• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jangan Sembarangan, Ini 6 Fakta Penting Tentang Herpes Genital

Jangan Sembarangan, Ini 6 Fakta Penting Tentang Herpes Genital

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Jangan Sembarangan, Ini 6 Fakta Penting Tentang Herpes Genital

Halodoc, Jakarta – Herpes genital adalah penyakit kelamin yang disebabkan oleh virus herpes simplex (HSV). Kondisi ini umumnya ditandai dengan bentol-bentol berair pada alat kelamin, anus, atau mulut. Herpes genital bisa menyebar melalui sentuhan, walau lebih sering menyebar melalui hubungan seksual.

Herpes genital bisa dialami wanita maupun laki-laki yang aktif berhubungan intim. Kendati demikian, wanita lebih berisiko mengalami virus ini dibanding laki-laki. Perlu diwaspadai bahwa seorang ibu yang mengalami herpes genital juga bisa menularkannya pada bayinya saat melakukan persalinan normal.

Baca juga: Penyebab Wanita Lebih Mudah Alami Herpes Genital

Fakta Penting Seputar Herpes Genital

Supaya kamu lebih waspada terhadap penyakit ini, berikut fakta seputar herpes genital yang perlu kamu ketahui lebih lanjut:

1. Termasuk Penyakit Kronis

Gangguan herpes genital, meskipun jarang menyebabkan kematian, penyakit ini bersifat kronis. Kondisi ini dapat bertahan selama bertahun-tahun bahkan seumur hidup. Penyakit ini menular melalui kontak seksual dan dapat dialami oleh pria maupun wanita. Meski pengobatan dapat membantu, jika sudah terkena, virus akan tetap ada dalam tubuh sehingga penyakit ini tidak bisa diobati secara permanen.

2. Bisa Menular Melalui Hubungan Intim Oral

Penyakit menular seksual tidak selalu tertular melalui hubungan intim. Herpes genital bisa menyebar selama aktivitas intim oral jika kamu atau pasangan kamu mengalami herpes simplex virus tipe 1 (HSV-1).

Baca juga: Ini Pengobatan Rumahan untuk Atasi Herpes Genital

3. Pengobatan Hanya Mengurangi Kekambuhan

Seperti yang dituliskan sebelumnya, virus herpes genital tidak dapat diobati secara permanen. Ia akan tetap ada di dalam tubuh jika sudah terkena virus. Obat-obatan hanya sekadar mengurangi kekambuhan penyakit ini. Herpes genital bersifat periodik, kemunculannya bergantung pada daya tahan tubuh pengidap. Bagi pengidap dewasa, herpes genital tidak berbahaya ataupun menyebabkan kematian. Namun pada ibu hamil, yang baru saja mengalami virus HSV akan sangat berbahaya bagi bayinya.

4. Terjangkit Herpes Bukan Berarti Selingkuh

Kamu bisa saja terinfeksi herpes genital pada usia 20 tahun dan virusnya akan muncul lagi saat berumur 40 tahun. Virus bisa tetap berada di sistem tubuh meskipun tidak aktif. Dalam beberapa kasus, kehidupan yang penuh stres dan penyakit lainnya dapat memancing virus ini untuk muncul.

5. Herpes Tidak Memengaruhi Kesuburan

Perlu kamu ketahui bahwa penyakit herpes genital tidak dapat memengaruhi kesuburan. Herpes tidak memengaruhi kesuburan kamu dan ada banyak cara untuk memastikan virusnya tidak terkena bayi kamu.

6. Ada Faktor Risiko

Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami herpes genital, yaitu:

  • Jenis kelamin. Berdasarkan kasus yang sudah terjadi, terlihat bahwa wanita lebih mudah mengalami infeksi herpes dibanding laki-laki.
  • Memiliki pasangan seksual lebih dari satu. Risiko kamu semakin meningkat dengan bertambahnya jumlah pasangan kamu. Penting untuk melakukan hubungan intim yang aman dan melakukan pemeriksaan secara teratur.
  • Sistem imun lemah. Hal ini membuat kamu lebih rentan terhadap infeksi virus.

Baca juga: Harus Tahu, Inilah 4 Komplikasi Akibat Herpes Genital

Itulah yang perlu kamu ketahui mengenai herpes genital. Selain menghindari risikonya, kamu juga perlu menerapkan pola hidup sehat untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Mengonsumsi vitamin juga penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh. Jika stok habis, segera isi ulang dengan membelinya di toko kesehatan Halodoc. Tak perlu antre di apotek, tinggal klik lalu pesanan akan segera di antar ke tempatmu.


Referensi:
SELF. Diakses pada 2019. Herpes Facts Everyone Should Know.
The New Zealand Herpes Foundation. Diakses pada 2021. Facts about genital herpes: HSV-2 & cold sores: HSV-1.
Diperbarui pada tanggal 15 Juni 2021.