Kaki dan Tangan Membesar, Ini 15 Gejala Lain Akromegali

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
akromegali

Halodoc, Jakarta - Selain kaki dan tangan yang membesar, akromegali ditandai dengan gejala lain seperti gigi yang tampak membesar dan terlihat maju. Akromegali biasanya dialami oleh orang dewasa berusia 40-45 tahun. Mengapa kondisi ini bisa terjadi? Yuk, baca selengkapnya tentang penyakit akromegali.

Baca juga: Perbedaan Antara Gigantisme dan Akromegali

Kondisi Seperti Apa yang Bisa Disebut dengan Akromegali?

Akromegali merupakan suatu kondisi kelainan yang muncul karena tubuh memiliki kelebihan hormon pertumbuhan, sehingga terjadi pertumbuhan secara berlebihan pada beberapa bagian tubuh, tulang, dan otot. Kondisi ini biasanya terjadi pada struktur wajah, tangan, dan kaki.

Peningkatan produksi hormon pertumbuhan ini bisa disebabkan karena adanya tumor pada organ tubuh lainnya, seperti pankreas atau paru-paru. Kendati demikian, kondisi ini jarang terjadi. Akromegali termasuk kondisi medis yang jarang terjadi. Kebanyakan kasusnya diketahui setelah bertahun-tahun. Parahnya lagi, komplikasi akromegali dapat membahayakan nyawa jika gejala yang timbul tidak segera diobati.

Selain Kaki dan Tangan yang Membesar, Apa Gejala Lain dari Akromegali?

Gejala yang muncul akibat dari akromegali adalah kaki dan tangan yang membesar. Selain itu, gejala yang muncul dapat berupa pembesaran pada wajah, bibir, lidah, dan hidung. Selain pembesaran yang terjadi, gejala akromegali lainnya meliputi:

  1. Rambut tubuh menjadi kasar.

  2. Suara menjadi lebih besar dan serak, karena adanya penebalan pita suara dan sinus.

  3. Nyeri pada sendi, biasanya disebabkan oleh arthritis yang dapat mengakibatkan kemampuan gerak menjadi terbatas.

  4. Penyakit jantung.

  5. Penebalan pada kulit.

  6. Tekanan darah tinggi.

  7. Masalah pada saraf terjepit, terutama saraf yang keluar dari tulang belakang.

  8. Sakit kepala.

  9. Banyak berkeringat, serta kulit yang berminyak.

  10. Merasa lemah dan kelelahan.

  11. Kesemutan atau sakit yang terjadi pada jari-jari.

  12. Mendengkur dan nafas yang tersendat ketika tidur.

  13. Adanya masalah pada penglihatan.

  14. Disfungsi ereksi pada pria.

  15. Perubahan siklus menstruasi dan ukuran payudara pada wanita.

Gejala-gejala di atas yang dibiarkan juga dapat mengakibatkan organ penting tubuh, seperti ginjal, hati, limpa, dan jantung menjadi membesar. Kondisi-kondisi tersebut berpotensi membahayakan nyawa.

Baca juga: Awas, Inilah Penyebab Akromegali yang Perlu Diketahui

Faktor Apa Saja yang Dapat Menyebabkan Akromegali?

Akromegali disebabkan oleh kelebihan hormon pertumbuhan. Kelebihan hormon ini juga mengakibatkan perubahan metabolisme lemak dan gula dalam tubuh, sehingga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, diabetes, dan masalah pada jantung. Selain itu, 98 persen terjadinya kasus akromegali disebabkan karena adanya tumor jinak pada kelenjar pituitari yang bernama adenoma. Akromegali juga dapat disebabkan oleh tumor pada bagian tubuh lainnya, seperti otak, pankreas dan paru-paru, tetapi dalam kasus yang jarang terjadi.

Kapan Pengidap Akromegali Disarankan untuk Berobat?

Kamu disarankan untuk berobat jika ada pembengkakan pada tungkai, lemak otot atau paralisis otot, ada bagian bibir, hidung atau lidah yang mulai tumbuh membengkak, jarak antara akar gigi melebar dari gigi normal, penglihatan terganggu, sakit kepala berlebih, nyeri saraf, serta nyeri dada.

Baca juga: Ini 2 Cara Mendiagnosis Akromegali

Jika kamu punya pertanyaan seputar masalah kesehatan, Halodoc bisa jadi solusinya! Kamu bisa diskusi langsung dengan dokter ahli melalui Chat atau Voice/Video Call. Enggak hanya itu, kamu juga bisa membeli obat yang sedang kamu butuhkan. Tanpa perlu repot, pesanan kamu akan diantar ke tempat tujuan dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!