15 March 2019

Jung Joon Young Bagikan Video Mesum, Benarkah Tanda Gangguan Mental?

Jung Joon Young Bagikan Video Mesum, Benarkah Tanda Gangguan Mental?

Halodoc, Jakarta - Dunia hiburan Korea Selatan kini kembali ramai, namun sayangnya bukan karena perilisan album baru atau prestasi. Salah seorang musisi sekaligus aktor, Jung Joon Young akhirnya membagikan surat permintaan maafnya serta mengakui perbuatannya terkait tuduhan atas dirinya yang telah memfilmkan pasangannya saat berhubungan intim tanpa persetujuan. Tidak hanya itu, ia juga membagikannya dengan teman-temannya melalui grup obrolan sosial media KakaoTalk pada 2015 lalu.

Selain menyampaikan permintaan maafnya terutama kepada para wanita yang muncul dalam video yang ia rekam dan bagikan tersebut, Jung Joon Young juga memutuskan untuk menarik diri dari semua program acara yang ia ikuti. Ia memutuskan hiatus dari semua kegiatannya di industri hiburan Korea Selatan dan mengatakan selama sisa hidupnya, ia akan merenungkan kesalahannya. Ia juga mengungkapkan akan mengikuti penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian Korea Selatan dengan jujur dan tanpa kebohongan serta bersedia menerima hukuman atas tindakan yang telah diperbuatnya.

Baca Juga: 5 Kelainan Seksual yang Perlu Diketahui

Merekam Aktivitas Seksual, Normalkah?

Kasus perekaman aktivitas seksual sebetulnya bukan hal yang baru. Beberapa tahun silam, Ariel seorang vokalis grup band terkenal tanah air juga harus merelakan dirinya dipenjara karena videonya bersama beberapa wanita yang tengah melakukan hubungan intim tersebar luas di dunia maya. Lantas, apakah kegiatan merekam aktivitas bercinta ini normal?

Dr. Andri Wanananda MS, seksologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta mengatakan selama privasi antara pasangan terjaga dan bukan untuk disebarkan, hal itu bukan kelainan dan sekedar untuk kesenangan. Namun, bahayanya jika hal ini dimaksudkan untuk disebarkan ke orang lain, terlebih lagi tanpa persetujuan salah satu pihak maka hal ini sudah mengarah ke eksibisionis.

Baca Juga: Kenapa Seseorang Bisa Jadi Aseksual? Ini Penjelasannya

Gangguan mental eksibisionis adalah perilaku menyimpang yang mana orang yang bersangkutan mendapatkan kesenangan dan kepuasan dengan menunjukkan alat kelaminnya kepada orang lain di muka umum. American Psychiatric Association menyatakan seksual eksibisionis termasuk dikategorikan sebagai parafilia. Penyimpangan perilaku seksual ini merupakan gangguan melalui interaksi non-fisik. Gangguan seksual ini dilakukan oleh 2-4 persen populasi pria dan jarang dilakukan oleh perempuan. Selain itu, sekitar sepertiga hingga setengah dari perempuan pernah menjadi korban eksibisionisme.

Meskipun kasusnya agak beda dengan pengertian ekshibisionisme secara umum, namun disinyalir Jung Joon Young melakukan hal ini untuk memamerkan aktivitas seksualnya kepada teman-teman terdekatnya. Entah untuk kesenangan semata atau untuk alasan lain.

Selain itu, meski merekam aktivitas seksual bersama pasangan bukan kelainan dan dianggap wajar, tetapi merekam video percintaan sendiri sebaiknya dilakukan dengan hati-hati. Pastikan pasangan adalah orang yang dapat dipercaya dan dapat menjaga privasi.

Video tersebut hanya layak untuk konsumsi kedua pasangan, bukan untuk diperlihatkan kepada orang lain, apalagi membuka kesempatan orang lain untuk memperbanyaknya. Selain itu, pertimbangkan kemungkinan terjadinya konflik dengan pasangan nantinya. Bisa saja salah satu pasangan menggunakan rekaman tersebut sebagai senjata untuk mengancam sehingga salah satu pihak akan merasa dirugikan.

Lebih baik lagi dengan tidak sama sekali merekamnya. Faktanya, banyak kasus di mana sang pacar ataupun mantan pacar menggunakan video asusila tersebut untuk mengancam pasangannya. Selain itu, jika video tersebut terekam, akibatnya bisa fatal dan memaksa kamu menanggung malu atau terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian hanya karena kenikmatan sesaat.

Baca Juga: Jangan Ganti-Ganti Pasangan, 5 Alasan Hubungan Intim Sehat Itu Perlu

Kalau kamu ingin tahu lebih lanjut mengenai jenis gangguan mental atau kelainan seksual lainnya dan bagaimana penanganan yang tepat, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup  download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Talk to a Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.