Jaga Kesehatan Mulut untuk Mencegah Stomatitis

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Jaga Kesehatan Mulut untuk Mencegah Stomatitis

Halodoc, Jakarta - Coba tebak, ukurannya kecil, berada di dalam mulut dan terasa perih sehingga membuat pengidapnya sulit makan, bahkan berbicara? Bagi kamu yang menjawab sariawan, tepat jawabannya. 

Mungkin hampir setiap orang pernah mengalami sariawan, paling tidak sekali seumur hidupnya. Bagaimana dengan dirimu? Dalam dunia medis, penyakit “sejuta umat” ini disebut sebagai stomatitis aftosa. 

Stomatitis aftosa ini merupakan luka di dalam mulut yang menimbulkan rasa tidak sakit dan tidak nyaman. Lukanya bisa berbentuk oval atau bulat dan berwarna putih atau kuning. Luka ini memiliki tepian berwarna merah akibat peradangan. 

Bagaimana dengan lokasinya? Lokasi sariawan ini bisa terjadi di bagian dalam pipi, bibir, atau permukaan gusi dan lidah dengan jumlahnya bisa satu, atau lebih. 

Pertanyaannya, bagaimana sih cara mencegah stomatitis aftosa atau sariawan? 

Baca juga: 5 Fakta tentang Sariawan

Menyikat Gigi, Bukan Satu-Satunya Cara

Untuk menjawab pertanyaan di atas sebenarnya simpel, rajin-rajinlah menjaga kesehatan mulut dan gigi. Namun yang mesti diingat, cara menjaga kesehatan gigi dan mulut tak hanya dengan rutin menyikat gigi. Sebab, ada sederet hal lainnya yang bisa kita lakukan. 

Nah, berikut ini beberapa upaya untuk mencegah stomatitis aftosa, sekaligus menjaga kesehatan gigi dan mulut. 

  • Hindari merokok;

  • Jangan menggosok gigi terlalu kasar;

  • Perbanyak serat dan vitamin dari buah dan sayuran;

  • Memeriksakan kondisi mulut dan gigi secara teratur ke dokter gigi;

  • Cukupi kebutuhan nutrisi harian, pastikan konsumsi makanan yang mengandung vitamin B dan C;

  • Batasi penggunaan obat kumur, sebab bisa merusak keseimbangan jumlah bakteri normal dalam mulut;

  • Atasi masalah kesehatan kronis, seperti diabetes atau HIV, sebab bisa mengganggu keseimbangan bakteri sehingga menimbulkan sariawan;

  • Bila menggunakan gigi palsu, lepaslah tiap malah, dan bersihkan secara rutin;

  • Bersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi;

  • Jika kondisi mulut sering kering, cobalah mengunyah permen bebas gula untuk merangsang produksi air liur. Mulut kering bisa memicu stomatitis aftosa; dan

  • Hindari makanan tertentu, bila sariawan sebelumnya disebabkan makanan asam dan pedas, batasi kedua makanan tersebut. 

Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan tips menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Baca juga: Cara Mencegah Sariawan yang Sering Kambuh

Lantas, apa jadinya bila sariawan tak kunjung sembuh? 

Tak Kunjung Sembuh? Lihat Indikatornya

Sariawan memang membutuhkan waktu untuk sembuh dengan sendirinya. Kira-kira sekitar 2–4 minggu yang bergantung dari luka tersebut. Misalnya, luka karena trauma (tergigit, tertusuk benda tajam) bisa membuat peradangan cenderung tak kunjung reda. Namun, bila tak terjadi hal-hal yang dapat memicu iritasi pada peradangan, kamu perlu waspada. Sebab, hal ini bisa saja pertanda dari suatu penyakit. 

Misalnya, orang dengan anemia biasanya sangat mudah terserang sariawan. Selain itu, pengidap HIV yang memiliki sistem imun yang rendah juga rentan terhadap sariawan. Nah, bila sariawan ini sering kambuh atau tak kunjung sembuh, sebaiknya tanyalah kepada dokter. 

Selain itu, perhatikan juga seperti apa pastinya sariawan yang terjadi. Lesi dalam mulut bisa disebut sariawan atau bukan bila memenuhi lima indikator. Mulai dari berbentuk bulat atau oval, membentuk kawah atau cekungan, diikuti rasa sakit, dasar luka berwarna putih kekuningan, dan pinggiran merah karena peradangan. 

Baca juga:Cari Tahu 5 Penyebab Sariawan dan Cara Mengatasinya

Nah, ketika kelima indikator ini tak terpenuhi, sebaiknya tanyakan kepada dokter mengenai kondisi tersebut. Sebab, meski awalnya sariawan yang terbentuk tidak oval atau bulat, lama-kelamaan lukanya akan tetap berbentuk seperti indikator yang disebutkan di atas. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi: 
NHS (2019). Health A-Z. Mouth Ulcers
Healthline (2019). Stomatitis