• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penyakit Jantung Bawaan ASD dan VSD pada Anak

Penyakit Jantung Bawaan ASD dan VSD pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta – Banyak orang mungkin berpikir jika penyakit jantung hanya dialami oleh para orang dewasa saja. Faktanya, ada beberapa jenis penyakit jantung yang dialami sejak anak-anak lahir, seperti ASD dan VSD. Kedua penyakit jantung tersebut termasuk dalam kelainan jantung bawaan lahir.  Penyakit jantung bawaan lahir merupakan kelainan jantung berupa struktur atau fungsi jantung sejak bayi dalam kandungan.

Dari berbagai jenis penyakit jantung bawaan, ASD dan VSD merupakan penyakit yang umum terjadi. Oleh karena itu, orangtua perlu mengetahui beberapa hal yang mengarah pada gejala dan kondisi tersebut, agar kemunculannya dapat dengan segera mendapat penanganan, sehingga tingkat kesembuhan jadi lebih tinggi. Berikut perbedaan keduanya.

Baca juga: Konsumsi 7 Makanan Ini untuk Jantung Sehat

VSD: Sekat Bilik Jantung Berlubang

VSD merupakan kelainan jantung yang ditandai dengan lubang pada sekat antarbilik jantung. Lubang tersebut menyebabkan jantung bocor pada bilik kiri dan kanan jantung, sehingga sebagian darah yang kaya oksigen kembali ke paru-paru. VSD bukan masalah yang berarti, jika ukurannya sangat kecil. Namun, lain hal jika lubang yang dihasilkan cukup besar.

VSD menyebabkan gagal jantung, ritme jantung yang tidak teratur, atau hipertensi pulmonal, yaitu kondisi yang terjadi saat tekanan di dalam pembuluh darah yang berasal dari jantung menuju paru-paru terlalu tinggi. Pada pengidap yang berusia dua tahun, lubang berukuran kecil dan tidak menimbulkan bergejala akan tertutup dengan sendirinya.

Masalah sendiri baru akan timbul pada anak yang menunjukkan tanda gagal jantung, yang merupakan komplikasi dari penyakit jantung bawaan. Pada kasus tersebut, pengidap harus segera mendapatkan pengobatan. Gejala pada pengidap gagal jantung, akan ditandai dengan:

  • Sesak napas.

  • Cepat merasa lelah.

  • Batuk terus-menerus.

  • Perubahan berat badan secara drastis.

  • Gelisah.

  • Nafsu makan berkurang.

  • Perut kembung.

Baca juga: Keyla, sembuh dari Jantung Bocor ASD dan VSD

ASD: Sekat Serambi Jantung Berlubang

Berbeda dengan VSD, ASD merupakan kondisi yang terjadi ketika adanya lubang di antara dua serambi jantung. Gambarannya, antara atrium kanan dengan kiri tidak ditutup oleh katup. Sama seperti VSD, lubang yang memisahkan atrium kiri dan kanan akan membuat darah yang kaya oksigen mengalir kembali ke paru-paru. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan permanen pada pembuluh darah paru-paru.

Jika kebocoran jantung ASD berukuran besar dan tidak segera ditangani, aliran darah dapat merusak jantung dan paru-paru, sehingga menyebabkan gagal jantung. Ketahui ciri-cirinya langsung dari dokter ahli di aplikasi Halodoc. Penyakit jantung bawaan merupakan penyakit yang perlu dihindari, karena tidak hanya membahayakan kesehatan si buah hati, tapi juga menyebabkan pertumbuhan dan perkembangannya terhambat.

Baca juga: Harus Tahu 4 Kelainan Jantung Bawaan Penyebab Tetralogy of Fallot

Faktor Risiko ASD dan VSD

Sampai saat ini belum diketahui penyebab pasti dari penyakit jantung bawaan lahir. Namun, beberapa faktor berikut dapat meningkatkan risiko penyakit jantung bawaan pada anak.

  • Merokok

Merokok akan menimbulkan sederet masalah pada kehamilan. Sekitar 60 persen kasus bayi dengan penyakit jantung bawaan dipicu oleh kandungan rokok yang memengaruhi perkembangan janin.

  • Mengidap Infeksi

Ibu yang terinfeksi rubella (campak Jerman) saat masa kehamilan akan membahayakan pertumbuhan janin, termasuk organ jantung. Terutama pada 8-10 minggu pertama kehamilan.

  • Mengonsumsi Obat-Obatan

Obat yang dikonsumsi ibu hamil, seperti anti kejang, anti jerawat, dan ibuprofen tanpa petunjuk dokter akan membahayakan pertumbuhan janin. Khususnya di trimester pertama kehamilan.

  • Genetik

Penyakit jantung bawaan kemungkinan dapat diturunkan dari salah satu atau kedua orangtua. Bukan hanya itu, kromosom atau gen pada anak yang mengalami kelainan, akan meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung bawaan.

  • Konsumsi Alkohol

Risiko melahirkan bayi dengan kelainan struktur arteri atau ventrikel jantung akan semakin meningkat jika ibu hamil nekat mengonsumsi minuman beralkohol.

Setelah mengetahui berbagai faktor risiko yang menjadi pemicu dari ASD dan VSD diharapkan orangtua lebih berhati-hati dalam mengonsumsi apapun. Jangan lupa untuk penuhi asupan gizi dan nutrisi ibu dan si buah hati dengan mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang.

 

Referensi:

Pediatrics in Review. Diakses pada 2020. Ventricular and Atrial Septal Defects.

Heart.org. Diakses pada 2020. Ventricular Septal Defect (VSD).

Heart.org. Diakses pada 2020. Atrial Septal Defect (ASD).