• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jarang Diketahui, Risiko Kanker Pankreas Berakibat Fatal

Jarang Diketahui, Risiko Kanker Pankreas Berakibat Fatal

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Jarang Diketahui, Risiko Kanker Pankreas Berakibat Fatal

Halodoc, Jakarta - Tak bisa dimungkiri, pankreas adalah salah satu organ kelenjar yang fungsinya sangat penting bagi pencernaan. Sayangnya, penyakit bisa menyerang pankreas, seperti misalnya kanker pankreas. Parahnya lagi, kanker pankreas jarang terdeteksi pada tahap awal yang seharusnya menjadi waktu saat kanker dapat dengan mudah disembuhkan. Ini karena kanker pankreas seringkali tidak menimbulkan gejala sampai ia menyebar ke organ lain. 

Ada beberapa jenis pertumbuhan abnormal yang dapat terjadi di pankreas, termasuk tumor kanker, dan non-kanker. Jenis kanker paling umum yang terbentuk di pankreas dimulai di sel yang melapisi saluran yang membawa enzim pencernaan keluar dari pankreas (adenokarsinoma duktal pankreas). Ada beberapa pilihan pengobatan kanker pankreas berdasarkan luasnya kanker. Pilihannya mungkin termasuk operasi, kemoterapi, terapi radiasi atau kombinasi dari semuanya.

Baca juga: Gaya Hidup Tak Sehat Bisa Sebabkan Kanker Pankreas

Komplikasi Berbahaya dari Kanker Pankreas

Jika kanker pankreas terus berkembang dan tidak mendapatkan penanganan yang tepat, maka ia bisa menyebabkan komplikasi seperti:

  • Penurunan Berat Badan. Sejumlah faktor dapat menyebabkan penurunan berat badan pada penderita kanker pankreas. Penurunan berat badan dapat terjadi karena kanker menghabiskan energi tubuh. Mual dan muntah yang disebabkan oleh pengobatan kanker atau tumor yang menekan perut mungkin membuat pengidapnya sulit makan. Tubuh juga mungkin mengalami kesulitan memproses nutrisi dari makanan karena pankreas tidak menghasilkan cukup cairan pencernaan.
  • Penyakit Kuning. Kanker pankreas yang menghalangi saluran empedu hati bisa menyebabkan penyakit kuning. Tanda-tandanya antara lain kulit dan mata kuning, urine berwarna gelap, dan feses berwarna pucat. Penyakit kuning biasanya terjadi tanpa sakit perut. Dokter mungkin merekomendasikan agar tabung plastik atau logam (stent) ditempatkan di dalam saluran empedu agar tetap terbuka. Penempatan tabung ini akan dilakukan dengan bantuan prosedur yang disebut kolangiopankreatografi retrograd endoskopik (ERCP). 
  • Rasa Sakit. Tumor yang tumbuh dapat menekan saraf di perut dan kemudian menyebabkan rasa sakit yang bisa menjadi parah. Obat pereda nyeri dapat membantu pengidapnya merasa lebih nyaman. Perawatan, seperti radiasi dan kemoterapi, dapat membantu memperlambat pertumbuhan tumor dan meredakan nyeri. Dalam kasus yang parah, dokter mungkin merekomendasikan prosedur untuk menyuntikkan alkohol ke saraf yang mengontrol rasa sakit di perut (blok pleksus celiac). Prosedur ini akan menghentikan saraf mengirimkan sinyal rasa sakit ke otak.
  • Sumbatan Usus. Kanker pankreas yang tumbuh ke dalam atau menekan pada bagian pertama usus kecil (duodenum) dapat menghalangi aliran makanan yang dicerna dari perut ke usus. Masalah ini juga bisa diatasi dengan penempatan tabung (stent) di usus kecil untuk menahannya terbuka. 

Baca juga: Yang Terjadi Jika Kanker Pankreas Masuk Stadium Lanjut

Ini Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Pankreas

Tidak jelas apa yang menyebabkan kanker pankreas, tetapi dokter telah mengidentifikasi beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko jenis kanker ini, termasuk merokok dan mutasi gen bawaan tertentu.

Kanker pankreas terjadi ketika sel-sel di pankreas mengalami perubahan (mutasi) pada DNA mereka. DNA sel berisi instruksi yang memberi tahu sel apa saja yang harus dilakukan. Mutasi ini memberitahu sel untuk tumbuh tak terkendali dan terus hidup setelah sel normal mati. Sel-sel yang terakumulasi ini dapat membentuk tumor. Jika tidak diobati, sel kanker pankreas dapat menyebar ke organ dan pembuluh darah terdekat dan ke bagian tubuh yang jauh.

Sebagian besar kanker pankreas dimulai di sel yang melapisi saluran pankreas. Jenis kanker ini disebut pankreas adenokarsinoma atau kanker eksokrin pankreas. Lebih jarang, kanker dapat terbentuk di sel penghasil hormon atau sel neuroendokrin pankreas. Jenis kanker ini disebut tumor neuroendokrin pankreas, tumor sel pulau atau kanker endokrin pankreas.

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker pankreas, antara lain:

  • Merokok.
  • Diabetes.
  • Peradangan kronis pada pankreas (pankreatitis).
  • Riwayat keluarga dari sindrom genetik yang dapat meningkatkan risiko kanker, termasuk mutasi gen BRCA2, sindrom Lynch, dan sindrom familial atypical mole-malignant melanoma (FAMMM).
  • Riwayat keluarga kanker pankreas.
  • Kegemukan.
  • Usia yang lebih tua, karena kebanyakan orang didiagnosis setelah usia 65 tahun.

Sebuah penelitian besar juga menunjukkan bahwa kombinasi merokok, diabetes jangka panjang, dan pola makan yang buruk meningkatkan risiko kanker pankreas. Jadi, alangkah baiknya untuk segera memulai pola hidup sehat untuk mencegah penyakit ini. 

Baca juga: Pola Hidup Sehat untuk Mencegah Kanker Pankreas

Untuk tips lain dalam mencegah kanker pankreas, kamu juga bisa tanyakan pada dokter di Halodoc, lho. Ingat, gangguan pada pankreas pasti akan mengganggu kesehatan dan kesejahteraan kamu secara keseluruhan. Jadi, mari terapkan gaya hidup sehat untuk pankreas yang juga sehat.

Referensi:
American Cancer Society. Diakses pada 2020. Pancreatic Cancer.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Pancreatic Cancer.
NHS UK. Diakses pada 2020. What is Pancreatic Cancer?