• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Demam pada Anak

Demam pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Demam pada Anak

Pengertian Demam pada Anak

Demam adalah salah satu gangguan yang kerap terjadi pada anak-anak. Hal ini terjadi saat suhu tubuh anak naik melewati batas normal yang angkanya lebih dari 37,2 derajat Celsius, apabila pengukuran dilakukan dari ketiak dan 37,8 derajat Celsius saat diukur melalui mulut, serta di atas 38 derajat Celsius jika pengukuran melalui dubur. Namun, demam pada anak umumnya disebabkan sesuatu yang tidak berbahaya.

Gangguan ini kerap terjadi pada anak akibat daya tahan tubuh anak yang lebih lemah dibandingkan orang dewasa. Demam pada anak justru baik karena dapat menjadi pertanda jika tubuh anak sedang aktif melawan infeksi. Namun, demam yang terjadi juga dapat disebabkan oleh beberapa penyakit. Jika ibu merasa badan anak panas, ada baiknya segera melakukan pemeriksaan dengan menggunakan termometer agar lebih pasti.

Baca Juga:  8 Tanda Demam pada Anak Harus Dibawa ke Dokter


Faktor Risiko Demam pada Anak

Demam merupakan salah satu gangguan yang rentan terjadi pada anak-anak. Maka dari itu, ibu harus tahu beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan gangguan ini pada anak, antara lain:

  • Faktor lingkungan, contohnya sekolah yang disebabkan anak melakukan kontak langsung dengan banyak orang dan memiliki kemungkinan tidak sehat.
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah.
  • Anak mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi.


Penyebab Demam pada Anak

Kebanyakan demam pada anak disebabkan oleh infeksi atau penyakit lain. Suhu tubuh yang tinggi dapat mempersulit bakteri dan virus penyebab infeksi untuk bertahan hidup. Maka dari itu, demam yang terjadi pada Si Kecil indikasi yang baik untuk pertahan tubuh anak. Beberapa penyebab demam tersebut, antara lain:

  • Infeksi saluran pernapasan yang dapat disebabkan oleh virus atau bakteri.
  • Infeksi dan radang pada telinga (otitis).
  • Infeksi dan radang pada amandel (tonsillitis).
  • Infeksi dan radang pada sinus (sinusitis).
  • Efek samping imunisasi tertentu.
  • Virus roseola.
  • Diare akibat makanan yang terkontaminasi kuman (gastroenteritis).
  • Infeksi ginjal.
  • Batuk rejan.
  • Disentri.
  • Tifus.
  • Cacar air.
  • Demam berdarah.
  • Malaria.
  • Infeksi saluran kemih.
  • Infeksi dan radang pada paru-paru (pneumonia).
  • Infeksi dan radang pada selaput otak (meningitis).
  • Infeksi darah (septikemia).
  • Lingkungan yang panas.
  • Pakaian yang terlalu tebal atau berlapis-lapis.

Baca Juga: Ini Penyebab dan Cara Atasi Kejang Demam pada Anak


Gejala Demam pada Anak

Demam pada anak terjadi ketika suhunya naik di atas kisaran normal, yaitu 36,5–37 derajat Celsius. Bergantung pada apa yang menyebabkan demam, tanda dan gejala lainnya yang dapat dirasakan anak saat mengalami gangguan ini, antara lain:

  • Mudah marah, rewel, dan lesu.
  • Nafsu makan menurun.
  • Menangis lebih sering.
  • Bernapas dengan cepat.
  • Kebiasan tidur atau makan mengalami perubahan.
  • Mengalami kejang.
  • Merasa lebih panas atau lebih dingin daripada orang lain di ruangan yang terasa nyaman.
  • Mengalami nyeri tubuh dan sakit kepala.
  • Tidur lebih lama atau mengalami kesulitan tidur.

Beberapa gejala berikut ini juga bisa terjadi bersamaan dengan demam:

  • Tubuh menjadi lebih lemas dan kesadaran menurun.
  • Menjadi sensitif terhadap cahaya terang.
  • Reaksinya kurang responsif.
  • Lebih sering tidur dan sulit untuk dibangunkan.
  • Mengalami kebingungan.
  • Mengalami gangguan dalam bernapas.
  • Mengalami gejala-gejala dehidrasi, seperti jarang buang air kecil, menangis tanpa keluar air mata, dan sedikit berkeringat walaupun udara panas.
  • Muntah-muntah disertai sakit kepala atau leher yang terasa kaku.
  • Bagian dalam dari bibir atau kulit terlihat pucat atau mulai membiru.
  • Mengalami sakit pada bagian dalam telinga.
  • Nyeri pada perut atau nyeri ketika buang air kecil.
  • Mengalami kejang-kejang.
  • Demam tinggi yang disertai ruam.
  • Mengalami muntah atau diare yang terus menerus dan tidak kunjung mereda.
  • Pembengkakan tenggorokan.


