• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jangan Panik, Begini Cara Umum Penanganan Listeriosis

Jangan Panik, Begini Cara Umum Penanganan Listeriosis

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Sejak kecil, orangtua pasti selalu mengingatkan anaknya untuk berhati-hati saat membeli makanan dari pedagang kaki lima. Pasalnya beberapa pedagang kaki lima memang terbukti kurang memperhatikan kebersihan makanan yang mereka jual, sehingga pembeli bisa saja terkena penyakit akibat makanan yang kurang bersih tersebut. 

Salah satu penyakit yang bisa terjadi akibat kontaminasi bakteri pada makanan adalah listeriosis. Meski terhitung jarang terjadi, penyakit akibat bakteri Listeria monocytogenes ini tercatat memiliki angka kematian yang tinggi. Oleh karena itu, penanganan cepat dan tepat saat seseorang terkena penyakit ini adalah hal yang wajib dilakukan guna mencegah komplikasi yang tidak diinginkan. 

Baca juga: Faktor yang Meningkatkan Risiko Listeriosis  

Begini Cara Mengobati Listeriosis

Mengutip dari Centers for Disease Control and Prevention, diperkirakan ada 1.600 orang mengalami listeriosis setiap tahun, dan sekitar 260 di antaranya meninggal. Infeksi ini paling mungkin menyerang wanita hamil dan bayi mereka yang baru lahir. Orang dewasa berusia 65 tahun atau lebih, dan orang dengan sistem kekebalan yang lemah juga bisa berisiko mengalami kefatalan jika terinfeksi penyakit ini. 

Pengobatan untuk atasi infeksi listeria bervariasi, tergantung pada tingkat keparahan tanda dan gejala. Kebanyakan orang dengan gejala ringan tidak memerlukan pengobatan. Sementara mereka yang alami gejala yang lebih serius dapat diobati dengan antibiotik.

Seperti Apa Gejala Listeriosis?

Jika kamu mengalami infeksi listeria, ada beberapa gejala yang akan kamu alami, antara lain: 

  • Demam.
  • Panas dingin.
  • Nyeri otot.
  • Mual.
  • Diare.

Gejala mungkin akan dimulai beberapa hari setelah kamu makan makanan yang terkontaminasi. Namun, rentang antara makan makanan yang terkontaminasi hingga kemunculan gejala juga bisa memakan waktu 30 hari atau lebih. Apabila infeksi listeria telah menyebar ke sistem saraf, gejalanya akan semakin parah, seperti: 

  • Sakit kepala.
  • Leher kaku.
  • Kebingungan atau perubahan kewaspadaan.
  • Kehilangan keseimbangan.
  • Kejang.

Baca juga: Inilah Cara Tepat Mencegah Listeriosis

Sementara jika listeria terjadi selama kehamilan, infeksi listeria cenderung hanya menyebabkan tanda dan gejala ringan pada ibu. Namun, konsekuensinya akan sangat berbahaya bagi bayi. Bakteri ini bahkan bisa menyebabkan bayi meninggal dalam kandungan atau mengalami infeksi yang mengancam jiwa dalam beberapa hari setelah dilahirkan. Jika ibu hamil terinfeksi listeriosis, ada beberapa gejala yang akan terjadi, misalnya: 

  • Tidak nafsu makan. 
  • Sensitif dan mudah marah.
  • Demam.
  • Muntah.
  • Sulit bernapas.

Apabila kamu mengalami gejala yang mirip seperti yang disebutkan sebelumnya, jangan tunda lagi untuk memeriksakannya ke dokter. Kamu juga bisa berdiskusi terlebih dahulu dengan dokter di Halodoc untuk memastikannya. Dokter di Halodoc akan selalu siaga memberikan saran kesehatan yang kamu butuhkan. 

Komplikasi Listeriosis

Kebanyakan infeksi listeria sangat ringan, sehingga tidak terdeteksi. Namun, dalam beberapa kasus, infeksi listeria dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa, termasuk:

  • Infeksi darah umum.
  • Radang selaput dan cairan yang mengelilingi otak (meningitis).

Baca juga: Ketahui Lebih Lanjut Tentang Penyebab Listeriosis

Adalah Langkah Pencegahan Listeriosis?

Untuk mencegah infeksi listeria, kamu bisa ikuti pedoman berikut saat makan: 

  • Jaga Kebersihan. Cuci tangan secara menyeluruh dengan air hangat dan sabun sebelum dan sesudah menangani atau menyiapkan makanan. Setelah memasak, gunakan air panas untuk mencuci peralatan, talenan, dan permukaan persiapan makanan lainnya.
  • Gosok Sayuran Mentah. Bersihkan sayuran mentah dengan sikat atau sikat sayuran di bawah air yang banyak.
  • Masak Hingga Matang. Gunakan termometer makanan untuk memastikan hidangan daging, unggas, dan telur dimasak dengan suhu yang aman.

Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2020. Listeria (Listeriosis).
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Listeria Infection
World Health Organization. Diakses pada 2020. Listeriosis.