Kaki Bengkak Setelah Melahirkan, Normal atau Penyakit?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Kaki Bengkak Setelah Melahirkan, Normal atau Penyakit?

Halodoc, Jakarta – Sudah menjadi hal umum jika ibu mengalami kaki bengkak saat hamil. Namun, bagaimana jika kaki tetap bengkak setelah melahirkan? Apakah itu merupakan hal yang normal, atau menandakan suatu penyakit berbahaya?

Umumnya, kaki bengkak atau edema akan mereda segera setelah melahirkan. Perlu diketahui bahwa pembengkakan setelah melahirkan ini tidak hanya bisa terjadi pada kaki, tetapi juga tangan, wajah, tungkai, dan pergelangan kaki. Berbagai penyebab dari kaki bengkak setelah melahirkan adalah:

1. Penumpukan Cairan di Dalam Tubuh

Saat hamil, tubuh memproduksi lebih banyak hormon estrogen dan progesteron. Peningkatan produksi kedua hormon tersebut dapat menyebabkan retensi atau penumpukan cairan di dalam tubuh, termasuk pada kaki. 

Baca juga: 5 Alasan Penyebab Kaki Bengkak

2. Efek Membesarnya Rahim

Rahim yang kian membesar selama hamil dapat membuat pembuluh vena di kaki tertekan, sehingga aliran darah balik dari tubuh bagian bawah menjadi terhambat. Itulah sebabnya terjadi penumpukan cairan di kaki yang menyebabkan pembengkakan, saat hamil. 

Umumnya setelah melahirkan, rahim akan mendorong darah ke bagian bawah tubuh. Namun, proses ini membutuhkan waktu selama beberapa hari, sehingga kaki ibu mungkin masih terlihat bengkak setelah melahirkan.

3. Proses Mengejan Saat Persalinan Normal

Proses mengejan saat persalinan normal dapat menjadi salah satu penyebab kaki ibu bengkak setelah melahirkan. Sebab saat mengejan, terjadi peningkatan tekanan ke berbagai area di tubuh, sehingga memicu penumpukan cairan pada kaki, lengan, dan wajah.

Baca juga: 4 Penyakit yang Sebabkan Kaki Bengkak

4. Ligamen Tubuh yang Menjadi Lebih Longgar

Selama kehamilan, ligamen atau jaringan ikat pada seluruh tubuh umumnya akan menjadi lebih longgar, sehingga menyebabkan kaki jadi membesar. Itulah sebabnya setelah melahirkan, kaki dapat mengalami pembengkakan. Meski umumnya hanya bersifat sementara, kondisi ini dapat menjadi permanen pada beberapa orang.

Itulah beberapa penyebab umum dari kaki bengkak setelah melahirkan. Perlu diketahui bahwa ada masih banyak penyebab lain dari terjadinya pembengkakan kaki pada ibu pasca melahirkan. Diskusikan dengan dokter di aplikasi Halodoc, atau lakukan pemeriksaan di rumah sakit, jika kaki bengkak setelah melahirkan disertai berbagai gejala lain yang mengganggu.

Tips Mengurangi Kaki Bengkak Setelah Melahirkan

Terkadang, kaki bengkak setelah melahirkan dapat terasa mengganggu. Ibu bisa mengakalinya dengan menyangga kaki dengan bantal ketika berbaring, agar posisi kaki berada lebih tinggi dari jantung. Pastikan untuk istirahat yang cukup dan tidak terlalu lama berdiri atau duduk dengan menyilangkan kaki, karena dapat menghambat peredaran darah. 

Baca juga: Toksoplasma di Awal Kehamilan Waspada Dampaknya

Saat sedang santai, ibu juga bisa bantu redakan pembengkakan dengan melakukan pijatan lembut dan akupuntur pada kaki. Sementara itu, untuk mengurangi risiko pembengkakan kaki setelah melahirkan, ibu bisa mengonsumsi makanan sehat selama hamil, seperti:

  • Makanan kaya protein rendah lemak, seperti daging, telur, dan kacang.

  • Mengonsumsi setidaknya lima porsi sayur dan buah tiap hari.

  • Kurangi konsumsi garam, gula, dan lemak.

  • Perbanyak konsumsi air mineral untuk membantu ginjal mengeluarkan kelebihan cairan.

  • Konsumsi beberapa jenis makanan yang dapat membantu kerja ginjal, yaitu makanan yang kaya akan vitamin C dan E, seperti jeruk, brokoli, kubis, tomat, dan kacang almond.

  • Batasi konsumsi makanan kemasan yang biasanya mengandung tinggi garam dan zat tambahan.

  • Hindari merokok.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. 7 Natural Treatments for Postpartum Swelling.
Baby Centre. Diakses pada 2019. Postpartum: Swelling (edema).
Parents. Diakses pada 2019. Why am I swollen after giving birth?