• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jangan Berlebihan, Tubuh Juga Butuh Kolesterol

Jangan Berlebihan, Tubuh Juga Butuh Kolesterol

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Selama ini, kolesterol selalu dicap buruk sebagai penyebab kegemukan dan berbagai penyakit, khususnya penyakit jantung. Namun, tahukah kamu bahwa tubuh sebenarnya juga butuh kolesterol, lho. Jadi, tidak apa-apa mengonsumsi kolesterol, asal jangan berlebihan. Yuk, simak penjelasannya di sini.

Mengenal Pentingnya Kolesterol Bagi Tubuh

Kolesterol sebenarnya merupakan sejenis lemak yang penting bagi tubuh kita. Organ hatilah yang bertugas menghasilkan zat tersebut. Namun, kamu juga bisa mendapatkan asupan kolesterol melalui makanan, seperti daging dan susu. 

Dalam tubuh kita, kolesterol memiliki tiga peran penting, yaitu untuk membantu dalam produksi hormon seks, sebagai komponen utama dari membran dan struktur yang bermanfaat untuk membangun jaringan tubuh, dan membantu organ hati dalam menghasilkan asam empedu. Selain itu, kolesterol juga bermanfaat untuk membantu perkembangan otak anak. Itulah mengapa kita membutuhkan asupan kolesterol. 

Rata-rata orang membutuhkan 1100 miligram kolesterol per hari. Pada kebanyakan orang, 70–75 persen asupan kolesterol biasanya diproduksi oleh organ hati, sedangkan sisanya didapat dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

Baca juga: Intip Makanan dan Minuman Penurun Kolesterol Tinggi

LDL vs HDL

Bila sedang berbicara tentang kolesterol, istilah LDL dan HDL seringkali digunakan. Sebenarnya apa itu LDL dan HDL? Keduanya adalah lipoprotein yang merupakan senyawa yang terbuat dari lemak dan protein yang bertanggung jawab untuk membawa kolesterol ke seluruh tubuh melalui darah.

LDL adalah singkatan dari low-density lipoprotein yang sering juga disebut sebagai kolesterol jahat, sedangkan HDL adalah singkatan dari high-density lipoprotein atau disebut juga sebagai kolesterol baik.

LDL disebut juga sebagai kolesterol jahat karena bila jumlahnya terlalu banyak, maka dapat menyebabkan pengerasan pembuluh darah. Menurut American Heart Association, LDL mengarah pada akumulasi plak di dinding arteri tubuh. Bila plak tersebut menumpuk, dua masalah kesehatan yang sama-sama buruknya dapat terjadi. Pertama, penumpukan plak dapat mempersempit pembuluh darah dan menekan aliran darah yang kaya akan oksigen ke seluruh tubuh. Kedua, gumpalan darah dapat terbentuk yang juga dapat menghambat aliran darah, menyebabkan serangan jantung, atau stroke. Itulah mengapa kamu dianjurkan untuk menjaga kadar LDL tetap rendah, idealnya kurang dari 100 miligram per desiliter (mg/dL).

Sedangkan HDL disebut kolesterol baik, karena membantu menjaga kesehatan sistem kardiovaskular kamu. HDL sebenarnya juga membantu menghilangkan LDL yang menempel di arteri. HDL membawa kolesterol jahat kembali ke hati yang akan memecahkannya dan menghilangkannya dari dalam tubuh.

Kadar HDL yang tinggi juga terbukti dapat mencegah stroke dan penyakit jantung, sedangkan kadar HDL yang rendah justru dapat meningkatkan risiko kedua penyakit tersebut. Menurut National Institutes of Health (NIH), kadar HDL 60 mg/dL dan lebih tinggi dianggap baik, sedangkan kadar HDL di bawah 40 mg/dL dianggap sebagai faktor risiko penyakit jantung.

Jadi, tidak semua jenis kolesterol itu jahat dan berdampak buruk. Ada juga kolesterol baik yang justru bila kadarnya ditingkatkan dapat menghindarkan kamu dari penyakit jantung. Kadar kolesterol jahatlah atau LDL yang perlu kamu waspadai dan batasi konsumsinya agar tetap rendah.

Baca juga: Kadar Kolesterol Baik pada Tubuh Rendah, Berbahayakah?

Tips Menjaga Kadar Kolesterol 

Jadi, meskipun sering dianggap berbahaya, kolesterol tetap dibutuhkan oleh tubuh. Hanya saja, kamu perlu membatasi asupannya agar jangan sampai berlebihan. Jadi, tidak masalah bila kamu ingin mengonsumsi daging-dagingan dan susu yang dapat memenuhi kebutuhan kolesterol kamu. Namun, kamu dianjurkan untuk mengonsumsi porsi daging secukupnya dan memilih jenis susu yang rendah lemak agar kadar kolesterol dalam tubuh kamu tetap terjaga. Selain itu, hindari juga makanan yang kaya akan lemak trans yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuhmu, seperti gorengan, biskuit, dan kue.

Baca juga: Ini Kadar Kolesterol yang Sehat Secara Medis

Untuk melakukan pemeriksaan seperti kadar kolesterol, kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc, lho. Caranya praktis banget, tinggal pilih fitur Get a Lab Test dan petugas lab akan datang ke rumahmu untuk memeriksa kesehatanmu. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Why Is Cholesterol Needed by the Body?