16 October 2018

Jangan Galau, Ini Alasan Pria Sulit Move On

Jangan Galau, Ini Alasan Pria Sulit Move On

Halodoc, Jakarta – Tak semua kisah percintaan berakhir indah. Ada beberapa kondisi yang akhirnya membuat sepasang kekasih harus berpisah. Situasi ini dapat membuat seseorang menjadi patah hati saat putus cinta. Meski sulit, kamu harus move on agar tidak larut dalam rasa sedih dan kecewa.

Kenapa Putus Cinta Terasa Menyakitkan?

Rasa sakit yang muncul saat putus cinta bisa dijelaskan secara ilmiah. Saat berpisah dengan orang yang kita sayangi dapat merangsang otak untuk mengirimkan sinyal rasa sakit ke seluruh tubuh. Putus cinta menyebabkan kadar hormon bahagia dalam tubuh menurun (dopamin dan oksitosin), tetapi kadar hormon stres meningkat (kortisol). Ini alasan saat putus cinta kamu akan merasakan sakit, sedih, marah, dan kecewa. Pada beberapa orang, putus cinta dapat membuat sakit kepala, kehilangan nafsu makan, susah tidur, dan nyeri dada (sindrom patah hati).

Apa yang Membuat Pria Sulit Move On?

Ada beberapa alasan yang membuat pria lebih sulit move on dibanding wanita. Berikut ini di antaranya:

1. Pria Lebih Tertutup dengan Perasaannya

Bukan rahasia lagi jika wanita lebih mudah mengungkapkan perasaannya dibanding pria, termasuk saat putus cinta. Hal ini yang membuat wanita lebih mudah move on dibanding pria. Mereka bisa segera “lepas” dari perasaan sedih dan kecewanya setelah bercerita tentang yang terjadi dengan hubungannya. Sedangkan, pria lebih tertutup dengan perasaannya dan memilih menyimpan kesedihannya sendiri. Perasaan terpendam ini yang membuat pria sulit move on.

2. Pria Sulit Memulai Hubungan yang Baru

Sebuah studi dari Universitas Carnegie Mellon, Amerika Serikat mengungkapkan bahwa wanita lebih mudah beradaptasi setelah putus cinta. Alasannya saat menjalin hubungan, wanita sudah memikirkan kemungkinan terburuk saat menjalin hubungan. Sedangkan, pria cenderung menjalani hubungan tanpa memikirkan kemungkinan ke depannya. Alasan lain yang membuat pria sulit memulai hubungan baru adalah perasaan trauma akibat hubungan yang kandas. Hal ini membuat wanita lebih mudah move on dan berani memulai hubungan yang baru dibanding pria.

Apa yang Harus Dilakukan agar Cepat Move On?

Meski sedih, jangan sampai putus cinta yang dialami berdampak negatif terhadap kesehatan dan kehidupanmu. Bagaimanapun, kamu tetap memiliki kehidupan yang harus terus dijalani meski sedang putus cinta. Lantas, apa yang harus dilakukan agar cepat move on dari mantan?

  • Tenangkan diri sejenak sebelum menuliskan sesuatu di media sosial. Jika kamu sulit mengatasi amarah dan rasa kecewa saat putus cinta, hindari media sosial atau internet. Tak jarang, seseorang meluapkan kata-kata negatif di media sosial saat putus cinta.
  • Olahraga, seperti jalan kaki, berenang, yoga dan olahraga lain yang kamu suka. Selain menyehatkan, olahraga bisa merangsang produksi hormon bahagia yang mengurangi stres dan perasaan sedih akibat putus cinta.
  • Bertemu teman dan keluarga dapat membantu mengalihkan perasaan sedih yang sedang dirasakan. Selain itu, bertemu teman dan keluarga bisa mempererat hubungan persaudaraan yang sempat renggang.
  • Curhat untuk menumpahkan kesedihan yang dirasakan. Hal ini membantu melegakan perasaan sedih yang dirasakan.
  • Alihkan pikiran dengan kegiatan menyenangkan, seperti berjalan-jalan, bermain musik, mendengarkan lagu, dan membaca buku.

Itulah tiga alasan pria lebih sulit move on. Jika putus cinta membuat kamu sulit tidur dan kehilangan nafsu makan, segeralah berbicara dengan dokter Halodoc. Situasi ini bisa berdampak buruk pada kesehatan kamu jika dibiarkan. Kamu bisa memanfaatkan fitur Contact Doctor di aplikasi Halodoc. Melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa berbicara pada dokter atau psikolog kapan saja dan di mana saja melalui Chat, Voice/Video Call. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play sekarang juga!

Baca juga: