• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Janin Beda Golongan Darah dengan Ibu, Perhatikan Rhesusnya

Janin Beda Golongan Darah dengan Ibu, Perhatikan Rhesusnya

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
undefined

Halodoc, Jakarta - Setiap orang memiliki karakteristik darah yang berbeda, maka dikenal empat jenis golongan darah yakni A, B, O, dan AB. Namun, bagaimana jika darah bayi di dalam kandungan dan ibu tidak cocok? Di dalam dunia medis, hal ini bisa berbahaya dan dapat menyebabkan anemia pada janin, hidrops kekebalan tubuh (erythroblastosis fetalis), serta komplikasi lainnya.

Namun, saat golongan darah ibu dan bayi, maka perlu dicocokan lagi rhesusnya. Pasalnya, jenis ketidakcocokan golongan darah yang paling umum adalah penyakit Rh atau dikenal sebagai ketidakcocokan Rh. Faktor Rh adalah protein pada penutup sel darah merah. Jika ada protein faktor Rh, orang tersebut memiliki Rh positif. Jika tidak ada protein, maka Rh negatif. 

Ketika faktor Rh ibu negatif dan bayi positif, hal itu dapat menyebabkan sistem kekebalan ibu membuat antibodi Rh yang menyerang sel darah merah bayi sebagai benda asing. Antibodi ibu lain yang berkembang dan menyebabkan komplikasi termasuk anti-Kell, anti-E, anti-jka dan anti-fya.

Baca juga: Ini yang Perlu Diketahui tentang Golongan Darah dan Rhesus

Lantas, Apa Penyebab Ketidakcocokan Golongan Darah?

Jenis dan faktor darah ditentukan oleh genetika. Seorang bayi mungkin memiliki golongan darah dan faktor Rh dari salah satu orang tua, atau kombinasi dari kedua orang tua. Gen positif Rh dominan (lebih kuat) dan bahkan ketika dipasangkan dengan gen negatif Rh, gen positif mengambil alih.

Ketidakcocokan golongan darah hanya menjadi masalah setelah seorang ibu mengembangkan antibodi terhadap sel-sel darah bayinya. Antibodi ini tidak berkembang sampai seorang ibu “peka,” atau kondisi yang terjadi ketika darah ibu dan bayi bercampur selama kehamilan. Ini dapat terjadi jika darah bayi melewati plasenta atau selama tes prenatal invasif, trauma, kelahiran atau situasi lain. Meskipun kepekaan bukan masalah umum pada kehamilan pertama, hal tersebut itu bisa menyebabkan komplikasi dengan kehamilan di masa depan.

Diagnosis Prenatal untuk Deteksi Ketidakcocokan Golongan Darah

Identifikasi dini antibodi penting dilakukan. Wanita hamil wajib melakukan tes darah di awal kehamilan mereka. Jika ada antibodi, maka prosedur diagnostik prenatal dapat mencakup:

  • USG untuk mengevaluasi aliran darah di otak bayi, yang digunakan untuk mendeteksi anemia dini sebelum bukti hidrops.

  • USG untuk mendeteksi pembesaran organ atau penumpukan cairan pada bayi.

  • Tes darah untuk memantau kadar antibodi ibu untuk menentukan risiko anemia pada bayi.

  • Pengambilan sampel darah dari tali pusat janin untuk memeriksa anemia.

Baca juga: Lakukan 4 Pemeriksaan Ini saat Hamil Trimester Pertama

Ketidakcocokan Golongan Darah Sebabkan Hal Ini

Ketika antibodi ibu menghancurkan sel darah merah bayi, bayi bisa menjadi anemia. Anemia dapat menyebabkan komplikasi lain, termasuk:

  • Penyakit kuning - menguningnya kulit, mata dan selaput lendir;

  • Pembesaran hati dan limpa;

  • Hydrops fetalis - ini terjadi ketika organ bayi tidak mampu menangani anemia. Jantung bayi mulai gagal dan banyak cairan menumpuk di jaringan dan organ janin. Janin dengan hidrops fetalis berisiko besar lahir mati;

Setelah lahir, penghancuran sel darah merah dapat berlanjut, mengarah ke suatu kondisi yang disebut penyakit hemolitik pada bayi baru lahir (HDN). Masalah yang terjadi jika kondisi ini terjadi, yaitu: 

  • Penyakit kuning parah, ketika hati bayi tidak mampu menangani sejumlah besar bilirubin yang dihasilkan dari kerusakan sel darah merah, hati bayi menjadi membesar, dan anemia berlanjut;

  • Kernikterus, bentuk paling parah dari kelebihan bilirubin dapat menyebabkan penumpukan bilirubin di otak, mungkin menyebabkan kejang, kerusakan otak, tuli dan kematian.

Baca juga: Ibu, Ketahui 4 Gejala Gawat Janin yang Harus Ditangani

Untuk mencegah hal mengerikan seperti yang disebutkan di atas, maka sebaiknya ibu rutin memeriksakan diri ke rumah sakit selama kehamilan. Jika tidak ingin repot antre, ibu juga bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk buat janji dengan dokter di rumah sakit terdekat. Mudah, bukan? Tunggu apa lagi, segera download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Cerebral Palsy Guidance. Diakses pada 2020. Blood Type Incompatibility, Rh Incompatibility, and Jaundice.
Children's Wisconsin. Diakses pada 2020. Blood Type Incompatibility.
Very Well Family. Diakses pada 2020. When a Baby's Blood Type Doesn't Match His Mom's.