Jenis Pengobatan untuk Atasi Sindrom Reye pada Si Kecil

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
pengobatan sindrom reye

Halodoc, Jakarta - Menyebabkan pembengkakan hati dan otak, sindrom reye merupakan kondisi langka, tetapi cukup serius. Sindrom ini umumnya terjadi pada anak-anak dan remaja yang baru pulih dari infeksi virus, seperti cacar air atau flu. Seperti apa pengobatan sindrom reye yang bisa dilakukan?

Karena dapat berkembang menjadi kondisi darurat, anak yang mengidap sindrom reye perlu mendapatkan pengobatan segera. Anak dengan sindrom Reye biasanya harus dirawat di rumah sakit, dan untuk kasus yang parah akan dirawat di unit perawatan intensif. Untuk melakukan pemeriksaan, kini kamu bisa langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc. Jadi, pastikan kamu sudah download aplikasinya di ponselmu, ya.

Baca juga: Bagaimana Si Kecil Bisa Terserang Sindrom Reye?

Hingga saat ini, belum diketahui pasti jenis pengobatan untuk menyembuhkan sindrom reye. Namun, perawatan dapat diberikan untuk mengurangi gejala dan mencegah komplikasi. Selama dirawat, dokter akan memastikan kondisi hidrasi tubuh dan keseimbangan cairan tetap terjaga. Adapun pengobatan yang dapat diberikan adalah:

  • Cairan infus yang mengandung glukosa dan elektrolit, untuk menjaga keseimbangan kadar garam, nutrisi, mineral, dan gula dalam darah.

  • Diuretik, guna membuang kelebihan cairan dalam tubuh dan meredakan pembengkakan di otak.

  • Plasma, vitamin K, dan platelet, guna mencegah pendarahan akibat gangguan organ

  • Ammonia detoxicant, guna mengurangi kadar amonia dalam tubuh.

  • Antikonvulsan, untuk mencegah dan mengatasi kejang.

  • Selain itu mesin pernapasan (ventilator) dapat dipakai jika mengalami gagal nafas.

Saat bengkak pada otak sudah hilang, umumnya fungsi tubuh yang lain akan kembali normal dalam beberapa hari. Namun, biasanya perlu waktu beberapa minggu hingga pengidap cukup sehat dan diperbolehkan meninggalkan rumah sakit.

Bagaimana Sindrom Reye Dapat Terjadi?

Meski penyebab sindrom reye belum diketahui secara pasti, penyakit ini diduga disebabkan oleh kelainan genetik, yaitu rusaknya struktur kecil dalam sel yang bernama mitokondria. Struktur kecil ini memberi energi pada sel dan sangat penting untuk kesehatan fungsi hati

Baca juga: Perhatikan 2 Hal Ini saat Si Kecil Mengalami Sindrom Reye

Tanpa pasokan energi, hati akan gagal berfungsi. Hal ini dapat menyebabkan penumpukan racun kimia berbahaya di dalam darah yang bisa merusak seluruh tubuh, hingga menyebabkan otak menjadi bengkak. Selain itu, kadar gula darah pengidap sindrom reye sangat menurun sementara kadar amonia dan asam dalam darah meningkat. 

Saat itu, hati dapat menjadi bengkak dan terjadi penumpukan lemak di dalam organ tersebut. Namun tidak hanya hati, otak pun bisa mengalami pembengkakan yang berisiko menyebabkan kejang dan hilang kesadaran. Diskusikan lebih lanjut tentang sindrom ini dengan dokter di aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor.

Tubuh Si Kecil Mengalami Ini Ketika Terserang Sindrom Reye

Gejala sindrom reye biasanya muncul dalam waktu tiga hingga lima hari pasca infeksi. Napas tersengal-sengal dan diare merupakan gejala awal yang biasanya muncul pada anak-anak berusia kurang dari dua tahun. Sementara pada anak yang lebih tua, gejala awal sindrom reye bisa berupa lesu, mudah mengantuk, dan muntah terus menerus. Jika kondisi bertambah buruk, gejala pun dapat menjadi serius, di antaranya:

  • Bingung, disorientasi, atau bahkan berhalusinasi.

  • Mudah tersinggung dan perilaku menjadi lebih agresif.

  • Badan terasa lemah, dan bahkan mengalami kelumpuhan pada kaki dan lengan.

  • Kejang.

  • Tingkat kesadaran menurun.

Baca juga: Ikuti Tips Ini untuk Mencegah Sindrom Reye

Pada beberapa kasus, sindrom reye dapat menyebabkan anak mengalami kerusakan otak permanen akibat pembengkakan otak. Komplikasi lain yang mungkin dapat terjadi adalah:

  • Penurunan daya ingat dan kemampuan berkonsentrasi.

  • Kesulitan bicara dan berbahasa.

  • Kesulitan menelan.

  • Penurunan daya penglihatan atau pendengaran.

  • Kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari (misalnya berpakaian atau ke kamar mandi).

Referensi:
Mayo Clinic (Diakses pada 2019). Reye's syndrome
Medscape (Diakses pada 2019). Reye Syndrome
WebMD (Diakses pada 2019). What Is Reye's Syndrome?