• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Fibrosis Paru

Fibrosis Paru

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Fibrosis Paru

Pengertian Fibrosis Paru

Fibrosis paru termasuk dalam penyakit paru-paru serius yang mempengaruhi sistem pernapasan. Fibrosis paru meninggalkan bekas luka dan menebalkan jaringan paru. Hal ini berdampak pada jaringan penghubung di paru-paru dan alveoli (kantung udara di dalam paru-paru).

Kerusakan paru-paru secara bertahap menjadi lebih buruk dari waktu ke waktu. Jaringan paru-paru yang keras dan kaku tidak mengembang sebagaimana mestinya, hal ini membuatnya lebih sulit untuk bernapas. Fibrosis paru dapat menyebabkan sesak napas ketika kamu melakukan aktivitas yang tidak pernah terasa melelahkan sebelumnya. 

Penyebab Fibrosis Paru

Fibrosis paru dapat melukai dan mempertebal jaringan di sekitar dan di antara kantung udara (alveoli) di paru-paru pengidap. Kondisi ini membuat oksigen lebih sulit lagi untuk masuk ke aliran darah. Pada kebanyakan kasus, penyebab fibrosis paru tidak diketahui. Namun, ada berbagai faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya fibrosis paru.

Dalam kondisi yang dikenal sebagai pneumonitis hipersensitivitas, fibrosis paru-paru dapat berkembang mengikuti reaksi kekebalan yang meningkat terhadap debu organik yang dihirup, atau bahan kimia. Kondisi ini paling sering terjadi akibat menghirup debu yang terkontaminasi bakteri, jamur, atau produk hewani.

Pada beberapa orang, peradangan paru kronis dan fibrosis berkembang tanpa penyebab yang dapat diidentifikasi. Sebagian besar dari orang-orang ini memiliki kondisi yang disebut fibrosis paru idiopatik, yang tidak merespons terapi medis. Sementara itu beberapa jenis fibrosis lainnya, seperti pneumonitis interstitial nonspesifik, dapat merespon terapi penekan kekebalan. 

Faktor Risiko Fibrosis Paru

Ada banyak faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengidap fibrosis paru, antara lain:

  • Merokok.
  • Infeksi virus.
  • Terpapar polusi yang ada di lingkungan, seperti silika, debu logam keras, bakteri, protein hewan, gas, dan asap.
  • Konsumsi obat-obatan tertentu.
  • Genetik.
  • Penyakit gastroesophageal reflux (GERD). 
  • Berusia tua. Kebanyakan orang yang mengalami fibrosis paru terjadi antara usia 50 hingga 70 tahun.
  • Berjenis kelamin pria. Fibrosis paru mempengaruhi lebih banyak pria dibandingkan wanita. Namun, kasus pada wanita juga telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Gejala Fibrosis Paru

Ada beragam gejala fibrosis paru yang bisa dialami oleh pengidapnya, antara lain: 

  • Napas yang pendek hingga pengidap mengalami kesulitan bernapas dengan baik (dyspnea), bahkan ketika melakukan aktivitas yang tergolong ringan, misalnya berpakaian. Tidak sedikit orang yang menganggap gejala ini sebagai akibat dari pertambahan usia atau kurangnya olahraga.
  • Kelelahan.
  • Batuk kering.
  • Nyeri otot dan sendi.
  • Berkurangnya berat badan tanpa sebab yang jelas.

Seiring perkembangan penyakit, beberapa orang mengalami:

  • Clubbing finger, ujung jari atau kaki yang terlihat berbeda. Seperti lebih lebar atau lebih bulat.
  • Sianosis, kulit kebiruan (pada orang berkulit putih) atau kulit abu-abu atau putih di sekitar mulut atau mata (pada orang berkulit gelap). Hal ini karena terlalu sedikit oksigen dalam darah.

Jaringan parut paru-paru akibat fibrosis paru membuat pengidap lebih sulit untuk bernapas. Kamu mungkin merasa seperti tidak dapat menarik napas atau bernapas dalam-dalam.

