Fibrosis Paru

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Fibrosis Paru

Fibrosis paru adalah salah satu penyakit dari grup besar penyakit paru interstisial. Penyakit ini bisa didefinisikan sebagai kondisi ketika jaringan paru menjadi jaringan parut, seperti paparan jangka panjang terhadap zat beracun tertentu, memiliki kondisi medis tertentu, dan konsumsi beberapa obat.

 

Faktor Risiko Fibrosis Paru

Ada banyak faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengidap fibrosis paru, antara lain:

  • Merokok.

  • Infeksi virus.

  • Terpapar polusi yang ada di lingkungan, seperti silika, debu logam keras, bakteri, protein hewan, gas, dan asap.

  • Konsumsi obat-obatan tertentu.

  • Genetik.

  • Penyakit gastroesophageal reflux (GERD).

Baca juga: Selain Kebiasaan Merokok, Ini 6 Faktor Risiko Fibrosis Paru

 

Penyebab Fibrosis Paru

Fibrosis paru dapat melukai dan mempertebal jaringan di sekitar dan di antara kantung udara (alveoli) di paru-paru pengidap. Kondisi ini membuat oksigen lebih sulit lagi untuk masuk ke aliran darah. Pada kebanyakan kasus, penyebab fibrosis paru tidak diketahui. Namun, ada berbagai faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya fibrosis paru.

Baca juga: Fibrosis Paru Menyerang Anak, Apa Sebabnya?

 

Gejala Fibrosis Paru

Berikut adalah gejala fibrosis paru yang perlu diwaspadai:

  • Napas yang pendek hingga pengidap mengalami kesulitan bernapas dengan baik (dyspnea), bahkan ketika melakukan aktivitas yang tergolong ringan, misalnya berpakaian. Tidak sedikit orang yang menganggap gejala ini sebagai akibat dari pertambahan usia atau kurangnya olahraga.

  • Kelelahan.

  • Batuk kering.

  • Nyeri otot dan sendi.

  • Berkurangnya berat badan tanpa sebab yang jelas.

 

Diagnosis Fibrosis Paru

Untuk mendiagnosis fibrosis paru, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik terlebih dahulu dengan menanyakan riwayat kesehatan kamu dan keluarga, pekerjaan, kesibukan sehari-hari, hingga gaya hidup seperti apakah kamu merokok. Setelah itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik. Dengan menggunakan stetoskop, dokter akan mendengarkan paru-paru kamu dengan saksama saat kamu bernapas.

Dokter juga bisa menyarankan pemeriksaan lanjutan berikut:

  • X-ray (rontgen) dada.

  • Tes pernapasan untuk memeriksa kerusakan paru.

  • Tes darah untuk memeriksa kadar oksigen dalam darah, penyakit autoimun, dan kemungkinan infeksi.

  • CT Scan resolusi tinggi (HRCT) pada dada.

  • Biopsi paru.

  • Tes olahraga untuk memeriksa seberapa, baik kemampuan paru memindahkan oksigen dan karbon dioksida masuk dan keluar aliran darah.

 

Komplikasi Fibrosis Paru

Komplikasi yang mungkin bisa terjadi jika fibrosis paru tidak segera diobati adalah sebagai berikut :

  • Komplikasi paru-paru. Ketika fibrosis paru berkembang, hal ini dapat menyebabkan komplikasi, seperti penggumpalan darah di paru-paru, infeksi paru-paru, ataupun paru-paru yang gagal berfungsi.

  • Gagal pernapasan sebagai akibat penyakit paru yang parah, ketika kadar oksigen di paru-paru berada di level yang sangat rendah

  • Tekanan darah tinggi dalam paru-paru atau hipertensi pulmonal ketika jaringan parut memengaruhi pembuluh darah paru dan menyebabkan aliran darah terganggu.

  • Gagal jantung sisi kanan atau cor pulmonale, yaitu disebabkan oleh ventrikel jantung sebelah kanan bawah yang bekerja terlalu keras memompa darah melalui pembuluh darah paru yang tersumbat.

  • Kanker paru-paru. Fibrosis paru yang berlangsung lama juga bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker paru-paru.

 

Pengobatan Fibrosis Paru

Tidak ada obat yang dapat menyembuhkan fibrosis paru. Ketika jaringan paru sudah menjadi parut, maka tidak bisa dikembalikan lagi. Tujuan pengobatan adalah untuk memperlambat progres penyakit. Beberapa pengidap fibrosis paru idiopatik hanya dapat hidup 3-5 tahun setelah diagnosis ditegakkan.

Pengidap fibrosis paru juga mungkin memerlukan oksigen tambahan untuk membantu bernapas. Selain itu, obat anti inflamasi juga diperlukan untuk mengurangi peradangan dan memperlambat progres penyakit. Transplantasi paru juga merupakan salah satu pilihan pengobatan. Sebaiknya, transplantasi paru sudah mulai dipertimbangkan sejak awal fibrosis paru didiagnosis.

 

Pencegahan Fibrosis Paru

Cara terbaik untuk mencegah fibrosis paru adalah dengan menghindari faktor-faktor yang menjadi penyebabnya:

  • Hindari merokok dan asap rokok, baik asap tangan kedua maupun ketiga.

  • Hindari lingkungan yang banyak polutan.

  • Aktif dan berolahraga teratur agar paru-paru lebih kuat, sehingga lebih mudah bernapas.

Baca juga: Cegah Fibrosis Paru dengan Menerapkan Gaya Hidup Sehat

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter apabila merasakan gejala fibrosis paru di atas. Penanganan yang tepat dapat meminimalisir akibat, sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Pulmonary fibrosis - Symptoms and causes.
Healthline. Diakses pada 2019. Pulmonary Fibrosis: Definition and Patient Education.

Diperbarui pada 26 November 2019.