Demam Pada Anak

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Demam pada Anak

Anak-anak cukup sering mengalami demam. Biasanya, demam pada anak tidak disebabkan oleh sesuatu yang berbahaya. Demam justru baik karena itu adalah pertanda bahwa tubuh Si Kecil sedang melawan infeksi. Namun, demam pada anak juga bisa diakibatkan oleh penyakit tertentu. Demam harus diukur dengan termometer dan tidak boleh mengandalkan perabaan atau perasaan orang tua saja.

Baca juga: Ini 2 Jenis Demam Anak dan Cara Penanganannya

 

Faktor Risiko Demam pada Anak

Berikut adalah beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko anak mengalami demam:

  • Anak-anak yang sudah sekolah, karena sering melakukan kontak langsung dengan banyak orang yang mungkin di antaranya sedang tidak sehat.

  • Anak-anak dengan sistem kekebalan tubuh lemah.

  • Anak-anak yang mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi.

 

Penyebab Demam pada Anak

Ada banyak penyebab demam pada anak, antara lain:

  • Infeksi saluran pernapasan yang dapat disebabkan oleh virus atau bakteri.

  • Infeksi dan radang pada telinga (otitis).

  • Infeksi dan radang pada amandel (tonsillitis).

  • Infeksi dan radang pada sinus (sinusitis).

  • Efek samping imunisasi tertentu.

  • Virus roseola.

  • Diare akibat makanan yang terkontaminasi kuman (gastroentritis).

  • Infeksi ginjal.

  • Batuk rejan.

  • Disentri.

  • Tifus.

  • Cacar air.

  • Demam berdarah.

  • Malaria.

  • Infeksi saluran kemih.

  • Infeksi dan radang pada paru-paru (pneumonia).

  • Infeksi dan radang pada selaput otak (meningitis).

  • Infeksi darah (septikemia).

  • Lingkungan yang panas.

  • Pakaian yang terlalu tebal atau berlapis-lapis.

 

Gejala Demam pada Anak

Beberapa gejala yang menyertai demam, antara lain:

  • Mudah marah, rewel, dan lesu.

  • Nafsu makan menurun.

  • Menangis lebih sering.

  • Bernapas dengan cepat.

  • Kebiasan tidur atau makan mengalami perubahan.

  • Mengalami kejang.

  • Merasa lebih panas atau lebih dingin daripada orang lain di ruangan yang terasa nyaman.

  • Mengalami nyeri tubuh dan sakit kepala.

  • Tidur lebih lama atau mengalami kesulitan tidur.

Beberapa gejala berikut juga bisa terjadi bersamaan dengan demam:

  • Tubuh menjadi lebih lemas dan kesadaran menurun.

  • Menjadi sensitif terhadap cahaya terang.

  • Reaksinya kurang responsif.

  • Lebih sering tidur dan sulit untuk dibangunkan.

  • Mengalami kebingungan.

  • Mengalami gangguan dalam bernapas.

  • Mengalami gejala-gejala dehidrasi seperti jarang buang air kecil, menangis tanpa keluar air mata, dan sedikit berkeringat walaupun udara panas.

  • Muntah-muntah disertai sakit kepala atau leher yang terasa kaku.

  • Bagian dalam dari bibir atau kulit terlihat pucat atau mulai membiru.

  • Mengalami sakit pada bagian dalam telinga.

  • Nyeri pada perut atau nyeri ketika buang air kecil.

  • Mengalami kejang-kejang.

  • Demam tinggi yang disertai ruam.

  • Mengalami muntah atau diare yang terus menerus dan tidak kunjung mereda.

  • Pembengkakan tenggorokan.

Baca juga: Jangan Abaikan Demam pada Anak Bila Diikuti 3 Gejala Ini

 

Diagnosis Demam pada Anak

Untuk mendiagnosis penyebab demam, dokter pertama-tama akan melakukan wawancara medis dan pemeriksaan fisik. Jika diperlukan, dokter dapat meminta untuk dilakukan pemeriksaan penunjang, seperti pemeriksaan darah dan foto rontgen.

 

Komplikasi Demam pada Anak

Beberapa komplikasi demam pada anak, antara lain:

  • Dehidrasi berat.

  • Penurunan kesadaran atau halusinasi.

  • Kejang-kejang.

  • Penyakit serius yang tidak terdeteksi dan semakin memberat.

 

Pengobatan Demam pada Anak

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengobati demam pada anak, antara lain:

  • Cukupi kebutuhan cairan anak, sehingga tidak dehidrasi.

  • Berikan obat penurun demam yang relatif aman untuk anak, seperti paracetamol atau ibuprofen, sesuai dosis dan petunjuk pemakaian obat.

  • Jaga suhu ruangan agar tetap nyaman.

  • Gunakan pakaian yang tipis agar panas tubuh dapat keluar.

  • Periksa suhu tubuh anak secara teratur dengan menggunakan termometer.

  • Cukupi kebutuhan istirahat anak.

  • Kompres anak yang demam dengan air hangat.

  • Jaga agar anak tidak kedinginan atau kepanasan.

  • Berikan makanan yang mudah dicerna dan yang disukai anak.

Baca juga:  Amankah Menggunakan Obat Tradisional untuk Mengusir Demam pada Anak?

 

Pencegahan Demam pada Anak

Orangtua bisa mencegah demam pada anak dengan mengajarkan anak untuk melakukan hal-hal berikut:

  • Membiasakan mencuci tangan dengan air dan sabun, terutama sebelum makan, setelah menggunakan toilet, dan setelah berada di dekat orang sakit.

  • Usahakan bawa hand sanitizer saat bepergian untuk berjaga-jaga bila tidak ada air dan sabun.

  • Biasakan selalu menutup mulut dan hidung saat bersin atau batuk.

  • Hindari menyentuh mulut, hidung, atau mata dengan tangan yang kotor.

  • Tidak berbagi alat makan dan minum dengan orang lain.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Hubungi dokter  jika anak memiliki salah satu dari hal berikut:

  • Anak lebih muda dari usia 6 bulan.

  • Anak menjadi lesu atau pemarah, muntah berulang kali, mengalami sakit kepala berat atau sakit perut, atau memiliki gejala lain menyebabkan ketidaknyamanan yang signifikan.

  • Demam terjadi setelah anak ditinggalkan cukup lama di dalam mobil yang panas, dan sudah berlangsung lebih dari tiga hari.

  • Memiliki kontak mata yang buruk.

  • Anak sudah diperiksa ke dokter, tetapi kondisi lebih buruk atau gejala baru muncul lagi.

  • Mengalami kejang.

  • Anak memiliki masalah medis yang kompleks atau menggunakan resep obat secara berkepanjangan.

Referensi:
Kids Health. Diakses pada 2019. Fevers.
Standford Children’s Health. Diakses pada 2019. Fever in Children

Diperbarui pada tanggal 2 September 2019.