Eksim

ARTIKEL TERKAIT

Pengertian Eksim

Eksim merupakan reaksi alergi pada kulit yang ditandai dengan timbulnya warna  kemerahan dan rasa gatal. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman serta mengganggu penampilan.

Gejala Eksim

Bukan hanya pada orang dewasa, gejala eksim bahkan bisa muncul pada masa anak-anak terutama saat memasuki usia di atas 2 tahun. Pada beberapa kasus, eksim akan menghilang dengan bertambahnya usia, tetapi tidak sedikit pula yang akan mengidap penyakit ini seumur hidupnya. Umumnya, dengan pengobatan yang tepat, eksim bisa dikendalikan dengan baik sehingga mengurangi angka kekambuhan pada pengidapnya.

Gejala-gejala lainnya yang dapat muncul sebagai berikut:

  • Terdapat tanda-tanda infeksi, meliputi area yang basah atau adanya pus.

  • Ada peradangan pada kulit, serta berwarna kemerahan disertai rasa terbakar atau panas disekitar daerah yang terinfeksi.

  • Muncul rasa tidak nyaman serta menyebarnya ruam yang biasanya berlangsung selama 3 minggu.

  • Timbul vesikel (tonjolan kecil berisi cairan jernih).

  • Terdapat bagian bersisik putih di area tersebut, atau sangat mengelupas.

  • Kulit menjadi sangat kering, keras dan kaku.

  • Pasien adalah anak-anak atau usia lanjut.

Penyebab Eksim

Penyebab eksim dapat berasal dari luar (eksogen), misalnya bahan kimia, fisik (contoh: sinar), mikroorganisme (bakteri, jamur), dapat pula dari dalam (endogen), misalnya eksim atopik. Sebagian lain tidak diketahui pasti. Banyak macam eksim yang belum diketahui patogenesisnya, terutama yang penyebabnya faktor endogen. Yang telah banyak dipelajari adalah tentang eksim kontak, baik yang tipe alergik maupun iritan primer.

Faktor Risiko Eksim

Berikut adalah faktor risiko tinggi pada orang yang dapat terkena eksim, yaitu:

  • Stres.
  • Riwayat keluarga terkena eksim.
  • Rasa panas dan keringat berlebih.
  • Rasa dingin dan iklim kering.
  • Kulit kering.
  • Kontak langsung dengan bahan-bahan kasar dan iritan seperti sabun dan kain sintetis.
  • Demam atau infeksi saluran nafas atas.

Diagnosis Eksim

Umumnya, dokter akan melakukan diagnosis dengan memeriksa kulit dan sejarah medis. Dokter juga dapat menggunakan tes patch (pemeriksaan pada area kulit tertentu untuk mengetahui potensi alergi. Selain itu, bisa juga melakukan tes lainnya untuk mengeliminasi penyakit kulit lainnya atau mengidentifikasi kondisi yang menyertai eksim.

Pengobatan dan Efek Samping Eksim

Pada pengobatan ada beberapa anjuran yang harus dilakukan untuk penyembuhan eksim itu sendiri dalam hal ini terdapat penjelasan dari setiap terapi, yaitu:

  • Anti-histamin dan Anti-alergi, Antihistamin meredakan eksim yang diinduksikan oleh alergi, bekerja terutama pada reseptor histamin H. Perhatikan bahwa beberapa antihistamin menyebabkan mengantuk. Tidak boleh diberikan pada pasien yang mengemudi atau beroperasi mesin.

  • Antihistamin Topikal, Dokter biasanya menyarankan untuk menggunakan preparat anti gatal dengan tepat. Beberapa produk harus digosokkan secara topikal, sedangkan yang lain digunakan sewaktu mandi. Sebaiknya hindari kontak dengan mata atau puting susu bagi ibu yang masa menyusui. Anti-Infeksi Topikal. Perlu diketahui, bahwa beberapa anti-infeksi topikal mengandung antibiotik sehingga dapat digunakan untuk mengobati eksim yang terinfeksi.

  • Anti-infeksi Topikal dengan Kortikosteroid, Kortikosteroid yang terkandung dalam preparat ini digunakan untuk menekan peradangan akibat eksim. Obat ini berguna untuk berbagai tipe eksim yang terinfeksi.

  • Kortikosteroid Topikal, Obat-obat seperti steroid sebaiknya hanya digunakan di daerah yang mengalami peradangan. Dan tidak dianjurkan untuk menggunakan preparat (pengamatan) pada luka terbuka atau pada wajah.

  • Pelindung kulit, Beberapa bahan yang terkandung dalam pelembab dan emolien dapat memperparah kondisi kulit. Pelembab juga sebaiknya dioleskan sesering mungkin untuk menghindari kulit kering yang “meluas”.

Efek samping yang paling umum adalah dari obat kortikosteroid varian krim atau salep adalah penipisan dan perubahan warna kulit pada area yang sering dioles obat. Tidak hanya itu, rambut halus juga bisa bertumbuh makin banyak di area tersebut.

Pencegahan Eksim

Umumnya, pencegahan pada eksim bisa dilakukan dengan merawat kulit dengan baik dan benar. Hindari kulit yang terlalu kering atau terlalu basah. Jangan lupa untuk menjaga kulit tetap lembab serta menghindari keringat berlebih. Selain itu perlu diperiksakan apa saja pemicu eksim pada kulit, agar bisa menghindari kontak dengan pemicu eksim. Berikut beberapa tips untuk mencegah timbulnya eksim:

  • Kurangi pikiran yang menyebabkan stres.
  • Sebaiknya hindari untuk mengonsumsi makanan pemicu alergi dan pemicu iritasi.
  • Jangan gunakan sabun atau sampo yang mengandung zat–zat pemicu alergi.
  • Cegah perubahan suhu dan kelembaban kulit yang ekstrim.
  • Hindari mandi menggunakan air yang terlalu panas.
  • Jangan memanaskan dan mendinginkan kulit secara berlebih.
  • Gunakan pelindung ketika bersentuhan dengan deterjen atau bahan kimia lainnya.

Kapan Harus ke Dokter?

Kondisi-kondisi berikut ini merupakan tanda seseorang yang terkena eksim harus segera menghubungi dokter, yaitu:

  • Kehilangan waktu tidur atau terganggu dalam aktivitas sehari-hari.
  • Kulit terasa sakit.
  • Kulit terlihat terinfeksi: garis-garis merah, nanah.
  • Perawatan sendiri tidak membantu.

Segera hubungi dokter apabila merasakan gejala-gejala di atas. Penanganan yang tepat dapat meminimalisir akibat sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. Pilih rumah sakit yang terdekat dengan lokasi kamu atau pilih dokter di rumah sakit yang sesuai dengan kebutuhan kamu di sini