05 June 2018

Jangan Merokok di Depan Anak-Anak, Asapnya Picu Rheumatoid Arthritis

Jangan Merokok di Depan Anak-Anak, Asapnya Picu Rheumatoid Arthritis

Halodoc, Jakarta - Merokok adalah kebiasaan buruk perusak kesehatan yang sayangnya masih seringkali dilakukan banyak orang. Tidak hanya berbahaya bagi para perokok aktif, perokok pasif atau mereka yang hanya menghirup asap rokok memiliki risiko yang sama. Apalagi jika kegiatan ini dilakukan di depan anak-anak, hal ini dapat mengundang penyakit datang menyerang di kemudian hari. Menurut penelitian, anak-anak, terutama anak perempuan, yang terpapar asap rokok di masa kanak-kanak menghadapi risiko terkena arthritis lebih besar di kemudian hari.

Pernyataan bahwa asap rokok pemicu rheumatoid arthritis ini bukan tanpa alasan. Menurut para ahli, paparan tembakau di awal kehidupan melalui perokok pasif di masa kanak-kanak mengalami peningkatan risiko pengembangan Rheumatoid Arthritis (RA) dan Ankylosing Spondylitis (AS).

Rheumatoid Arthritis (RA) adalah penyakit autoimun yang mengakibatkan peradangan dalam waktu yang lama pada area sendi. Penyakit ini menyerang persendian, biasanya mengenai banyak sendi, terjadi pada sendi di kedua sisi tubuh, seperti tangan, pergelangan tangan atau lutut. Sementara itu Ankylosing Spondylitis adalah radang sendi yang mempengaruhi tulang belakang dan sendi besar. Perokok pasif di masa kanak-kanak secara signifikan meningkatkan risiko Rheumatoid Arthritis pada perokok dewasa.

Hal yang menjadi dasar anggapan asap rokok pemicu rheumatoid arthritis adalah kandungan zat berbahaya di dalamnya yang mampu menyebabkan seseorang mengalami peradangan di area sendi yang memicu gejala penyakit ini.  Sifat rokok yang memicu iritasi dan peradangan pada akhirnya membuat anak-anak yang kerap bermain di area yang terpapar asap rokok dapat mengalami penyakit ini.

Penyebab Rheumatoid Arthritis

Pada dasarnya, sendi manusia memiliki lapisan atau membran sinovial yang berfungsi untuk melindungi sendi agar tulang, otot, dan jaringan lain di sekitar persendian tidak saling bergesekan satu sama lain. Mereka yang mengidap penyakit ini juga mengalami kelainan. Kelainan tersebut membuat sistem pertahanan tubuh menganggap membran sinovial di sendi sebagai ‘benda yang asing’ bagi tubuh sehingga harus dilawan. Hal ini yang menyebabkan sendi-sendi mengalami peradangan. Hingga kini, penyebab dari gangguan sistem pertahanan tubuh tersebut diduga lebih mudah menyerang beberapa orang seperti wanita, usia 40–60 tahun, pemilik riwayat penyakit ini dalam keluarga, atau sering terpapar asap rokok.

Gejala Rheumatoid Arthritis

Penyakit ini biasanya memunculkan gejala pada area sendi jari-jari tangan, pergelangan tangan, pundak, siku, dan pergelangan kaki. Peradangan yang terjadi akan ditandai dengan kemerahan, bengkak, dan nyeri pada daerah sendi yang terkena. Para pengidapnya sering merasakan gejala seperti kekakuan sendi pada pagi hari. Meski terkesan wajar tetapi pada pengidap penyakit ini, kekakuan sendi dapat berlangsung hingga lebih dari satu jam. Tak jarang, pengidap rheumatoid arthritis merasa mudah lelah, badan sering demam atau meriang, dan merasa malas untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Tidak hanya membahayakan sendi, penyakit rheumatoid arthritis dapat menyerang area lain, seperti:

  • Gangguan pada paru dan selaput pembungkus paru (pleura), kondisi ini ditandai dengan keluhan nyeri dan sulit bernapas.

  • Gangguan pada selaput pembungkus jantung (perikardium), kondisi ini ditandai dengan keluhan sesak dan lemas karena tekanan darah cenderung turun.

  • Gangguan penglihatan yang menyerang lapisan putih mata (sklera), kondisi ini menyebabkan mata merah, nyeri, dan tajam penglihatan berkurang.

Kini kamu sudah tahu asap rokok pemicu rheumatoid arthritis, oleh karena itu segera hentikan kebiasaan merokok atau merokok di dekat anak-anak. Bila kamu ingin mengetahui lebih banyak terkait dengan bahaya asap rokok, kamu bisa bertanya langsung pada dokter yang ada di Halodoc. Halodoc merupakan aplikasi kesehatan terbaru yang akan menghubungkan kamu dengan dokter pilihan melalui chat, voice, atau video call melalui menu Contact Doctor. Yuk download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play.

Baca Juga: