Fakta Kanker Kelenjar Getah Bening, Penyakit yang Diidap Ustadz Arifin Ilham

Fakta Kanker Kelenjar Getah Bening, Penyakit yang Diidap Ustadz Arifin Ilham

Halodoc, Jakarta – Baru saja dikabarkan sembuh dari penyakit kanker kelenjar getah bening stadium 4A, ternyata ustadz Arifin Ilham harus masuk rumah sakit lagi. Penyakit tersebut membuat tubuhnya mengurus, lalu muncul flek-flek hitam pada wajah dan tenggorokan serak.

Dalam terakhir kali kunjungan pengobatan, ustadz Arifin Ilham sudah dinyatakan sembuh oleh dokter. Bahkan, menurut pengakuan ustadz kondang tersebut, dokter yang menanganinya juga terkejut karena durasi kesembuhan yang cepat. Sayangnya, baru-baru ini ustadz Arifin Ilham harus kembali lagi ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan.

Baca juga: Harus Tahu Bedanya Kanker dan Tumor

Lantas, seperti apakah kanker kelenjar getah bening, apa bisa sembuh dan bagaimana pengobatannya?

Kelenjar getah bening adalah organ kecil berbentuk kacang yang memproduksi dan menyimpan sel darah yang membantu melawan penyakit dan infeksi. Kelenjar getah bening membuang limbah sel dan cairan dari getah bening (cairan limfatik), serta  menyimpan limfosit (sel darah putih). Kelenjar getah bening merupakan bagian dari sistem limfatik dan terletak di seluruh tubuh, termasuk leher, ketiak, perut, dan selangkangan.

Pembengkakan kelenjar getah bening tidak selamanya berarti kanker. Pembengkakan ini bisa disebabkan karena infeksi atau penyakit yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh, dan akan menghilang ketika tubuh sudah sembuh.

Pembengkakan kelenjar getah bening adalah tanda bahwa sistem tersebut sedang bekerja keras. Lebih banyak sel kekebalan mungkin ada di sana, dan lebih banyak sampah bisa menumpuk. Pembengkakan biasanya menandakan infeksi dari beberapa jenis, tapi bisa juga dari kondisi, seperti rheumatoid arthritis, lupus, ataupun kanker. Sel-sel kanker akan melakukan perjalanan melalui aliran darah yang berakhir di kelenjar getah bening, atau bahkan memulai benih kanker di kelenjar getah bening tersebut.

Baca juga: Ketahui Perbedaan Tumor Jinak dan Tumor Ganas

Gejala Kanker Kelenjar Getah Bening yang Harus Diwaspadai

Seringkali, pembengkakan kelenjar getah bening akan berada dekat dengan sumber penyakit. Ketika kamu mengalami radang tenggorokan, kelenjar getah bening di leher mungkin membengkak. Perempuan yang punya kanker payudara mungkin mengalami pembengkakan kelenjar getah bening di ketiaknya. Ketika beberapa area kelenjar getah bening membengkak, itu menunjukkan masalahnya ada di seluruh tubuh. Bisa jadi sesuatu, seperti cacar air, HIV, ataupun kanker, seperti leukemia atau limfoma.

Baca juga: Kerja Kantoran Terancam Kena Kanker Paru-Paru

Kelenjar getah bening yang berukuran sekitar 1,5–2 sentimeter lebih besar dari biasanya sudah menunjukkan gejala tak normal. Kelenjar getah bening yang normal teksturnya akan kenyal dan tidak keras dan bisa digerakkan. Begitu juga kulit di atasnya tidak boleh merah, teriritasi, ataupun hangat. Dan pembengkakan akan hilang dalam beberapa minggu. Bila kamu mengalami hal-hal tadi, berarti ada yang salah dengan kelenjar getah beningmu. Apalagi bila diiringi gejala berikut ini:

  1. Badan panas dingin

  2. Penurunan berat badan

  3. Kelelahan (perasaan sangat lelah)

  4. Perut bengkak

  5. Merasa kenyang hanya dengan sedikit makanan

  6. Nyeri atau tekanan di dada

  7. Napas pendek atau batuk

  8. Infeksi yang parah atau sering

  9. Mudah memar atau berdarah

Kanker di kelenjar getah bening bisa jadi karena kamu memang memiliki masalah pada kelenjar getah bening, tapi lebih sering terjadi karena penyebaran dari tempat lain. Setelah mengetahui sumber sel kanker dan seberapa jauh jaraknya dari kelenjar yang membengkak, dokter akan merekomendasikan rencana perawatan. Itu bisa termasuk operasi, radiasi, kemoterapi, ataupun kombinasi perawatan.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai kanker kelenjar getah bening serta bagaimana pengobatan yang tepat, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.