Jangan Diabaikan, Ketahui 5 Komplikasi Fibrosis Paru

Fibrosis Paru, jaringan parut, penyakit paru

Halodoc, Jakarta - Pengidap fibrosis paru akan mengalami kesulitan bernapas yang dipicu oleh berbagai faktor yang hingga kini belum diketahui penyebab pastinya. Biasanya, pengidap kondisi ini adalah seseorang yang berusia 50 tahun ke atas, yang lebih banyak dialami oleh pria dibanding wanita. Jika gejala tidak diatasi dengan baik, harus siap dengan risiko komplikasi berbahaya yang akan dialami, ya!

Baca juga: Kenalan dengan Fibrosis Paru yang Juga Mematikan

Fibrosis Paru akan Mengganggu Fungsi Normal Paru-paru

Kondisi ini akan terjadi ketika munculnya jaringan parut pada paru-paru. Jaringan ini akan menyebabkan kerusakan dan terganggunya fungsi paru-paru. Kerusakan yang terjadi akan menyebabkan jaringan di sekitar kantung udara di dalam paru-paru atau alveolus menebal dan kaku sehingga sulit bagi oksigen untuk masuk ke dalam darah.

Ini Gejala yang Muncul pada Pengidap Fibrosis Paru

Beberapa gejala yang akan muncul pada pengidap kondisi ini adalah lemas, napas yang terengah-engah, batuk kering, nyeri otot dan sendi, berat badan menurun tanpa sebab, ujung jari kaki dan tangan yang membengkak, serta napas yang pendek. Kondisi ini akan mengakibatkan pengidapnya kesulitan bernapas.

Gejala yang dialami pada pengidapnya akan berbeda-beda tingkat keparahannya. Dalam kasus yang jarang terjadi, gejala akan muncul dengan langsung parah, seperti kesulitan bernapas dalam beberapa hari, atau beberapa minggu. Jika kondisi ini terjadi, satu-satunya jalan adalah dengan menemui dokter.

Baca juga: Harus ke Dokter, Ini Cara Diagnosis Fibrosis Paru

Ini Penyebab Terjadinya Fibrosis Paru

Belum diketahui apa yang menjadi penyebab pasti terjadinya fibrosis paru pada seseorang. Namun, beberapa faktor di bawah ini diduga bisa jadi pemicu terjadinya fibrosis paru pada seseorang:

  • Mengonsumsi obat-obatan yang bisa merusak jaringan pada paru-paru.

  • Kamu mengidap penyakit paru-paru, seperti pneumonia, rheumatoid arthritis, sarkoidosis, dermatomyositis, dan berbagai penyakit jaringan ikat.

  • Seseorang bisa mengidap kondisi ini apabila terjebak dalam lingkungan yang membuat mereka terpapar zat beracun atau sumber polusi dalam jangka panjang, seperti lingkungan pekerjaan atau tempat tinggal.

  • Fibrosis paru lebih rentan dialami oleh pria lansia dibanding wanita atau anak-anak.

  • Perokok, maupun orang yang pernah merokok akan memiliki risiko lebih besar mengidap fibrosis paru dibanding orang yang tidak merokok sama sekali.

  • Sedang melakukan pengobatan dengan terapi radiasi.

Ini Komplikasi pada Pengidap Fibrosis Paru

Gejala yang tidak ditangani dengan tepat, akan menimbulkan komplikasi seperti:

  1. Gagal jantung sisi kanan atau cor pulmonale, yaitu disebabkan oleh ventrikel jantung sebelah kanan bawah yang bekerja terlalu keras memompa darah melalui pembuluh darah paru yang tersumbat.

  2. Penggumpalan darah di paru-paru.

  3. Gagal pernapasan sebagai akibat penyakit paru yang parah. Kondisi ini bisa terjadi ketika kadar oksigen di paru-paru berada di level yang sangat rendah

  4. Kanker paru-paru yang berkembang dari fibrosis paru jangka panjang.

  5. Tekanan darah tinggi dalam paru-paru ketika jaringan parut memengaruhi pembuluh darah paru dan menyebabkan aliran darah terganggu.

Jangan khawatir, karena kondisi ini masih bisa dicegah dengan memperhatikan asupan makanan dengan meningkatkan asupan sayur dan buah, berolahraga rutin bisa meningkatkan fungsi paru dan mengendalikan stres, istirahat yang cukup, dan berhenti merokok.

Baca juga: Bisa Sembuh, 4 Pengobatan Fibrosis Paru

Jika kamu punya pertanyaan seputar masalah kesehatan, Halodoc bisa jadi solusinya! Kamu bisa diskusi langsung dengan dokter ahli melalui Chat atau Voice/Video Call. Enggak hanya itu, kamu juga bisa membeli obat yang sedang kamu butuhkan. Tanpa perlu repot, pesanan kamu akan diantar ke tempat tujuan dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!