Diagnosis Fibrosis Paru

Untuk mendiagnosis fibrosis paru, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik terlebih dahulu dengan menanyakan riwayat kesehatan kamu dan keluarga, pekerjaan, kesibukan sehari-hari, hingga gaya hidup yang diadopsi pengidapnya. Setelah itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik. Dengan menggunakan stetoskop, dokter akan mendengarkan paru-paru kamu dengan saksama saat kamu bernapas.

Dokter juga bisa menyarankan pemeriksaan lanjutan berikut:

  • X-ray (rontgen) dada.
  • Tes pernapasan untuk memeriksa kerusakan paru.
  • Tes darah untuk memeriksa kadar oksigen dalam darah, penyakit autoimun, dan kemungkinan infeksi.
  • CT Scan resolusi tinggi (HRCT) pada dada.
  • Biopsi paru.
  • Tes olahraga untuk memeriksa seberapa, baik kemampuan paru memindahkan oksigen dan karbon dioksida masuk dan keluar aliran darah.

Komplikasi Fibrosis Paru

Komplikasi yang mungkin bisa terjadi jika fibrosis paru tidak segera diobati adalah sebagai berikut :

  • Komplikasi paru-paru. Ketika fibrosis paru berkembang, hal ini dapat menyebabkan komplikasi, seperti penggumpalan darah di paru-paru, infeksi paru-paru, ataupun paru-paru yang gagal berfungsi.
  • Gagal pernapasan sebagai akibat penyakit paru yang parah, ketika kadar oksigen di paru-paru berada di level yang sangat rendah. 
  • Tekanan darah tinggi dalam paru-paru atau hipertensi pulmonal ketika jaringan parut memengaruhi pembuluh darah paru dan menyebabkan aliran darah terganggu.
  • Gagal jantung sisi kanan atau cor pulmonale, yaitu disebabkan oleh ventrikel jantung sebelah kanan bawah yang bekerja terlalu keras memompa darah melalui pembuluh darah paru yang tersumbat.
  • Kanker paru-paru. Fibrosis paru yang berlangsung lama juga bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker paru-paru.

Perawatan Fibrosis Paru

Sebagian besar perawatan fibrosis paru berfokus pada meredakan gejala dan meningkatkan kualitas hidup. Dokter mungkin merekomendasikan satu atau lebih perawatan:

  • Obat: Obat pirfenidone dan nintedanib dapat memperlambat jaringan parut paru-paru. Obat-obatan ini dapat membantu menjaga fungsi paru-paru.
  • Terapi oksigen. Memberi tubuh oksigen tambahan dapat membantu pengidap bernapas lebih mudah. Cara ini juga dapat meningkatkan energi dan kekuatan tubuh.
  • Rehabilitasi paru. Tetap aktif dalam program latihan khusus dapat meningkatkan seberapa banyak (atau seberapa mudah) pengidap dapat melakukan tugas atau aktivitas sehari-hari.
  • Transplantasi paru-paru. Menggantikan satu atau kedua paru-paru yang sakit dengan paru-paru yang sehat dari donor. Cara ini menawarkan potensi untuk meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup seseorang. Perlu diketahui, transplantasi paru-paru adalah operasi besar, dan tidak semua orang bisa jadi kandidat. 

Hingga saat ini belum ada obat untuk menyembuhkan fibrosis paru. Perawatan di atas berfokus pada mengelola gejala atau meningkatkan kualitas hidup pengidap.

Pencegahan Fibrosis Paru

Cara terbaik untuk mencegah fibrosis paru adalah dengan menghindari faktor-faktor yang menjadi penyebabnya:

  • Hindari merokok dan asap rokok, baik asap tangan kedua maupun ketiga.
  • Hindari lingkungan yang banyak polutan.
  • Aktif dan berolahraga teratur agar paru-paru lebih kuat, sehingga lebih mudah bernapas.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter di aplikasi Halodoc apabila merasakan gejala fibrosis paru di atas. Penanganan yang tepat dapat meminimalisir akibat, sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang untuk saat-saat diperlukan.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Pulmonary fibrosis – Symptoms and causes.
Healthline. Diakses pada 2022. Pulmonary Fibrosis: Definition and Patient Education.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Pulmonary Fibrosis