• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Jenis Penyakit yang Termasuk Gangguan Kontrol Impuls

5 Jenis Penyakit yang Termasuk Gangguan Kontrol Impuls

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Orang yang mengalami gangguan kontrol impuls sering kali tidak dapat menahan dorongan untuk melakukan sesuatu yang dapat melanggar hak orang lain atau menyebabkan konflik. Perilaku impulsif ini dapat terjadi berulang kali, cepat, dan tanpa pertimbangan konsekuensi dari perilaku tersebut. 

Pyromania (sengaja memulai kebakaran) dan kleptomania (keinginan untuk mencuri) termasuk gangguan yang termasuk gangguan kontrol impuls. Biasanya, tindakan impulsif dihasilkan dari ketegangan saat seseorang tidak bisa lagi menahannya. 

Baca juga: Jenis Gangguan Mental yang Dapat Memengaruhi Perkembangan Anak

Beberapa Jenis Gangguan Kontrol Impuls

Rasa lega langsung muncul setelah melakukan tindakan impulsif. Hanya saja kelegaan bersifat jangka pendek. Perasaan bersalah atau malu kemudian terjadi. Namun, tindakan impulsif berikutnya tetap akan terjadi berulang kali dan dapat menyebabkan sejumlah konsekuensi negatif. Seperti penyesalan emosional yang lebih besar dalam jangka panjang. 

1. Judi Patologis

Judi patologis ditandai dengan pola maladaptif, yaitu ketika seseorang gigih dan selalu berulang kali melakukan judi. Pria cenderung mulai minat berjudi pada usia lebih dini daripada wanita. Judi patologis dikaitkan dengan gangguan kontrol impuls yang mengakibatkan berkurangnya kualitas hidup dan tingginya angka kebangkrutan serta perceraian. Banyak orang yang memiliki kondisi judi patologis terlibat dalam perilaku ilegal seperti mencuri, penggelapan, dan tindakan kriminal lainnya. 

2. Kleptomania

Tindakan ini ditandai dengan pencurian berulang-ulang barang yang tidak diperlukan untuk kebutuhan pribadi. Meskipun kleptomania umumnya dialami pada akhir masa remaja atau awal dewasa, gangguan ini kini banyak terjadi pada anak-anak berusia 4-9 tahun dan para orang dewasa berusia 77 tahun. Orang dengan kleptomania hanya menimbun barang curian, diberikan ke orang lain, dikembalikan ke toko, atau dibuang. 

Baca juga: Gangguan Jiwa Dapat Terlihat Sejak Anak-Anak, Benarkah?

3. Compulsive Buying

Orang dengan gangguan compulsive buying akan merasa sangat senang dengan pembelian barang yang tidak dibutuhkan dan dengan apa yang sudah dibeli. Gangguan ini sangat mengganggu fungsi sosial atau pekerjaan dan menyebabkan masalah keuangan. 

Orang dengan compulsive buying sering tidak menggunakan barang yang sudah dibeli, bahkan diberikan lagi pada orang lain. Meskipun compulsive buying awalnya menyenangkan, rasa bersalah dan malu bisa muncul karenanya.

4. Trikotilomania

Gangguan ini dikarakteristikan dengan pencabutan rambut yang disengaja, yang menyebabkan rambut rontok hingga mengalami gangguan klinis. Gangguan ini bisa mengganggu kegiatan sosial dan aktivitas harian secara signifikan. Orang dengan trikotilomania biasanya menghindari situasi sosial, seperti berkencan atau berpartisipasi dalam kegiatan kelompok. 

5. Pyromania

Orang dengan kelainan kontrol impuls ini sengaja memulai kebakaran tanpa memedulikan kerusakan atau cedera yang diakibatkan tindakan mereka. Kondisi ini umum terjadi pada pelaku pembakaran yang terhukum. Mereka terbukti memiliki gangguan pyromania. Perawatan kelainan impuls ini mencakup penanganan penyakit mental yang mendasarinya secara farmakologis. Selain itu, untuk mengatasi gangguan ini mungkin perlu dilakukan terapi perilaku kognitif. 

Baca juga: Kesehatan Mental Karakter Kdrama the World of Married

Faktor Risiko Seseorang Mengalami Gangguan Kontrol Impuls

Stres internal dan eksternal merupakan pemicu gangguan kontrol impuls. Banyak jenis gangguan kontrol impuls diperkirakan berasal dari kerentanan neurologis dan tekanan lingkungan. Beberapa faktor risikonya meliputi:

  • Laki-laki lebih rentan mengalami gangguan kontrol impuls daripada perempuan.
  • Predisposisi genetik.
  • Penggunaan obat-obatan kronis atau alkohol. 
  • Menjadi sasaran trauma, pelecehan, atau pengabaian. 
  • Paparan terhadap kekerasan atau agresi. 

Masalah kesehatan mental tambahan, seperti depresi atau gangguan obsesif-kompulsif (OCD), sering berdampingan dengan orang yang mengidap kelainan kontrol impuls. Jika kamu menyadari salah satu dari jenis gangguan kontrol impuls dan ingin keluar dari gangguan ini, sebaiknya segera bicarakan pada dokter, psikolog, atau psikiater melalui aplikasi Halodoc. Yuk, segera download aplikasi Halodoc sekarang!

Referensi:
Psychiatric Times. Diakses pada 2020. Impulse Control Disorders: Clinical Characteristics and Pharmacological Management.
Very Well Mind. Diakses pada 2020. Impulsive Behavior and Impulse Control Disorders.