• Home
  • /
  • Kanker Otak Bisa Muncul Tanpa Gejala, Benarkah?

Kanker Otak Bisa Muncul Tanpa Gejala, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
kanker-otak-bisa-muncul-tanpa-gejala-benarkah-halodoc

Halodoc, Jakarta – Meski tidak sepopuler jenis kanker lainnya, seperti kanker serviks dan kanker payudara, kanker otak tetap perlu diwaspadai. Bukan tanpa alasan kanker otak dijuluki sebagai silent killer. Pasalnya, penyakit ganas ini memang mematikan secara diam-diam. Kanker otak seringkali baru terdeteksi setelah memasuki stadium lanjut. Namun, benarkah kanker otak bisa muncul tanpa gejala? Simak penjelasannya di bawah ini.

Mengenal Kanker Otak

Kanker otak adalah pertumbuhan sel-sel abnormal (tumor) di otak. Sel-sel kanker yang muncul pada otak bisa bertumbuh dengan tidak terkendali. Mereka dapat menguasai dan mengambil ruang, darah, serta nutrisi dari sel sehat dalam tubuh. 

Ada berbagai jenis tumor otak, yaitu tumor otak yang bersifat non-kanker atau jinak dan tumor otak yang bersifat kanker atau ganas. Tumor otak juga dapat dimulai di otak atau yang disebut juga tumor otak primer atau tumor dapat berasal dari bagian lain dari tubuh yang kemudian menyebar (metastasis) ke otak. Tumor otak tersebut disebut juga tumor otak sekunder.

Baca juga: Hampir Setahun Mengidap Glioblastoma, Agung Hercules Akhirnya Tutup Usia

Penyebab Kanker Otak

Tumor otak primer berasal dari otak itu sendiri atau jaringan yang dekat dengannya, seperti di selaput otak (meninges), saraf kranial, kelenjar pituitari, ataupun kelenjar pineal.

Tumor otak primer dimulai ketika sel-sel normal mengalami kesalahan (mutasi) dalam DNA mereka. Mutasi ini memungkinkan sel untuk tumbuh dan membelah dengan laju yang sangat cepat dan dapat terus hidup ketika sel yang sehat akan mati. Hasilnya adalah terbentuk massa sel abnormal yang disebut tumor. 

Sementara itu, tumor otak sekunder adalah tumor yang berasal dari kanker yang bertumbuh di tempat lain pada tubuh, tetapi kemudian menyebar ke otak. Tumor otak sekunder paling sering terjadi pada orang yang memiliki riwayat kanker. Umumnya, jenis kanker yang dapat menyebar ke otak, antara lain kanker payudara, kanker usus besar, kanker ginjal, kanker paru-paru, dan melanoma.

Pada orang dewasa, tumor otak primer jauh lebih jarang daripada tumor otak sekunder.

Baca juga: Awas, 5 Makanan Ini Bisa Picu Kanker Otak

Gejala Kanker Otak

Kanker otak biasanya menimbulkan gejala-gejala yang dapat terlihat atau terasa langsung oleh si pengidap, seperti sakit kepala, tubuh kejang-kejang, mual dan muntah, serta pandangan kabur. Para ahli medis menyebut kondisi tersebut sebagai gejala peningkatan tekanan dalam otak atau intracranial. Namun memang, gejala kanker otak bisa berkembang lebih lama, sehingga mungkin tidak terlalu terasa oleh pengidap. Selain itu, gejala kanker otak pun juga berbeda-beda, tergantung ukuran, lokasi, dan tingkat pertumbuhan tumor.

Berikut ini gejala-gejala kanker otak secara umum:

  • Sakit kepala yang secara bertahap menjadi lebih sering dan lebih parah. Biasanya, sakit kepala terjadi pada pagi hari.

  • Mual dan muntah tanpa penyebab yang jelas.

  • Masalah penglihatan, seperti penglihatan kabur, penglihatan ganda, ataupun hilangnya penglihatan tepi.

  • Kelemahan otot yang sering terjadi di salah satu sisi tubuh. 

  • Parestesi, yaitu sensasi seperti merasa ditusuk jarum dan kesemutan.

  • Sulit menjaga keseimbangan.

  • Kesulitan berbicara.

  • Kebingungan dalam urusan sehari-hari.

  • Perubahan kepribadian atau perilaku.

  • Kejang, bahkan pada orang yang tidak memiliki riwayat kejang sebelumnya.

  • Masalah pendengaran.

Pada beberapa pengidap, gejala kanker otak mungkin lebih terasa jelas, apalagi bila kanker tumbuh di lobus otak tertentu yang biasanya bertanggung jawab untuk fungsi tubuh.

Baca juga: Kanker Otak Bisa Mengurangi Tingkat Kecerdasan?

Bila kamu mengalami sakit kepala yang berkepanjangan dan disertai kejang, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter, karena bisa jadi itu adalah gejala kanker otak. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa buat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan kamu melalui Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play sebagai teman penolong untuk menjaga kesehatanmu sekeluarga.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Brain Tumor – Symptoms & Causes.