• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jangan Abaikan Demam pada Anak Bila Diikuti Gejala Ini
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jangan Abaikan Demam pada Anak Bila Diikuti Gejala Ini

Jangan Abaikan Demam pada Anak Bila Diikuti Gejala Ini

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 30 November 2021
Jangan Abaikan Demam pada Anak Bila Diikuti Gejala Ini

“Ketika Si Kecil mengalami demam, wajar apabila dirinya sering menangis (rewel) dan mudah marah. Sebab, demam juga seringkali disertai dengan tubuh yang lesu, nyeri, dan sakit kepala. Namun, ada beberapa gejala lain yang perlu ibu waspadai ketika anak demam. Contohnya seperti gangguan pencernaan, penurunan kesadaran, hingga kejang.”

Halodoc, Jakarta - Demam terjadi ketika suhu tubuh mengalami peningkatan lebih dari 38 derajat Celsius, dan umumnya diakibatkan karena peradangan. Masalah kesehatan ini paling sering menyerang anak, karena pada usia ini sistem kekebalan tubuhnya belum terbentuk sempurna. Munculnya demam pada anak menandakan respons tubuh saat sel antibodi melawan virus dan bakteri penyakit.



Demam memang terkadang bisa mereda dengan sendirinya tanpa perlu penanganan medis khusus. Beberapa kasus demam juga membaik setelah pemberian obat pereda atau penurun panas. Akan tetapi, jika demam anak diikuti oleh beberapa gejala berikut ini, ibu perlu waspada dan segera membawa anak ke rumah sakit terdekat. 

Gejala yang Perlu Diwaspadai Saat Anak Demam

Berikut adalah gejala penyerta yang perlu diwaspadai saat anak demam, antara lain: 

1. Gangguan Pencernaan

Ketika Si Kecil mengalami demam yang disertai dengan buang air besar (BAB) terus-menerus, bisa jadi ia terkena diare atau tifus. Diare ditandai dengan peningkatan frekuensi BAB, biasanya lebih dari tiga kali sehari dengan feses berbentuk cair. Gangguan medis ini bisa terjadi karena beberapa faktor, misalnya infeksi bakteri, virus, parasit, reaksi obat, dan sensitif terhadap makanan tertentu.

Selain itu, anak mungkin juga akan mengalami beberapa gejala lain, seperti mual, muntah, dan penurunan nafsu makan. Jika tidak segera mendapatkan penanganan, Si Kecil akan berisiko mengalami dehidrasi. Waspada apabila diare terjadi saat usia sang buah hati kurang dari 5 tahun. Pasalnya, diare pada usia tersebut berpotensi menyebabkan dehidrasi yang bisa mengancam nyawa.

2. Penurunan Kesadaran 

Coba perhatikan, apakah demam yang dialami anak disertai dengan penurunan kesadaran atau terlihat sulit dibangunkan, kurang aktif, selalu mengantuk, dan tidak merespons saat diajak bicara? Jika iya, bawa segera anak ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. 

Bukan tanpa alasan, demam yang disertai dengan penurunan kesadaran bisa menjadi tanda DBD, terlebih jika muncul ruam merah pada tubuhnya. Jika tidak segera ditangani, anak bisa mengalami gejala DSS (dengue shock syndrome), seperti mimisan, gusi berdarah, muntah berdarah, dan feses berdarah.

3. Kejang

Kejang terjadi akibat peningkatan suhu tubuh secara ekstrem. Kondisi ini biasanya muncul ketika suhu tubuh berada di atas 38 derajat Celsius. Masalah kesehatan ini lebih rentan terjadi pada anak berumur 6 bulan hingga 5 tahun. Kejang demam sendiri dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:

  • Kejang demam sederhana yang terjadi hanya satu kali dalam 24 jam dengan durasi kejang kurang dari 15 menit. Kejang umumnya terjadi pada seluruh tubuh, tidak hanya pada sebagian tubuh.
  • Kejang demam kompleks yang demam tipe terjadi lebih dari 15 menit atau lebih dari satu kali dalam 24 jam. Kejang hanya terjadi pada sebagian tubuh.

Kejang demam sederhana jarang mengakibatkan kerusakan otak ataupun kecacatan mental. Kondisi ini juga bukan merupakan tanda epilepsi. Sebaliknya, kejang demam kompleks terbilang sangat berbahaya jika tidak segera ditangani.

Selain tiga gejala yang sudah disebutkan, ada pula gejala yang wajar dialami oleh Si Kecil ketika mengalami demam, seperti sering menangis (rewel) dan mudah marah. Biasanya, demam juga disertai dengan tubuh yang lesu, nyeri, dan sakit kepala.

Apabila Si Kecil mengalami demam, ibu bisa menemaninya agar ia merasa nyaman. Jika memang dibutuhkan, berikan obat penurun panas yang bisa ibu dapatkan dengan mudah di apotek. 

Kalau ibu tidak memiliki stok di rumah, ibu bisa cek kebutuhan obat penurun panas pada aplikasi Halodoc. Tentunya tanpa perlu lagi keluar rumah atau menunggu berlama-lama di apotek. Jadi, jangan sampai ibu tidak punya aplikasi Halodoc. Yuk download Halodoc sekarang juga!

Referensi: 
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Fever.
WebMD. Diakses pada 2021. 5 Serious Symptoms in Children to Never Ignore.