• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jangan Galau, Ini Alasan Pria Sulit Move On

Jangan Galau, Ini Alasan Pria Sulit Move On

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta – Komitmen merupakan salah satu hal yang penting dalam sebuah hubungan. Komitmen dapat membuat ikatan sebuah hubungan menjadi semakin erat. Namun, saat hubungan tersebut harus kandas karena satu dan lain hal, rasa galau dan susah move on mungkin saja terjadi.

Banyak orang yang menganggap wanita lebih cepat untuk melepaskan semua kenangan yang pernah dilaluinya dibandingkan dengan pria. Anggapan pria lebih sulit untuk move on memang sudah umum. Namun, apa alasan yang membuat move on menjadi sulit? Berikut adalah pembahasan lengkap tentang alasan pria lebih sulit untuk move on dari pasangannya pasca putus!

Baca juga: Tips Ampuh Move On dari Mantan Kekasih

Alasan Pria Sulit Move On setelah Putus

Hubungan yang telah terjalin dalam waktu yang tidak sebentar pasti meninggalkan banyak kenangan manis. Walau begitu, kesedihan yang timbul seharusnya tidak berlarut-larut agar produktivitas tetap berjalan seperti biasa. Kamu harus benar-benar berusaha keras melupakan semua ingatan tentang hubungan yang telah berlalu.

Saat seseorang putus cinta, rasa sakit yang timbul dapat dijelaskan secara ilmiah. Hal tersebut disebabkan rangsangan yang diterima otak untuk mengirimkan sinyal rasa sakit ke seluruh tubuh. Selain itu, kadar hormon bahagia akan menurun dan kadar hormon stres akan naik. Itulah alasan seseorang yang putus cinta merasakan sakit, sedih, kecewa, dan marah.

Memang, sulit untuk move on setelah menjalankan hubungan yang lama. Disebutkan juga move on akan lebih sulit bagi seroang pria. Terdapat beberapa alasan pria lebih sulit untuk move on, sehingga membutuhkan waktu yang relatif lebih lama walaupun tidak ditunjukkan.

1. Pria Lebih Tertutup dengan Perasaannya

Salah satu penyebab pria lebih sulit untuk move on setelah putus adalah perasaannya yang terbilang lebih tertutup. Faktor tersebut yang membuat wanita lebih mudah untuk terus melanjutkan hidup dibandingkan pria. Pria lebih cenderung menutupi perasaannya dan menyimpan rasa sedihnya sendiri yang akhirnya lebih sulit untuk move on.

2. Pria Lebih Sulit Memulai Hubungan yang Baru

Penyebab lainnya pria lebih sulit untuk move on adalah karena lebih sulit untuk memulai hubungan yang baru. Disebutkan bahwa wanita lebih mudah beradaptasi pasca putus cinta. Alasannya adalah wanita sudah memikirkan kemungkinan yang paling buruk ketika menjalani hubungan. Sedangkan, beberapa pria kerap tidak memikirkan kemungkinan yang akan terjadi. Selain itu, trauma setelahnya juga dapat membuat lebih sulit melupakan apa yang sudah dilalui.

3. Wanita yang Diidam-idamkan Selama Ini

Alasan pria sulit untuk move on lainnya adalah mantan pasangannya adalah tipe wanita yang diidam-idamkan selama ini. Wanita ini telah mewakili segalanya dari segi fisik dan sifat bawaannya. Mungkin saja sang pria telah berusaha untuk mempersiapkan diri agar berkomitmen lebih serius. Walau begitu, kenyataannya tidak sesuai rencana sehingga lebih sulit untuk melupakan kenangan yang pernah terjadi.

Mungkin kamu kebingungan untuk bercerita dengan siapa setelah putus dari pasanganmu. Kamu enggak perlu khawatir, psikolog dari Halodoc siap mendengarkan segala hal yang kamu rasakan agar lebih cepat untuk move on. Caranya mudah, kamu cukup download aplikasi Halodoc di smartphone yang digunakan!

Baca juga: Begini Cara Cepat Move On Gara-Gara Ditinggal Mantan Nikah

Apa yang Harus Dilakukan agar Pria Cepat Move On?

Memang wajar jika mengalami perasaan sedih setelah putus, tetapi jangan sampai memberikan dampak negatif pada karir dan kesehatanmu. Masih ada hal-hal penting lainnya yang harus dilakukan walaupun perasaanmu sedang tidak karuan. Lalu, hal apa saja yang dapat dilakukan agar lebih cepat untuk move on?

  • Sangat penting untuk menenangkan diri sejenak dan hindari media sosial untuk sesaat. Hal tersebut menghindari amarah dan rasa kecewa saat putus cinta yang tidak karuan untuk ditumpahkan ke media sosial. Hindari mengatakan hal-hal yang negatif di media sosial saat putus cinta.

  • Cobalah untuk berolahraga, seperti jalan kaki, berenang, yoga dan olahraga lain yang kamu suka. Dengan berolahraga, tubuhmu akan lebih sehat dan bisa merangsang produksi hormon bahagia yang mengurangi perasaan stres dan perasaan sedih akibat putus cinta.

  • Lakukan hal-hal yang kamu sukai dan dapat mengalihkan pikiran negatif yang sedang berkecamuk, seperti mendengarkan lagu, membaca buku, berjalan-jalan, dan bertemu dengan teman. Selain itu, kamu juga dapat bercerita tentang perasaanmu pada orang-orang yang dipercaya.

Baca juga: Menjalin Cinta dengan Mantannya Sahabat, Bolehkah?

Itulah beberapa alasan pria lebih sulit move on dibandingkan dengan wanita pasca putus cinta. Memang tidak ada yang mudah setelah kamu berkomitmen serius dengan seseorang, tapi berusahalah sebaik mungkin agar tidak menjadi efek domino dalam kehidupanmu.

 

Referensi:
Elite Daily. Diakses pada 2020. 7 Reasons Why Men Have A Harder Time Letting Go Than Women
Relationship rules. Diakses pada 2020. 15 Reasons Why Breakups Are Harder on Men