• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jenis Obat-obatan untuk Mengatasi Eksim pada Kulit

Jenis Obat-obatan untuk Mengatasi Eksim pada Kulit

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Jenis Obat-obatan untuk Mengatasi Eksim pada Kulit

“Eksim adalah masalah kulit yang cukup umum. Kondisi ini biasanya ditandai dengan kulit merah, gatal dan ruam. Selain menghindari penyebabnya, terdapat berbagai opsi obat-obatan untuk meringankan gejala eksim.”

Halodoc, Jakarta – Pernahkah kamu mengalami kulit gatal sampai muncul kemerahan? Kondisi tersebut bisa saja menandakan gejala eksim pada tubuh. Walaupun dapat dialami oleh segala usia, eksim lebih sering diidap oleh bayi dan anak-anak. Eksim bisa berlangsung lama dan jika sudah sembuh dapat kambuh kembali di lain waktu. 

Ada banyak hal yang dapat memicu timbulnya eksim. Mulai dari udara, alergen, paparan bahan kimia sampai gigitan serangga. Selain menghindari pemicunya, eksim dapat ditangani dengan obat-obatan berikut untuk meringankan gejalanya. 

Baca juga: Makanan yang Bisa Memicu Eksim pada Bayi

Obat-Obatan untuk Atasi Eksim

Tidak semua obat memiliki efek yang sama untuk semua orang. Oleh sebab itu, bicarakan dengan dokter terkait pilihan obat yang paling cocok dan aman. Nah, berikut opsi obat-obatan yang sering digunakan untuk meringankan gejala eksim:

1. Salep Kortikosteroid

Gejala eksim seringkali diatasi dengan pemberian kortikosteroid dalam bentuk krim, salep atau gel. Salep kortikosteroid seperti hidrokortison mampu menghilangkan rasa gatal dan mengurangi peradangan dengan cepat. Namun, dosisnya perlu disesuaikan dengan keparahan gejala. Misalnya, dokter mungkin meresepkan dosis yang lebih kuat untuk kulit yang tebal dan bersisik.

2. PDE4 Inhibitor

Selain hidrokortison, eksim juga dapat diobati dengan obat-obatan anti-inflamasi nonsteroid, seperti crisaborole. Obat ini dapat mengobati eksim dengan gejala ringan hingga sedang. Untuk pengidap eksim yang lebih tua, PDE4 inhibitor perlu oleskan dua kali sehari untuk mengurangi peradangan.

3. Pelembap Kulit

Kunci utama penyembuhan eksim adalah memastikan kulit tetap lembap. Pelembap kulit mudah kamu dapatkan karena banyak dijual bebas. Gunakan secara rutin untuk menjaga kelembapan kulit, mengurangi kemerahan, dan gatal-gatal. Beberapa produk pelembap biasanya mengandung wewangian atau bahan kimia lain yang rentan mengiritasi kulit. Jadi, sebelum membeli pelembap pastikan kamu membaca kandungannya terlebih dahulu atau bertanya pada dokter supaya lebih aman. 

Baca juga: Pantangan Eksim, Hindari 9 Makanan Ini

4. Penghambat Calcineurin

Obat-obatan yang satu ini bukan termasuk steroid. Namun, kalsineurin juga mampu meredakan peradangan eksim. Dokter sering meresepkan ini jika obat steroid tidak bekerja atau menyebabkan masalah. 

5. Imunomodulator Sistemik

Sebenarnya, obat yang satu ini jarang diresepkan karena bekerja melemahkan sistem kekebalan supaya pertahanan tubuh tidak bereaksi berlebihan. Imunomodulator sistemik tersedia dalam bentuk pil, cairan atau diberikan dalam bentuk suntikan. Biasanya, obat ini diperuntukan untuk seseorang yang mengidap eksim sedang hingga parah. Selain itu, penggunaannya hanya dalam waktu singkat saja untuk mencegah efek samping serius. 

6. Antibiotik

Eksim dapat menimbulkan rasa gatal yang tidak tertahankan. Akibatnya, seseorang yang mengidap eksim cenderung ingin menggaruk kulit terus menerus. Padahal, menggaruk dapat merusak kulit yang memungkinkan bakteri masuk dan menyebabkan infeksi. Kalau sudah begini, dokter harus meresepkan antibiotik untuk mengobati infeksi kulit.

7. Antihistamin

Obat yang satu ini biasanya diberikan oleh seseorang yang mengidap alergi. Antihistamin umumnya diminum di malam hari untuk mengurangi gatal yang dapat mengganggu waktu tidur. 

Gejala Umum Eksim

Gejala eksim sangat bervariasi pada setiap orang. Namun, umumnya eksim menimbulkan gejala berikut: 

  • Kulit kering.
  • Gatal-gatal yang semakin parah saat di malam hari.
  • Muncul ruam berwarna merah hingga abu-abu kecoklatan. Ruam biasanya muncul di bagian tangan, kaki, pergelangan kaki, pergelangan tangan, leher, dada bagian atas, kelopak mata, siku dan lutut.
  • Benjolan kecil yang menonjol yang dapat mengeluarkan cairan dan mengeras saat tergores.
  • Kulit menebal, pecah-pecah, bersisik.
  • Kulit sensitif dan bengkak karena terus digaruk.

Baca juga: Perawatan Sederhana untuk Mengatasi Eksim pada Anak

Jika butuh bertanya soal obat-obatan eksim, hubungi dokter melalui aplikasi Halodoc saja. Kamu dapat menghubungi dokter kapanpun dan dimanapun. Praktis sekali bukan? Download aplikasinya sekarang juga!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Atopic dermatitis (eczema).
WebMD. Diakses pada 2021. Eczema: What’s the Best Treatment for You?.