Diagnosis Demam pada Anak

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis demam pada anak adalah melakukan ciuman lembut di dahi atau tangan yang diletakkan dengan lembut di kepala, sering kali cukup untuk memberi petunjuk bahwa anak mengalami demam. Namun, metode pengukuran suhu yang disebut dengan suhu sentuhan tidak akan memberikan pengukuran yang akurat.

Cobalah untuk menggunakan termometer digital yang dapat benar-benar memastikan demam pada anak. Demam adalah saat suhu tubuh anak berada pada atau di atas salah satu dari indikator berikut ini:

  • Diukur secara lisan (di mulut): 37,8 derajat Celsius
  • Diukur secara rektal (di bagian bawah): 38 derajat Celsius
  • Diukur pada ketiak (di bawah lengan): 37,2 derajat Celsius

Jika dibutuhkan bantuan dokter, ahli medis tersebut dapat mendiagnosis segala hal yang menjadi penyebab demam. Awalnya, dokter akan melakukan wawancara medis pada orangtua anak dan pemeriksaan fisik. Jika diperlukan, dokter dapat meminta beberapa pemeriksaan lainnya sebagai penunjang, seperti pemeriksaan darah dan rontgen.


Komplikasi Demam pada Anak

Anak-anak di kisaran usia antara 6 bulan dan 5 tahun mungkin saja mengalami kejang akibat demam, yang biasanya menimbulkan masalah berupa hilangnya kesadaran dan gemetar pada kedua sisi tubuh. Meskipun hal ini menimbulkan rasa khawatir bagi orang tua, tetapi sebagian besar kejang demam tidak menyebabkan efek yang bertahan lama. Nah, beberapa komplikasi demam pada anak yang dapat terjadi, antara lain:

  • Dehidrasi berat;
  • Penurunan kesadaran atau halusinasi;
  • Kejang-kejang; dan
  • Penyakit serius yang tidak terdeteksi dan semakin memberat.


Pengobatan Demam pada Anak

Saat anak mengalami demam ringan, dokter mungkin tidak merekomendasikan pengobatan khusus untuk menurunkan suhu tubuh. Demam ringan ini bahkan dapat membantu mengurangi jumlah mikroba penyebab penyakit. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengobati demam pada anak yang dapat dilakukan di rumah, antara lain:

  • Cukupi kebutuhan cairan anak, sehingga tidak dehidrasi.
  • Berikan obat penurun demam yang relatif aman untuk anak atau resep dokter sesuai dosis dan petunjuk pemakaian obat.
  • Jaga suhu ruangan agar tetap nyaman.
  • Gunakan pakaian yang tipis agar panas tubuh dapat keluar.
  • Periksa suhu tubuh anak secara teratur dengan menggunakan termometer.
  • Cukupi kebutuhan istirahat anak.
  • Kompres anak yang demam dengan air hangat.
  • Jaga agar anak tidak kedinginan atau kepanasan.
  • Berikan makanan yang mudah dicerna dan yang disukai anak.


Pencegahan Demam pada Anak

Orangtua bisa mencegah demam pada anak dengan mengajarkannya beberapa metode untuk menjaga kebersihan diri, antara lain:

  • Membiasakan mencuci tangan dengan air dan sabun, terutama sebelum makan, setelah menggunakan toilet, dan setelah berada di dekat orang sakit.
  • Usahakan bawa hand sanitizer saat bepergian untuk berjaga-jaga bila tidak ada air dan sabun.
  • Biasakan selalu menutup mulut dan hidung saat bersin atau batuk.
  • Hindari menyentuh mulut, hidung, atau mata dengan tangan yang kotor.
  • Tidak berbagi alat makan dan minum dengan orang lain.

Baca Juga: Anak Demam Anak Demam pada Malam Hari, Begini Cara Mengatasinya


Kapan Harus ke Dokter?

Berikut ini beberapa kondisi yang memerlukan penanganan medis segera:

  • Anak lebih muda dari usia 6 bulan.
  • Anak menjadi lesu atau pemarah, muntah berulang kali, mengalami sakit kepala berat atau sakit perut, atau memiliki gejala lain menyebabkan ketidaknyamanan yang signifikan.
  • Demam terjadi setelah anak ditinggalkan cukup lama di dalam mobil yang panas, dan sudah berlangsung lebih dari tiga hari.
  • Memiliki kontak mata yang buruk.
  • Anak sudah diperiksa ke dokter, tetapi kondisi lebih buruk atau gejala baru muncul lagi.
  • Mengalami kejang.
  • Anak memiliki masalah medis yang kompleks atau menggunakan resep obat secara berkepanjangan.

