Pola Makan Sehat untuk Pengidap Hipoparatiroid

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Pola Makan Sehat untuk Pengidap Hipoparatiroid

Halodoc, Jakarta - Dalam menjaga keseimbangan kadar kalsium dan fosfat dalam tubuh, ada suatu hormon yang berperan penting. Hormon itu bernama paratiroid, yang diproduksi oleh kelenjar paratiroid dan terletak di leher. Ketika terjadi gangguan dan hormon ini diproduksi dalam jumlah sedikit, akan ada sejumlah gejala yang terjadi. Kondisi ini disebut hipoparatiroid.

Seperti yang kita ketahui, kalsium dibutuhkan tubuh untuk menjaga kelancaran kerja saraf, otot, dan jantung. Sementara fosfat dibutuhkan dalam pembentukan tulang dan gigi. Ketika terjadi hipoparatiroid, tubuh mengalami gangguan elektrolit berupa rendahnya kadar kalsium (hipokalsemia) dan tingginya kadar fosfat (hiperfosfatemia). Pada tahap yang ringan, penyakit ini bukan merupakan kondisi serius. Namun, pengidapnya tetap membutuhkan perawatan dan pengawasan dokter sepanjang hidupnya.

Baca juga: Kenali 5 Penyakit yang Mengintai Kelenjar Tiroid

Gejala yang Mengganggu

Pengidap hipoparatiroid biasanya akan mengalami gejala-gejala yang mengganggu, seperti:

  • Nyeri otot atau kram yang menyerang otot wajah, perut, kaki, dan tungkai.
  • Otot yang berkedut atau tegang di area mulut, tenggorokan, dan lengan.
  • Nyeri haid.
  • Depresi atau perubahan suasana hati.
  • Kulit yang kering dan kuku yang rapuh.
  • Memiliki masalah dengan ingatan.
  • Lemas.
  • Kejang.

Pada anak-anak, gejala hipoparatiroid yang muncul ditandai dengan sakit kepala, muntah, atau masalah pada gigi seperti melemahnya email gigi atau pertumbuhan gigi yang buruk. Jika kondisi ini dibiarkan saja, tubuh akan kekurangan kalsium dan memicu terjadinya katarak, tremor, serta kerontokan rambut.

Pengobatan Medis yang Diperlukan

Pengobatan hipoparatiroid bertujuan untuk menjaga kadar kalsium dan fosfor tetap normal, yaitu pada kadar 1,80-2,25 milimol/liter. Langkah penanganan tersebut bisa dilakukan melalui konsumsi tablet kalsium karbonat. Namun, perlu diingat, pemberian kalsium dosis tinggi pada sebagian pengidap dapat menimbulkan efek samping berupa konstipasi.

Selain suplemen kalsium karbonat, pengidap juga perlu diberi suplemen vitamin D. Hal ini bertujuan untuk membantu tubuh menyerap kalsium dan menghilangkan fosfat. Suplemen vitamin D yang biasanya diberikan adalah calcitriol atau alphacalcidol.

Baca juga: Daftar Makanan yang Baik untuk Pengidap Penyakit Tiroid

Jika pemberian kedua suplemen tersebut belum dapat menyeimbangkan kadar kalsium dan fosfat, dokter akan menyuntikkan hormon paratiroid satu kali sehari. Kendati demikian, pemberian suntikan ini berisiko menimbulkan kanker tulang atau osteosarkoma. Oleh karena itu, suntikan hormon paratiroid hanya diberikan secara terbatas dengan pengamatan khusus dari dokter, dan hanya bila pemberian kalsium tidak menunjukkan perbaikan.

Bantu dengan Pola Makan Sehat Tinggi Kalsium Rendah Fosfor

Selain obat-obatan dan suplemen, penanganan lain yang dapat dilakukan adalah mengatur pola makan yang kaya akan kandungan kalsium, dan rendah kandungan fosfat atau fosfor. Contoh makanan yang kaya akan kalsium adalah sayuran berdaun hijau dan sereal. Pengidap hipoparatiroid juga perlu membatasi makanan atau minuman sarat kadar fosfor, seperti daging merah, ayam, nasi, biji-bijian, makanan dari olahan susu, dan minuman bersoda.

Pasca penanganan hipoparatiroid, kondisi pengidap perlu diawasi oleh dokter melalui pemeriksaan darah secara rutin. Jika ada perubahan pada kadar kalsium atau fosfat dalam darah, dokter dapat menyesuaikan dosis suplemen kalsium. Kendati demikian, hipoparatiroid merupakan penyakit kronis ketika pengidap perlu melakukan pengobatan dan penyesuaian pola makan sepanjang hidup, untuk menekan gejala hipoparatiroid dan mencegah komplikasi.

Baca juga: Perlu Tahu 6 Tips Liburan orang Pengidap Tiroid

Itulah sedikit penjelasan tentang hipoparatiroid, pengobatan, dan pola makan yang dianjurkan. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!