17 January 2018

Jarang Disadari, Inilah Penyebab & Gejala Terkena HIV

Jarang Disadari, Inilah Penyebab & Gejala Terkena HIV

Halodoc, Jakarta – HIV (Humman Immunodeficiency Virus) yang menyerang sistem kekebalan pada tubuh dan melemahkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi dan penyakit. HIV sendiri saat ini belum dapat disembuhkan, tetapi terdapat pengobatan yang bisa digunakan untuk memperlambat berkembangnya penyakit.

Dengan mengetahui gejala HIV sejak dini dan penanganan yang efektif, pengidap HIV tidak akan mengalami AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) yaitu gejala dan infeksi yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh akibat infeksi HIV.

Di Indonesia, HIV pertama kali ditemukan pada tahun 1987 yang tersebar di 368 dari 497 kabupaten/kota di seluruh provinsi dan Pulau Bali adalah provinsi pertama ditemukannya infeksi HIV/AIDS. Menurut UNAIDS, sampai tahun 2015 terdapat sekitar 690 ribu orang di Indonesia mengidap HIV dengan setengah persen pengidapnya berusia antara 15 hingga 49 tahun.

Penyebab Terkena HIV

Apa sebenarnya yang menjadi penyebab HIV? HIV di Indonesia pada umumnya disebabkan dan tersebar oleh beberapa cara seperti:

  • Hubungan intim yang tidak aman.
  • Bergantian memakai jarum suntik yang sama saat menggunakan narkotika.
  • Penularan dari ibu kepada bayi saat hamil, ketika melahirkan atau menyusui.
  • Pemakaian alat bantu untuk berhubungan intim bersama-sama atau bergantian.
  • Memakai jarum suntik dan perlengkapan menyuntik lainnya yang sudah terkontaminasi.

Gejala HIV

Infeksi HIV pada seseorang timbul dalam 3 tahap yaitu:

  1. Tahap Pertama

Tahap pertama merupakan serokonversi yaitu periode waktu tertentu saat antibodi HIV sudah mulai berkembang untuk melawan vitus. Tanda awal HIV yaitu sakit tenggorokan, demam, muncul ruam pada tubuh dan biasanyanya tidak gatal, pembengkakan noda limfa, penurunan berat badan, diare, mudah lelah, tulang sendiri terasa nyeri, dan nyeri otot.

 

Gejala HIV pada tahap pertama bisa bertahan selama satu hingga dua bulan atau bahkan lebih lama. Gejala pada tahap pertama bisa terjadi karena penyakit lain, jadi jika kamu mengalaminya segeralah memastikannya dengan mengunjungi dokter atau rumah sakit untuk melakukan tes HIV.

 

  1. Tahap Kedua

Pada tahap kedua, gejala HIV bisa menghilang hingga waktu bertahun-tahun. Periode ini disebut juga sebagai masa inkubasi dimana virus yang ada pada tubuh terus menyebar dan merusak sistem kekebalan tubuh. Kamu bisa saja tidak menyadari jika sudah mengidap HIV dan menularkannya kepada orang lain.

 

  1. Tahapan Ketiga

Tahapan terakhir dalam gejala HIV yaitu infeksi HIV sudah berubah menjadi AIDS yang melemahkan tubuh dalam melawan infeksi. Dengan kondisi seperti ini, pengidap akan lebih mudah terserang penyakit serius.

 

Gejalanya yaitu, membengkaknya kelenjar getah bening pada bagian leher dan pangkal paha, demam yang berlangsung lebih dari 10 hari, merasa lelah setiap saat, berat badan menurun tanpa diketahui penyebabnya, sesak napas, diare berkelanjutan, infeksi jamur pada mulut, tenggorokan atau alat kelamin, mudah memar atau berdarah tanpa sebab.

 

Pada tahap ini, pengidap AIDS dapat berisiko terkena penyakit yang mematikan seperti kanker, TB dan pneumonia.

 

Langkah tepat dapat dilakukan dengan test HIV sejak dini, agar bisa dilakukan penanganan lebih awal untuk mengontrol perkembangan virus dan mempertahankan kualitas hidup bagi pengidapnya. Jika kamu memiliki gejala HIV pada tahap awal, bicarakan langsung dengan berbagai dokter ahli yang ada di Halodoc. Halodoc dapat menghubungkan kamu dengan berbagai pilihan melalui Chat, Video/Voice Call di mana saja dan kapan saja. Kebutuhan obat atau pun suplemen juga bisa kamu pesan melalui smartphone dan sampai hanya dalam waktu 1 jam dengan layanan Pharmacy Delivery.

 

Untuk menggunakan berbagai layanan yang ada di Halodoc, download terlebih dahulu aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang juga.

BACA JUGA: Cari Tahu 5 Hal Mengenai HIV AIDS