06 June 2018

Jangan Langsung Dimarahi, 3 Penyebab Anak Tidak Bisa Diam

Jangan Langsung Dimarahi, 3 Penyebab Anak Tidak Bisa Diam

Halodoc, Jakarta - Tak sedikit orangtua yang kewalahan menangani anak yang tidak bisa diam. Khusus untuk anak yang cerewet dan sering bertanya banyak hal, orangtua sering kehilangan kesabaran dalam menjawab pertanyaan Si Kecil. Bahkan, ada juga orangtua yang memarahi Si Kecil karena geregetan.

Selain cerewet, ada pula tipe anak yang tidak bisa diam dan aktif sepanjang hari. Bermain bola, memanjat pohon, berlarian di dalam rumah, mengejar kucing liar di halaman rumah, dan kegiatan fisik lain yang dilakukan tanpa henti. Biasanya anak yang berperilaku seperti ini disebut anak hiperaktif. Tentunya orangtua ataupun pengasuh bisa kelelahan mengikuti ritme anak yang menguras energi ini.

Anak Hiperaktif, Wajarkah?

Selain menghindari sikap reaktif, kamu perlu berhati-hati ketika menganalisis apa yang terjadi pada anak hiperaktif. Kamu juga tak boleh langsung mengecap perilaku Si Kecil sebagai sebuah kelainan sebelum berdiskusi dengan dokter anak dan ahli psikologi anak. Namun sebetulnya, apakah memiliki sikap hiperaktif adalah hal yang wajar pada anak-anak?

Bisa jadi iya. Anak yang sedang dalam masa pertumbuhan memang memiliki banyak energi, sehingga wajar jika Si Kecil sangat aktif. Namun, yang perlu kamu perhatikan adalah apakah perilaku hiperaktif Si Kecil sampai menimbulkan masalah di sekolah dan di rumah? Jika iya, maka kamu perlu mengetahui hal yang mungkin menjadi penyebab anak tidak bisa diam.

Pengaruh Penyakit Fisik

Masalah dalam fungsi fisik anak tentunya bisa memengaruhi mood dan keaktifan Si Kecil, seperti demam atau sakit gigi yang membuat Si Kecil lesu dan kurang bersemangat. Nah, dalam kasus ini, hiperaktif bisa jadi merupakan gejala dari penyakit lain seperti hipertiroidisme dan kelainan telinga bagian dalam.

Hipertiroidisme adalah kondisi ketika kelenjar tiroid menghasilkan terlalu banyak hormon tiroksin. Penyakit ini memang jarang menjangkit anak-anak. Namun, ketika mengidap hipertiroidisme, anak yang semula tak terlalu aktif bisa berubah menjadi hiperaktif. Selain itu, Si Kecil juga lebih sering merasa cemas.

(Baca juga: Apakah Anak Ibu Mengalami Depresi? Bantu Kondisinya dengan Tips Berikut)

Sementara anak yang memiliki kelainan pada telinga bagian dalam juga menjadi lebih aktif. Gangguan pendengaran dan pusat keseimbangan tubuh bisa memicu anak untuk terus bergerak.

ADHD

Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) adalah gangguan pada kinerja otak anak, yang menyebabkan anak menjadi hiperaktif dan tidak bisa diam. Kerja otak anak yang mengidap ADHD bisa dianalogikan seperti kendaraan di lampu merah.

Otak pengidap ADHD sedikit lebih lambat ketika ingin memulai berjalan saat lampu hijau. Ia juga kesulitan untuk berhenti saat lampu berubah menjadi merah. Inilah sebabnya anak yang mengidap ADHD kesulitan untuk fokus pada satu hal di waktu yang relatif lama, sangat aktif, dan impulsif.

Gejala ini bisa bervariasi pada rentang usia yang berbeda-beda. Misalnya, anak usia balita yang mengidap ADHD mungkin lebih ceroboh dan sering terjatuh. Sementara, anak usia SD gejalanya adalah tak bisa duduk diam di kursi untuk mengikuti pelajaran hingga selesai.

Meski hiperaktif merupakan gejala dari ADHD, bukan berarti semua anak yang hiperaktif pasti mengidap ADHD. Untuk memastikan lebih jauh, kamu bisa mendiskusikan gejala yang terlihat dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah.

Pengaruh Zat Aditif Makanan

Riset menunjukkan bahwa zat aditif makanan bisa memicu pengidap ADHD lebih hiperaktif. Zat aditif makanan ini antara lain seperti pewarna, pemanis, dan pengawet buatan. Meski begitu, persentase anak yang menjadi lebih hiperaktif setelah mengonsumsi makanan dengan zat aditif cenderung kecil.

Terlepas dari hal ini, mengurangi konsumsi zat aditif tetap merupakan hal yang baik, karena zat aditif bisa memicu penyakit jika dikonsumsi dalam jangka waktu lama.

Cara Menghadapi Anak Hiperaktif

Setelah mengetahui hal-hal yang mungkin menyebabkan anak bersikap hiperaktif, orangtua juga perlu belajar untuk menghadapi Si Kecil ketika sedang tidak bisa diam. Cara menghadapi anak hiperaktif, antara lain:

  • Belajar mengendalikan emosi.
  • Perhatikan perilaku anak dan catat perubahan yang terjadi.
  • Bicara pada guru untuk mengetahui perilaku Si Kecil di sekolah.
  • Berdiskusi dengan orangtua lain yang juga memiliki anak hiperaktif.
  • Bertanya dan memastikan kondisi Si Kecil pada dokter anak lebih dulu untuk mengetahui kemungkinan anak terkena hipertiroidisme atau gangguan telinga bagian dalam.
  • Berdiskusi dengan psikolog anak untuk mendiagnosis kemungkinan ADHD pada anak.

Meski repot dan melelahkan, ibu dan ayah tetap harus bersabar dan tak boleh memarahi Si Kecil jika ia tidak bisa diam. Hindari bersikap reaktif dan pupuk kebiasaan untuk mencari tahu penyebab sikap menjengkelkan Si Kecil. Termasuk mencari tahu penyebab anak tidak bisa diam. Karena itu, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!