Mengapa Pengidap Kanker Serviks Berisiko Terinfeksi Kanker Anus?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
kanker serviks, virus menyebabkan kanker anus

Halodoc, Jakarta - Kanker serviks merupakan salah satu penyakit mematikan yang dapat menyerang wanita. Orang yang mengalami kanker serviks berpotensi mengalami komplikasi yang muncul akibat pengobatan atau karena stadium kanker serviks yang sudah memasuki stadium lanjut. Perlu kamu waspadai, pengobatan kanker serviks juga berisiko menyebabkan beberapa efek samping dan komplikasi.

Virus yang menyebabkan kanker serviks tidak hanya menginfeksi kulit dan alat kelamin. Virus tersebut juga dapat menyebabkan beberapa penyakit kanker pada pria dan wanita, seperti tumor vagina, kanker penis, kanker anus, hingga kanker tenggorokan. Berikut ini beberapa komplikasi kanker serviks akibat pengobatan yang mungkin terjadi:

1. Menopause Dini

Menopause dini bisa terjadi apabila rahim dan ovarium diangkat melalui operasi, atau dapat juga karena rahim dan ovarium rusak saat menjalani perawatan dengan radioterapi. Gejala yang dapat kamu rasakan jika mengalami komplikasi ini adalah:

  • Miss V terasa kering.

  • Menstruasi berhenti atau tidak teratur.

  • Kehilangan nafsu seksual.

  • Sensasi rasa panas dan berkeringat.

  • Berkeringat berlebihan, meski di malam hari.

  • Kehilangan kemampuan menahan urine, sehingga dapat menyebabkan buang air kecil tanpa disengaja saat batuk dan bersin (inkontinensia urine).

  • Penipisan tulang yang dapat menyebabkan osteoporosis atau tulang rapuh.

Baca juga: Pengaruh Kontrasepsi IUD Terhadap Kanker Serviks

Gejala di atas bisa dikurangi dengan mengonsumsi obat yang merangsang produksi estrogen dan progesteron. Pengobatan ini disebut dengan terapi penggantian hormon.

2. Penyempitan Miss V

Jika kamu mengambil penanganan radioterapi pada kanker serviks, prosedur tersebut dapat menyebabkan Miss V kamu menjadi sempit. Kondisi ini dapat membuat hubungan intim terasa sangat menyakitkan dan sulit dilakukan. Pengobatan bisa dilakukan dengan mengoleskan krim hormon pada Miss V untuk meningkatkan kelembapan, sehingga hubungan intim dapat menjadi lebih mudah.

Vaginal dilator juga bisa digunakan untuk mengatasinya. Ini merupakan alat berbentuk tampon terbuat dari plastik yang membuat jaringan vagina menjadi elastis dan hubungan intim akan terasa lebih nyaman. Sebaiknya kamu memakai vaginal dilator selama lima sampai 10 menit setiap saat secara teratur selama enam bulan hingga satu tahun. Mungkin banyak wanita yang merasa malu membicarakan tentang alat ini. Namun, metode penanganan ini cukup dikenal untuk mengatasi masalah penyempitan Miss V

Baca juga: Intip 3 Gejala Kanker Serviks Sejak Dini

3. Timbul Limfedema

Terjadi pembengkakan yang biasanya timbul pada tangan atau kaki karena sistem limfatik yang terhalang, kondisi ini dinamakan limfedema. Sistem limfatik merupakan bagian penting dari sistem kekebalan dan sistem sirkulasi tubuh. Sistem limfatik mungkin tidak berfungsi dengan normal apabila limfa diangkat dari panggul kamu.

Salah satu fungsi sistem limfatik yaitu membuang cairan berlebih dari dalam jaringan tubuh. Gangguan pada proses ini bisa menyebabkan penumpukan cairan pada jaringan tubuh, yang menyebabkan munculnya pembengkakan.

Pada orang yang mengalami serviks, limfedema biasanya terjadi pada bagian kaki. Untuk mengurangi pembengkakan yang terjadi, kamu dapat melakukan latihan dan teknik pemijatan khusus. Perban atau kain pembalut khusus juga dapat membantu untuk mengatasinya.

Baca juga: Kanker Serviks Bisa Menyebar Ke 6 Bagian Tubuh Ini

Apabila kamu mengalami ketidaknyamanan pada pengobatan kanker serviks yang sedang kamu jalani, cobalah untuk mengkomunikasikannya pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan saran yang tepat. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.