Jangan Sembarangan, Begini Cara Diet Saat Puasa

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Jangan Sembarangan, Begini Cara Diet Saat Puasa

Halodoc, Jakarta – Beberapa orang menjadikan puasa sebagai salah satu jalan untuk diet. Tentu saja ini tidak salah, asal benar-benar dilakukan dengan mempertimbangkan kesehatan. Saat kamu secara dramatis mengurangi asupan kalori, kamu akan menurunkan berat badan.

Namun, kondisi itu juga bisa menyebabkan semua jenis masalah kesehatan, termasuk kehilangan otot. Selanjutnya, ketika kamu mulai berpuasa, tubuh masuk ke mode konservasi, yaitu membakar kalori lebih lambat.

Perlu diingat bahwa berat awal yang hilang saat puasa terutama adalah cairan atau "berat air," bukan lemak. Dan ketika kamu kembali makan, berat badan yang turun biasanya akan kembali.

Baca juga: 4 Kalori Camilan Khas Buka Puasa

Tidak hanya sebagian besar orang mendapatkan kembali berat badan yang hilang saat puasa, mereka cenderung menambah beberapa kilo karena metabolisme yang lebih lambat membuatnya lebih mudah untuk menambah berat badan. Lebih buruk lagi, berat yang diperoleh kembali kemungkinan semua otot yang hilang lemak harus ditambahkan kembali di gym.

Baca juga: Berencana Diet saat Puasa, Begini Caranya

Efek samping dari puasa termasuk pusing, sakit kepala, gula darah rendah, nyeri otot, lemah, dan kelelahan. Puasa yang berkepanjangan dapat menyebabkan anemia, sistem kekebalan yang melemah, masalah hati dan ginjal, dan detak jantung yang tidak teratur.

Puasa juga dapat menyebabkan defisiensi vitamin dan mineral, kerusakan otot, dan diare. Ketika kamu minum ramuan pencahar selama puasa, maka ada peningkatan risiko ketidakseimbangan cairan dan dehidrasi. Risiko semakin rumit dan parah saat lama berpuasa, atau jika kamu berulang kali berpuasa.

Karenanya, jangan sembarangan, begini cara diet saat puasa:

  1. Makanlah Jumlah Kecil di Hari-Hari Puasa

Secara umum, puasa melibatkan penghapusan sebagian atau semua makanan dan minuman untuk jangka waktu tertentu. Meskipun kamu dapat menghapus makanan sama sekali pada hari-hari puasa, tapi tetap saja saat berbuka jumlah makanan yang dimakan bisa jadi lebih banyak ketimbang saat tidak puasa. Jika kamu ingin mencoba diet saat puasa, batasilah kalori yang dimakan.

  1. Tetap Aktif

Mengurangi jumlah kalori yang dimakan dan menjalankan puasa tidak bisa menjadi satu-satu cara untuk menurunkan berat badan. Kamu tetap perlu aktif berolahraga supaya tubuh tetap fit. Dengan tetap aktif, dapat mengalihkan kamu dari kelaparan. Namun, jangan terlalu banyak menggunakan energi karena bisa jadi kelelahan.

  1. Jangan Berbuka Puasa dengan Pesta Pora

Jangan berbuka puasa dengan makan banyak. Ini bisa menggoda setelah periode pembatasan untuk merayakan dengan makan-makanan yang sangat besar. Selain itu, berbuka puasa dengan pesta bisa membuat kamu merasa kembung dan lelah.

Menurunkan berat badan, berpesta dapat membahayakan tujuan jangka panjang dengan memperlambat atau menghentikan penurunan berat badan. Karena kuota kalori secara keseluruhan memengaruhi berat badan dan mengonsumsi kalori berlebih setelah puasa akan mengurangi defisit kalori. Cara terbaik untuk berbuka puasa adalah dengan terus makan secara normal dan kembali ke rutinitas makan rutin.

Baca juga: Sedang Diet, Coba 3 Menu Sahur Ini

  1. Makan Makanan dengan Protein Cukup

Kekurangan kalori dapat menyebabkan kamu kehilangan otot selain lemak. Salah satu cara untuk meminimalkan kehilangan otot saat puasa adalah memastikan kamu mengonsumsi cukup protein. Selain itu, jika kamu makan dalam jumlah kecil pada hari-hari puasa, termasuk beberapa protein dapat menawarkan manfaat lain, termasuk mengelola rasa lapar.

Mengonsumsi sekitar 30 persen kalori makanan dari protein dapat secara signifikan mengurangi nafsu makan. Karena itu, makan beberapa protein pada hari-hari puasa dapat membantu mengimbangi beberapa efek samping puasa.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai cara diet yang benar saat puasa, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.