Jika anak mengalami segala gejala yang telah disebutkan sebelumnya, ibu disarankan untuk segera memeriksakannya di rumah sakit terdekat yang telah bekerja sama dengan Halodoc. Hal ini perlu dilakukan untuk mencegah segala hal yang tidak diinginkan dan mungkin saja berbahaya pada anak. Maka dari itu, segera download aplikasi Halodoc di smartphone yang digunakan sehari-hari!

Referensi:
Kids Health. Diakses pada 2021. Fevers.
Stanford Children’s Health. Diakses pada 2021. Fever in Children


Diperbarui pada tanggal 23 Maret 2021.

Showing response for:

Jul 7, 2020
Kalo anak terserang demam, gimana cara tepat buat ngobatinnya ya dok? Dok kalo misalkan anak sering demam itu bahaya gak ya dok?
Demam pada anak umumnya tidak berbahaya dan dapat mereda dalam hitungan hari. Demam sebenarnya merupakan reaksi tubuh dalam memerangi infeksi secara alami. Infeksi ini dapat disebabkan oleh virus, bakteri, dan parasit. Meskipun jarang, demam juga dapat disebabkan oleh kondisi lain, seperti penyakit autoimun, imunisasi, dan kelainan pada otak.

Beberapa cara untuk mengatasi demam pada anak, antara lain:
- Berikan kompres (air suhu biasa atau sedikit hangat).
- Hindari baju tebal, pilih baju yang nyaman dan tidak terlalu tebal.
- Berikan anak makanan yang cukup dan minuman sedikit lebih banyak daripada biasanya.
- Jaga suhu ruangan agar tidak terlalu dingin.
- Mandikan anak dengan air hangat.
- Berikan obat-obatan pereda demam seperti Paracetamol, sesuai dengan aturan pakai.

Namun demikian, demam harus diwaspadai jika disertai dengan beberapa gejala, seperti:
- Dehidrasi, yaitu diare, muntah-muntah, bibir kering, menangis tanpa keluar air mata, tidak mau makan atau menyusu, menjadi jarang atau tidak buang air kecil sama sekali.
- Kejang.
- Bayi atau anak tampak sangat lemas.
- Pingsan atau lebih sering mengantuk.
- Sakit kepala berat.
- Sesak napas.
- Kulit pucat atau tampak kebiruan.
- Demam tinggi yang tidak mereda setelah 2 hari atau semakin parah.

Jika terdapat seperti kondisi di atas, segera periksakan anak ke dokter untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
Jul 7, 2020
Dok ini anak saya udah demam beberapa hari, kenapa ya dok? Dok ngobatin anak demam pake bawang merah itu bener atau hoax ya?
Anak demam dalam beberapa hari, masih sangat banyak kemungkinan penyebabnya, di antaranya:

- Demam Berdarah Dengue
- Infeksi Virus
- Malaria
- Typhoid
- Meningtis
- Infeksi Saluran Kemih
- Infeksi Telinga
- Tuberculosis (TBC)

Dibutuhkan wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang yang lebih menyeluruh untuk mengetahui penyebab demam pada anak.

Bawang merah memiliki sifat yang dapat melebarkan pembuluh darah, sehingga pijatan dengan bawang merah dapat membantu menurunkan suhu tubuh anak. Bawang merah dapat menurunkan demam pada bayi dan balita karena kandungan flavonoid, yang berfungsi sebagai anti radang dan menurunkan demam.
 
Namun demikian, bawang merah juga dapat membuat iritasi pada kulit anak, terutama pada anak yang memiliki kulit sensitif. Jika diperlukan, berikan anak Paracetamol juga untuk membantu menurunkan demam.
Jul 7, 2020
Dok saya mau nanya, kalau misalkan anak demam, apa bisa diatasin enggak pake obat?
Beberapa cara untuk mengatasi anak demam, antara lain:
- Berikan kompres (air suhu biasa atau sedikit hangat).
- Hindari baju tebal, pilih baju yang nyaman dan tidak terlalu tebal.
- Berikan anak makanan yang cukup dan minuman sedikit lebih banyak daripada biasanya.
- Jaga suhu ruangan agar tidak terlalu dingin.
- Mandikan anak dengan air hangat.
- Berikan obat-obatan pereda demam seperti Paracetamol, sesuai dengan aturan pakai.