Ini Cara Membedakan Impetigo dengan Cacar Air pada Anak

ini-cara-membedakan-impetigo-dengan-cacar-air-pada-anak-halodoc

Halodoc, Jakarta – Impetigo adalah penyakit kulit menular yang sering terjadi pada bayi dan anak-anak. Penyakit ini sering salah dikira sebagai cacar air, lantaran gejala yang ditimbulkan keduanya sangat mirip, yaitu ruam merah dan melepuh pada kulit. Nah, biar ibu enggak bingung, ketahui cara membedakan impetigo dengan cacar air pada anak di sini.

Mengenal Impetigo

Impetigo adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus atau Streptococcus. Bakteri ini biasanya masuk ke dalam tubuh melalui luka atau iritasi pada kulit akibat mengalami masalah kulit, seperti eksim, gigitan serangga, ataupun luka bakar. Impetigo bisa menular melalui kontak fisik langsung antara kulit dengan kulit atau melalui barang-barang perantara, misalnya handuk, baju, atau peralatan makan yang sudah terkontaminasi.

Dibandingkan orang dewasa, anak-anak lebih sering mengalami penyakit kulit ini, karena anak-anak lebih banyak melakukan interaksi fisik dengan teman-teman sebayanya saat berada di lingkungan sekolah atau taman bermain.

Baca juga: Alasan Anak Lebih Rentan Kena Impetigo

Ada dua jenis impetigo yang masing-masing menimbulkan gejala yang berbeda, yaitu:

  • Impetigo bulosa, ditandai dengan munculnya lepuhan pada kulit yang berisi cairan. Gejala impetigo bulosa tersebut biasanya juga disertai dengan demam dan pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Impetigo nonbulosa, menimbulkan gejala berupa bercak-bercak merah pada kulit, seperti luka yang meninggalkan kerak berwarna kuning kecokelatan. Meski tidak melepuh, tapi impetigo nonbulosa lebih mudah menular dibandingkan dengan impetigo bulosa.

Gejala Impetigo

Gejala impetigo biasanya baru muncul setelah 4–10 hari sejak anak terinfeksi bakteri. Dibandingkan impetigo bulosa, impetigo nonbulosa lebih sering ditemukan.

Infeksi impetigo bulosa biasanya muncul di bagian tengah tubuh, yaitu antara pinggang dan leher atau lengan dan kaki. Sedangkan infeksi impetigo nonbulosa, biasanya terjadi pada bagian wajah, seperti di sekitar hidung dan mulut, tapi juga bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya melalui perantara jari, handuk, ataupun baju yang sudah terpapar bakteri. Agar infeksi tidak semakin menyebar, usahakan agar anak tidak menyentuh area kulit yang terinfeksi.

Baca juga: Tips Agar Anak tak Garuk Bekas Luka

Walaupun sering dikira cacar air, tapi bila diperhatikan dengan seksama, gejala impetigo pada anak sedikit berbeda dengan cacar air. Berikut gejala impetigo bulosa:

  • Muncul lepuhan kulit yang berisi cairan, berukuran 1–2 sentimeter yang terasa sakit dan membuat kulit di sekitarnya gatal.
  • Lepuhan kulit bisa menyebar dalam waktu yang singkat dan kemudian pecah dalam beberapa hari.
  • Pecahan kulit yang melepuh bisa meninggalkan kerak berwarna kuning.
  • Berbeda dengan cacar air yang bisa meninggalkan bekas, kerak kuning akibat lepuhan kulit yang pecah pada impetigo bisa hilang tanpa meninggalkan bekas sama sekali.

Berikut gejala impetigo nonbulosa:

  • Muncul bercak merah menyerupai luka yang tidak terasa sakit, tapi gatal.
  • Bercak bisa menyebar dengan cepat bila disentuh atau digaruk, kemudian berubah menjadi kerak berwarna kecokelatan.
  • Setelah kerak yang berukuran sekitar 2 sentimeter ini kering, maka akan meninggalkan bekas berwarna kemerahan.
  • Bekas berwarna kemerahan ini bisa hilang tanpa bekas dalam beberapa hari atau minggu.

Baca juga: Cacar Air dan Herpes Zoster, Apa Bedanya?

Nah, itulah gejala-gejala impetigo yang perlu ibu kenali agar bisa membedakannya dari cacar air. Bila ibu masih bingung membedakan apakah lepuhan berisi cairan yang muncul pada kulit Si Kecil adalah gejala impetigo atau gejala cacar air, segera periksakan anak ke dokter.

Atau ibu juga bisa bertanya-tanya ke dokter dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Caranya, download aplikasi Halodoc di smartphone ibu, kemudian hubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Jadi, ibu enggak perlu khawatir lagi deh bila Si Kecil sakit, karena ada Halodoc yang siap memberi pertolongan kesehatan untuk ibu dan keluarga.