Kanker Langka, Ketahui Penyebab Terkena Neuroblastoma

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Kanker Langka, Ketahui Penyebab Terkena Neuroblastoma

Halodoc, Jakarta - Neuroblastoma adalah kanker yang berkembang dari sel-sel saraf imatur yang ditemukan di beberapa area tubuh. Neuroblastoma paling sering muncul di dalam dan sekitar kelenjar adrenal, yang memiliki kemiripan dengan sel-sel saraf dan duduk di atas ginjal.

Namun, neuroblastoma juga dapat berkembang di daerah lain di perut dan di dada, leher, dan di dekat tulang belakang yang terdapat kelompok sel saraf. Neuroblastoma paling umum menyerang anak-anak usia 5 tahun atau lebih muda, walaupun jarang terjadi pada anak-anak yang lebih besar.

Beberapa bentuk neuroblastoma dapat hilang dengan sendirinya, sementara yang lain mungkin memerlukan beberapa perawatan. Pilihan perawatan neuroblastoma untuk anak akan tergantung pada beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut.

Baca Juga : Rentan Menyerang Anak-Anak, Ini yang Disebut Neuroblastoma

Penyebab Neuroblastoma

Penyebab dari sebagian besar neuroblastoma yang terjadi tidak diketahui. Walau begitu, telah ditemukan perbedaan penting antara sel-sel neuroblastoma dan neuroblast normal, atau bentuk awal sel-sel saraf, dari mana sel tersebut berkembang.

Ditemukan juga perbedaan antara neuroblastoma yang cenderung merespon pengobatan dan yang memiliki prognosis yang buruk. Perbedaan-perbedaan ini kadang-kadang dapat membantu dokter untuk memilih pengobatan terbaik.

Secara umum, kanker dimulai dengan mutasi genetik yang memungkinkan sel-sel normal dan sehat untuk terus tumbuh tanpa menanggapi sinyal untuk berhenti. Sel-sel kanker tumbuh dan berkembang biak di luar kendali, sehingga akumulasi sel abnormal membentuk massa atau tumor.

Neuroblastoma dimulai pada neuroblas, yaitu sel-sel saraf yang belum matang yang janin buat sebagai bagian dari proses perkembangannya. Saat janin matang, neuroblas akhirnya berubah menjadi sel-sel saraf dan serat serta sel-sel yang membentuk kelenjar adrenal. Sebagian besar neuroblas matang saat lahir, meskipun sejumlah kecil neuroblas imatur dapat ditemukan pada bayi baru lahir.

Dalam kebanyakan kasus, neuroblas ini akan matang atau menghilang. Namun, pada kasus yang lain dapat membentuk tumor, sehingga menyebabkan neuroblastoma. Belum jelas hal yang menyebabkan mutasi genetik awal yang mengarah ke neuroblastoma.

Baca Juga : Harus Tahu, Inilah 4 Stadium Neuroblastoma

Gejala Neuroblastoma

Gejala-gejala neuroblastoma yang terjadi dapat bervariasi tergantung pada lokasi kanker tersebut dan seberapa parah telah menyebar. Gejala awal yang terjadi dapat samar dan sulit dikenali, dan dapat dengan mudah disalahartikan sebagai gejala masa kanak-kanak yang lebih umum. Gejala yang umum terjadi pada seseorang yang mengidap neuroblastoma adalah:

  • Perut yang bengkak dan nyeri, terkadang berhubungan dengan konstipasi dan kesulitan buang air kecil.
  • Sesak napas dan kesulitan menelan.
  • Benjolan di leher.
  • Benjolan kebiruan di kulit dan memar, terutama di sekitar mata.
  • Kelemahan di kaki dan jalan yang tidak stabil, dengan mati rasa di tubuh bagian bawah, sembelit, dan kesulitan buang air kecil.
  • Kelelahan, kehilangan energi, kulit pucat, kehilangan nafsu makan, dan penurunan berat badan.
  • Nyeri tulang.

Komplikasi Neuroblastoma

Komplikasi dari kanker pada sel tersebut yang dapat terjadi meliputi:

  1. Penyebaran Kanker (Metastasis)

Neuroblastoma dapat menyebar atau bermetastasis ke bagian lain dari tubuh, seperti kelenjar getah bening, sumsum tulang, hati, kulit, dan tulang.

  1. Kompresi Sumsum Tulang Belakang

Tumor dapat tumbuh dan menekan sumsum tulang belakang, serta menyebabkan kompresi sumsum tulang belakang. Kompresi medula spinalis dapat menyebabkan nyeri dan kelumpuhan.

  1. Gejala yang Disebabkan oleh Sekresi Tumor

Sel-sel neuroblastoma dapat mengeluarkan bahan kimia tertentu yang mengiritasi jaringan normal lainnya, menyebabkan tanda dan gejala yang disebut sindrom paraneoplastik. Satu sindrom paraneoplastik yang jarang terjadi pada orang dengan neuroblastoma menyebabkan gerakan mata yang cepat dan kesulitan koordinasi. Sindrom langka lainnya menyebabkan pembengkakan perut dan diare.

Baca Juga : Ketahui 5 Cara Pengobatan untuk Mengatasi Neuroblastoma

Itulah pembahasan tentang hal yang dapat menjadi penyebab neuroblastoma. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal gangguan tersebut, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya yaitu dengan download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!