yang bisa sebabkan leukoplakia, yaitu:

  • Infeksi human papillomavirus (HPV)

  • Kondisi yang melemahkan sistem kekebalan tubuh, seperti HIV, kemoterapi, dan pembedahan organ

  • Kondisi yang menyebabkan bisul

  • Mulut terbakar akibat terkena cairan panas atau makanan yang masih panas

  • Penggunaan produk oral abrasif, seperti pemutih gigi dan alat pemoles secara berlebihan

  • Pemakaian gigi palsu yang tidak pas, kawat gigi, dan pelat gigitan

  • Permukaan gigi yang bergerigi atau kasar

  • Penggunaan steroid inhaler yang berlebihan atau berkepanjangan tanpa berkumur setelahnya

  • Tidak menjaga kebersihan mulut

  • Tidak sengaja menggigit pipi atau lidah

  • Konsumsi alkohol berlebihan

  • Mengunyah kacang dan daun tertentu, seperti daun sirih dan pinang

Bagaimana Cara Menghilangkan Leukoplakia?

Karena bukan kondisi medis yang serius dan bisa hilang dengan sendirinya, maka tidak ada perawatan khusus untuk kondisi leukoplakia. Penting untuk menghindari pemicu apa pun yang mungkin menyebabkan leukoplakia, seperti merokok. Apabila kondisinya sampai menyebabkan iritasi karena masalah gigi, dokter gigi mungkin akan mengambil biopsi. 

Apabila biopsi menunjukan hasil positif untuk kanker mulut, maka lesi perlu segera dihapus guna mencegah penyebaran sel kanker. Lesi dapat dihilangkan dengan menggunakan terapi laser, pisau bedah, atau prosedur pembekuan.

Baca Juga: 5 Masalah Gigi dan Mulut yang Harus Segera Ditangani

Cara Mencegah Leukoplakia

Kebersihan mulut yang baik dan mengurangi aktivitas yang berisiko merusak atau menekan lapisan mulut adalah cara termudah untuk mengelola dan mencegah leukoplakia. Berikut ini beberapa langkah pencegahan untuk mencegah leukoplakia dan komplikasinya

  • Melakukan pemeriksaan rutin di dokter gigi untuk meningkatkan kesehatan mulut.

  • Berhenti merokok

  • Menghindari produk yang dihirup atau dihisap seperti ganja, cengkeh, dan resin

  • Mengurangi atau menghentikan konsumsi alkohol

  • Menghindari produk-produk kesehatan gigi yang abrasif, seperti pemutih dan pembilas

  • Memastikan perangkat gigi, seperti gigi palsu dan kawat gigi terpasang dengan benar tanpa tepi kasar atau terbuka

  • Menjaga luka mulut tetap bersih

  • Hindari mengonsumsi minuman atau makanan yang masih panas 

  • Hindari konsumsi permen atau produk kunyah yang memiliki tepi kasar atau menyebabkan iritasi mulut

  • Konsumsi makanan sehat dan seimbang untuk menghindari ketidakseimbangan atau kekurangan nutrisi

  • Hindari makanan yang diduga bisa menyebabkan reaksi alergi

  • Mempraktekkan seks aman, termasuk penggunaan kondom atau bendungan gigi selama oral seks

Baca Juga: 5 Gejala Penyakit yang Bisa Ditunjukkan Lewat Mulut yang Terasa Kering

Pengin tahu seputar perawatan gigi lebih mendalam? Diskusi aja sama dokter gigi Halodoc! Klik Talk to A Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk menghubungi ahli gizi Halodoc kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasinya di App Store atau Google Play!