Ini Jenis-Jenis Anestesi yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ini Jenis-Jenis Anestesi yang Perlu Diketahui

Halodoc, Jakarta - Sebelum memulai proses pembedahan atau operasi, kamu dihadapkan pada beberapa prosedur medis, salah satunya adalah mengenakan pakaian bedah. Sementara itu, untuk mengurangi rasa sakit yang timbul selama proses operasi berlangsung, kamu akan diberi anestesi oleh dokter bagian tersebut. Tidak hanya bius, ternyata ada beberapa jenis anestesi yang umum digunakan dalam dunia medis.

Anestesi, atau berarti hilangnya sensasi atau rasa pada tubuh bekerja dengan memblokir atau menghentikan sinyal saraf yang berada di pusat rasa sakit yang kamu rasakan ketika melakukan beberapa tahapan medis. Pemberiannya beragam, mulai dari suntik, semprot, salep, hingga gas.

Jenis Anestesi yang Umum Digunakan dan Fungsinya

Berdasarkan fungsi dan cara kerjanya, ada 3 (tiga) jenis anestesi yang umum digunakan di dunia medis. Apa saja?

  • Anestesi Lokal

Anestesi lokal diberikan ketika dokter hanya ingin mematikan rasa atau sensasi pada area tubuh tertentu yang ingin ditindak. Seperti misalnya, kamu menjalani prosedur bedah mulut karena gigi impaksi, maka anestesi diberikan pada area gigi yang akan dibedah. Ini membuat kamu sadar selama proses beda berlangsung, tetapi kamu tidak merasakan sakitnya.

Baca juga: Ketahui Prosedur Pembedahan Saat Operasi

Tidak hanya prosedur bedah gigi, anestesi lokal digunakan pada prosedur biopsi, pengambilan tahi lalat dari bagian tubuh tertentu, hingga operasi mata minor. Pemberiannya bisa dengan suntikan, semprotan, atau pengolesan di bagian kulit atau bagian tubuh yang hendak ditindak.

  • Anestesi Regional

Jenis anestesi berikutnya adalah anestesi regional. Fungsinya untuk mematikan rasa pada sebagian tubuh. Sama halnya dengan anestesi lokal, kamu tetap sadar selama proses bedah berlangsung, tetapi kamu tidak bisa merasakan sebagian tubuh. Pemberiannya dilakukan di bagian tertentu, seperti sekitaran saraf atau sekitar sumsum tulang belakang. Nantinya, kamu merasakan mati rasa pada bagian lengan, perut, kaki, dan pinggul.

Baca juga: 6 Komplikasi yang Bisa Ditimbulkan dari Operasi Gigi Bungsu

Anestesi regional terbagi lagi menjadi beberapa jenis, yaitu spinal, epidural, dan saraf perifer. Namun, dari ketiganya, anestesi epidural adalah jenis yang paling sering digunakan, biasanya untuk persalinan.

  • Anestesi Umum

Terakhir adalah anestesi umum atau disebut dengan bius total. Jenis anestesi ini membuat kamu benar-benar tidak sadar ketika sedang menjalani prosedur operasi. Anestesi umum ini sering dipakai ketika hendak menjalani prosedur bedah besar, seperti bedah jantung transplantasi organ, atau operasi otak.

Pemberian anestesi umum ada dua cara, bisa dihirup atau secara suntikan melalui intravena. Umumnya, anestesi ini sifatnya aman, tetapi pemberiannya tetap perlu berhati-hati, terutama untuk anak-anak, lansia, dan orang yang mengalami kondisi medis yang buruk. Pasalnya, salah pemberian dapat memicu terjadinya komplikasi yang fatal.

Baca juga: Amandel pada Anak, Perlukah Dioperasi?

Adakah Efek Sampingnya?

Meski terbilang aman, tentu saja anestesi memiliki beberapa efek samping yang berbeda, bergantung pada jenisnya. Untuk anestesi lokal, efek samping yang terjadi adalah pusing, mual, nyeri di area yang disuntik, mati rasa, hingga penglihatan mengabur. Sementara anestesi regional memicu dampak seperti kejang, perdarahan, susah buang air kecil, hingga infeksi pada bagian tulang belakang.

Lalu, untuk anestesi umum, dampak yang mungkin muncul adalah mulut kering, mual dan muntah, mengantuk, nyeri, hingga sakit tenggorokan. Tidak sembarangan, pemberian anestesi bergantung pada kebutuhan dan kondisi orang yang hendak menjalani prosedur operasi. Jadi, kamu bisa bertanya atau berdiskusi dahulu dengan dokter supaya tidak salah dalam tindakan. Buat janji dengan dokter langsung di rumah sakit terdekat di sini. Kamu juga bisa bertanya melalui aplikasi Halodoc, download segera aplikasinya di ponselmu.