28 September 2018

Jenis Gangguan Mental yang Dapat Memengaruhi Perkembangan Anak

jenis gangguan mental yang dapat memengaruhi perkembangan anak

Halodoc, Jakarta – Selain kesehatan fisik anak, kesehatan mental anak juga perlu diperhatikan orangtua. Apalagi nyatanya cukup banyak masalah perkembangan mental anak di Indonesia. Sebaiknya, orangtua jangan mengabaikan perubahan yang terjadi pada anak. Apalagi jika sudah menunjukan gejala-gejala awal tanda gangguan kesehatan mental pada anak.

Menilai kesehatan anak bukan hanya dilihat dari kondisi kesehatan fisiknya saja, melainkan juga dari tumbuh dan berkembang sesuai dengan usianya. Dengan mental yang sehat, anak akan berkembang dan tumbuh dengan baik. Hal ini juga akan memengaruhi perkembangan perilaku anak hingga dewasa nanti.

Ada banyak hal yang bisa memengaruhi kondisi kesehatan mental seorang anak. Faktor kesehatan, riwayat genetik, penggunaan obat dalam durasi yang cukup panjang, masalah saat kehamilan, dan bahkan lingkungan sekitar, seperti keluarga atau tempat bermain pun bisa menyebabkan penyakit gangguan mental.

Tidak ada salahnya, orangtua memahami apa saja jenis dari gangguan kesehatan mental pada anak yang dapat dialami.

1. Gangguan Cemas (Ansietas)

Perhatikan aktivitas anak sehari-hari. Memiliki rasa cemas sebenarnya adalah hal yang wajar ditimbulkan oleh anak-anak. Namun, sebaiknya ibu perlu memberikan perhatian jika anak memiliki rasa cemas dengan berlebihan. Tidak hanya membuat kegiatan dan aktivitas anak sehari-hari terganggu. Nyatanya, memiliki rasa cemas berlebihan pada diri anak juga bisa mengganggu perkembangannya. Jika dalam setiap kegiatan perasaan cemas selalu merundung anak, tentu anak tidak akan bisa berkonsentrasi dalam melakukan sesuatu. Sebaiknya, ibu mencari tahu apa yang menyebabkan anak memiliki perasaan cemas yang sangat berlebihan. Tidak ada salahnya mendampingi anak hingga anak merasa tenang.

2. Gangguan Bipolar

Gangguan bipolar pada anak adalah salah satu penyakit mental yang berhubungan dengan adanya faktor kelainan otak. Hal ini dapat menyebabkan perubahaan mood dan pergeseran yang tidak lazim di tingkat energi dan aktivitas yang dilakukan anak. Anak-anak yang mengalami bipolar bisa mengalami episode mania atau episode depresi. Saat anak mengalami episode mania, maka anak akan terlihat memiliki banyak energi dan akan lebih aktif dari biasanya. Kemudian, ada episode depresi yang akan membuat anak terlihat selalu tidak bersemangat dan membuat anak merasa sangat terpuruk pada apapun yang sedang dikerjakan. Gangguan bipolar pada anak tidak dapat disembuhkan, tetapi ibu bisa membantu anak untuk belajar mengatur perubahan mood-nya dengan baik.

3. Central Auditory Processing Disorder (CAPD)

Central auditory processing disorder (CAPD) atau dikenal juga dengan istilah gangguan proses auditori adalah salah satu jenis gangguan mental pada anak yang dapat mengganggu perkembangan. Akan tetapi tidak hanya pada anak saja, CAPD dapat dialami oleh semua usia yang dimulai sejak perkembangan masa anak-anak. CAPD adalah masalah pada pendengaran yang timbul saat otak tidak bekerja secara optimal. Biasanya, anak yang mengalami CAPD akan kesulitan untuk merespon suara, menikmati musik, memahami percakapan, membaca, serta mengeja.

4. Gangguan Spektrum Autisme (GSA)

Gangguan Spektrum Autisme adalah salah satu gangguan mental pada anak karena terjadinya kelainan otak yang dapat berdampak ke kemampuan komunikasi dan interaksi sosial. Biasanya, anak-anak yang menderita GSA akan terlihat hidup dengan dunia dan imajinasinya sendiri. Mereka tidak mampu menghubungkan emosial mereka dengan lingkungan di sekitarnya.

Beberapa terapi bisa digunakan untuk membuat Si Kecil bisa lebih mengatur setiap perubahan mood yang terjadi dalam dirinya. Ibu juga bisa gunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya langsung ke dokter mengenai penanganan gangguan mental pada anak. Yuk download aplikasi Halodoc sekarang juga melalui App Store atau Google Play!

Baca juga: