Jarang Terjadi, Kenali 8 Gejala Hipoparatiroid

Jarang Terjadi, Kenali 8 Gejala Hipoparatiroid

Halodoc, Jakarta – Hipoparatiroid adalah kondisi yang terjadi karena kelenjar paratiroid dalam tubuh hanya mengeluarkan hormon paratiroid dalam jumlah sedikit. Pada dasarnya, setiap orang memiliki empat kelenjar paratiroid yang berfungsi untuk mengeluarkan hormon paratiroid (PTH). Keempat kelenjar tersebut berada di leher, tidak jauh dari kelenjar tiroid.

Hormon paratiroid memiliki fungsi untuk menjaga keseimbangan kadar dua mineral di dalam tubuh, yaitu kalsium dan fosfat. Kedua mineral tersebut dibutuhkan tubuh untuk menjaga kelancaran kerja saraf, otot, jantung, serta untuk pembentukan tulang dan gigi.

Hipoparatiroid yang menyerang bisa menyebabkan tubuh mengalami gangguan elektrolit, berupa rendahnya kadar kalsium dan tingginya kadar fosfat. Namun, kondisi ini sebenarnya tergolong langka alias jarang terjadi.

Baca juga: 5 Metode Pengobatan Hipoparatiroid yang Bisa Dilakukan

Meski begitu, gangguan pada kelenjar paratiroid sama sekali tidak boleh dianggap sepele. Ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan kelenjar ini tidak dapat memproduksi hormon paratiroid dalam jumlah yang dibutuhkan tubuh.

Kondisi yang diduga memicu penyakit ini adalah kelainan genetik pada kelenjar paratiroid, penyakit autoimun yang menyebabkan tubuh memproduksi antibodi yang melawan jaringan paratiroid, serta rendahnya kadar magnesium dalam darah. Kondisi ini juga bisa terjadi sebagai efek samping dari rangkaian pengobatan radioterapi kanker.

Risiko penyakit hipoparatiroid juga meningkat pada orang yang mengalami penyakit tertentu, seperti Addison, atau orang yang baru menjalani operasi pada leher. Kondisi ini juga lebih berisiko terjadi pada orang yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit hipoparatiroid.

Baca juga:  Pola Makan Sehat untuk Pengidap Hipoparatiroid

Gejala Penyakit Hipoparatiroid yang Harus Dikenali dan Diwaspadai

Hipoparatiroid sebenarnya bukanlah jenis penyakit yang berbahaya, jika ditemukan pada tahap awal. Meski begitu, pengidap penyakit ini mungkin akan membutuhkan perawatan dan pengawasan dokter di sepanjang hidupnya. Segera lakukan pemeriksaan untuk mengetahui risiko penyakit ini, terutama jika mengalami gejala hipoparatiroid, seperti:

1. Otot di area mulut, tenggorokan, dan lengan sering berkedut atau tegang

2. Nyeri otot atau kram yang menyerang bagian wajah, perut, kaki, dan tungkai

3. Nyeri tidak biasa saat datang bulang alias haid

4. Depresi atau perubahan suasana hati

5. Memiliki masalah dalam ingatan, baik jangka panjang maupun jangka pendek

6. Kulit terasa kering dan kuku menjadi rapuh

7. Lemas

8. Kejang

Gejala yang muncul karena penyakit ini mungkin akan sedikit berbeda pada anak-anak. Hipoparatiroid yang menyerang anak-anak menyebabkan gejala berupa sakit kepala, muntah, serta masalah yang terjadi pada gigi, seperti pertumbuhan gigi yang buruk atau melemahnya email gigi. Kondisi ini juga bisa menyebabkan katarak, tremor, serta kerontokan rambut, baik pada anak-anak maupun orang dewasa.

Kondisi ini sama sekali tidak boleh dianggap sepele, karena bisa memicu komplikasi. Hipoparatiroid bisa menyebabkan kadar kalsium dalam darah menjadi rendah, dan bisa berdampak pada kesehatan tubuh pengidapnya. Ada beberapa kondisi yang bisa berkembang sebagai komplikasi hipoparatiroid, di antaranya penurunan kesadaran disertai kejang, otot tegang pada tungkai, otot wajah, lengan, atau tenggorokan. Kondisi ini juga bisa menyebabkan komplikasi berupa gangguan ginjal, aritmia, hingga gagal jantung.

Baca juga: Cegah Hipoparatiroid dengan Penerapan Pola Hidup Sehat

Masih penasaran tentang penyakit hipoparatiroid dan gejala-gejalanya? Tanya dokter di aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!