• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penyebab Wanita Lebih Mudah Alami Herpes Genital
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penyebab Wanita Lebih Mudah Alami Herpes Genital

Penyebab Wanita Lebih Mudah Alami Herpes Genital

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 07 Agustus 2020
Penyebab Wanita Lebih Mudah Alami Herpes Genital

Halodoc, Jakarta - Gangguan herpes genital merupakan salah satu infeksi menular seksual yang disebabkan oleh virus simplex herpes. Kondisi ini empat kali lebih mungkin dialami oleh wanita dibandingkan pria. Terdapat dua jenis virus yang menyebabkannya, yaitu herpes simplex virus (HSV) tipe-1, dan HSV tipe-2 yang menyerang area genital atau kelamin. 

Kedua virus tersebut dapat menyerang area genital ataupun oral. Hanya saja, kebanyakan HSV-1 dan HSV2 bersifat tidak aktif dan tidak menimbulkan gejala. HSV tipe-2 adalah jenis yang lebih banyak ditemukan pada wanita. Ini disebabkan penularan pria ke wanita lebih efektif dibanding wanita ke pria. 

Baca juga: Jadi Infeksi Menular Seksual, Ini Penyebab Herpes Genital

Penularan Herpes pada Wanita 

Sekali seseorang terinfeksi herpes, maka virusnya akan tinggal di tubuh seumur hidup. Penularan terjadi melalui kontak langsung, mulai dari kontak kulit, seksual (vaginal, oral, atau seks anak), maupun saat berciuman. Penyakit herpes genital dapat menular walaupun tidak ada luka yang muncul di permukaan kulit. Oleh karena tidak adanya gejala, maka seseorang tidak menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi. 

Meskipun virus bersifat silent atau tidak aktif, tapi herpes genital dapat kambuh apabila terjadi perubahan hormonal, terdapat infeksi virus, kelelahan, atau adanya gangguan sistem imun tubuh. 

Gejala herpes yang harus diwaspadai pada wanita antara lain adanya rasa panas dan sensasi terbakar di vagina, rasa sakit di kaki, bokong atau bawah vagina, rasa tertekan pada bagian bawah perut, nyeri atau sulit buang air kecil, dan gejala mirip flu. 

Herpes genital berbahaya jika dialami oleh ibu hamil, karena dapat meningkatkan risiko keguguran. Di samping itu, ibu dapat menularkan virus ke bayi saat melalui jalan lahir. Maka itu, wanita yang mengalami infeksi herpes sebaiknya menjalankan proses persalinan dengan cara operasi.

Baca juga: Herpes Genital, Pengaruhi Kesuburan atau Tidak?

Ketahui Gejala dari Herpes Genital

Kamu mungkin merasakan gatal ringan atau kesemutan di area kelamin, atau terlihat adanya benjolan kecil berwarna merah atau putih yang tidak rata. Benjolan ini juga terasa gatal atau nyeri. Jika kamu menggaruknya, maka benjolan akan mengeluarkan cairan putih berawan. 

Kondisi ini bisa meninggalkan borok yang menyakitkan yang dapat teriritasi oleh pakaian atau bahan lain yang terkena kulit. Lepuh dapat muncul di mana saja di area kelamin dan sekitarnya, seperti vulva, pembukaan vagina, serviks, pantat, paha atas, dubur, dan uretra. 

Gejala pertama yang muncul biasanya mirip dengan gejala flu, yaitu:

  • Sakit kepala;
  • Merasa lelah;
  • Pegal-pegal;
  • Panas dingin;
  • Demam;
  • Kelenjar getah bening membengkak di sekitar pangkal paha, lengan, atau tenggorokan.

Gejala awal biasanya yang paling parah. Muncul lepuh yang mungkin sangat gatal atau menyakitkan. Luka mungkin muncul di banyak area di sekitar alat kelamin. Namun, gejala setelah itu biasanya tidak terlalu parah. JIka mengalami beberapa gejala tersebut, sebaiknya segera periksakan diri ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. 

Baca juga: Sudah Sembuh, Bisakah Herpes Genital Kembali Kambuh

Mengurangi Risiko Infeksi

Satu-satunya cara untuk menghindari tertular herpes yaitu tidak melakukan kontak dengan siapapun yang terinfeksi herpes. Langkah-langkah lain yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko, yaitu:

  • Menghindari kontak seksual antar kulit, terutama ketika ada lesi herpes.
  • Menggunakan kondom saat berhubungan intim, karena bentuk KB lainnya tidak dapat mencegah herpes.
  • Berhati-hatilah saat memiliki banyak pasangan seksual.
  • Menjalani tes rutin dan meminta pasangan seksual juga melakukan tes. 

Orang yang aktif secara seksual harus rutin memeriksakan diri ke dokter untuk pemeriksaan infeksi menular seksual (IMS). Bicarakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc jika kamu berisiko dan ingin melakukan pemeriksaan. Yuk, download aplikasi Halodoc agar tanya jawab dengan dokter lebih mudah!

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2020. What are the symptoms of herpes in females?
Healthline. Diakses pada 2020. A Guide to Genital Herpes Symptoms in Women