Jenis Penyakit yang Dideteksi oleh Pemeriksaan Uroflowmetri

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Jenis Penyakit yang Dideteksi oleh Pemeriksaan Uroflowmetri

Halodoc, Jakarta – Uroflowmetri adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mengukur aliran dan kekuatan aliran urine selama buang air kecil. Ini adalah tes urine noninvasif yang umum digunakan untuk mendiagnosis gejala, seperti nyeri saat buang air kecil atau inkontinensia urine. Hasil dari uroflowmetri dapat membantu dengan penilaian fungsi kandung kemih dan sfingter atau untuk menguji penghalang dalam aliran normal urine.

Uroflowmetri dilakukan dengan buang air kecil ke dalam corong khusus. Corong ini terhubung ke perangkat pengukuran yang menghitung jumlah urine yang dilewati, laju aliran dalam hitungan detik, dan lama waktu yang dibutuhkan untuk benar-benar mengosongkan kandung kemih.

Selama buang air kecil yang normal, aliran urine awal mulai perlahan, kemudian mempercepat, lalu melambat lagi. Tes ini mencatat setiap penyimpangan dari norma tersebut untuk membantu dokter dalam membuat diagnosis. Ini bisa menjadi alat yang penting dalam merencanakan suatu program perawatan.

Baca juga: Kebiasaan yang Meningkatkan Risiko Batu Kandung Kemih

Tes aliran urine adalah tes cepat dan sederhana yang memberikan umpan balik yang berguna tentang kesehatan saluran kemih bagian bawah. Ini sering digunakan untuk melihat apakah ada sumbatan pada saluran keluar urine yang normal. Kondisi kesehatan yang dapat mengubah aliran urine normal meliputi:

  1. Benign Prostatic Hypertrophy (BPH)

Ini adalah pembesaran kelenjar prostat. Ini bukan disebabkan oleh kanker dan sering terjadi pada pria berusia 50 tahun. Prostat membungkus uretra. Ketika diperbesar, itu dapat mempersempit uretra dan mengganggu aliran urine yang normal dari kandung kemih. Jika tidak diobati, pembesaran prostat dapat memblokir uretra sepenuhnya.

  1. Kanker Prostat atau Kandung Kemih

Penyumbatan saluran kemih dapat terjadi, karena berbagai alasan di sepanjang bagian saluran kemih dari ginjal ke uretra. Ini dapat menyebabkan infeksi, jaringan parut, atau bahkan gagal ginjal jika tidak diobati.

  1. Disfungsi Kandung Kemih Neurogenik

Ini adalah masalah dengan fungsi kandung kemih, karena masalah sistem saraf, seperti tumor tulang belakang atau cedera.

Baca juga: Hati-Hati, Makanan Ini Bisa Berbahaya untuk Kandung Kemih

  1. Infeksi Saluran Kemih

Ini dapat menyebabkan jaringan parut dan kerusakan pada saluran kemih.

Tes aliran urine aman untuk kebanyakan orang. Tes ini sering dilakukan di kamar mandi pribadi atau area prosedur. Mungkin ada risiko tergantung pada kondisi kesehatan fisikmu. Pastikan untuk mendiskusikan masalah apapun dengan penyedia layanan kesehatanmu sebelum prosedur.

Faktor atau kondisi tertentu dapat mengganggu keakuratan tes aliran urine. Faktor-faktor ini termasuk:

  • Mengejan dengan buang air kecil

  • Sembelit

  • Kandung kemih tidak penuh dengan urine

  • Tubuh melakukan gerakan tertentu saat buang air kecil

  • Konsumsi obat-obatan tertentu yang mempengaruhi tonus otot kandung kemih dan sfingter

Baca juga: 8 Fakta Tentang Batu Kandung Kemih yang Bikin Susah ke Toilet

Selama pemeriksaan uroflowmetri, kamu akan dibawa ke ruang pengujian pribadi dan diminta untuk buang air kecil ke dalam saluran khusus yang terhubung ke uroflowmeter elektronik. Kamu seharusnya tidak mengalami rasa sakit atau ketidaknyamanan dari prosedur ini.

Uroflowmeter akan mencatat pengeluaran urine dan laju aliran pada grafik. Usahakan untuk tidak mendorong atau mengejan saat buang air kecil. Dalam beberapa kasus, kamu mungkin diminta untuk melakukan tes pada beberapa hari berturut-turut.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai proses pemeriksaan uroflowmetri, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Talk to A Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.