Intip 3 Gejala Kanker Serviks Sejak Dini

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
kanker serviks

Halodoc, Jakarta - Menjadi salah satu penyakit paling berbahaya, terutama untuk wanita, membuat kamu harus mengetahui apa itu kanker serviks berikut segala penyebab dan gejalanya sejak dini. Pasalnya, penyakit satu ini sudah menelan lebih dari delapan ribu jiwa perempuan pada 2015 silam yang ternyata tidak pernah menyadari bahwa dirinya mengidap kanker serviks hingga telah divonis stadium lanjut.

Kanker serviks ditandai dengan tumbuh dan menyebarnya sel kanker pada bagian serviks atau leher rahim yang berfungsi sebagai penghubung antara rahim dengan vagina. Kanker serviks juga dibagi berdasarkan tempat terjadinya, karena serviks sendiri memiliki dua bagian, yaitu endoserviks dan exoserviks. Dari berbagai kasus, kanker serviks exoserviks adalah yang paling sering menyerang wanita.

Penyebab Kanker Serviks

Infeksi virus HPV atau Human Papilloma Virus disinyalir menjadi penyebab utama seorang wanita terserang kanker leher rahim. Pertumbuhannya di bagian serviks membuat sel-sel yang ada di bagian ini tumbuh dan bermutasi secara tidak normal. Penularan HPV sendiri paling banyak terjadi akibat hubungan seksual, baik anal, vaginal, maupun oral.

Pasalnya, kanker serviks stadium awal cenderung tidak menunjukkan gejala. Kondisi inilah yang membuat seorang wanita baru didiagnosis setelah stadium lanjut. Inilah mengapa kamu perlu mengetahui gejala awal kanker serviks agar bisa segera mendapatkan penanganan.

Baca juga: Perlukah Pemeriksaan Kanker Serviks Sebelum Menikah?

Gejala Kanker Serviks

Lalu, apa saja gejala kanker serviks itu? Berikut beberapa di antaranya:

1. Gejala pada Stadium Awal

Hampir tidak dapat ditemukan gejala kanker serviks pada stadium awal, meski sebenarnya sudah tampak gejala-gejala kanker ini pada bagian organ kewanitaan. Oleh karena itu, wanita disarankan untuk rutin melakukan pemeriksaan terkait kesehatan Miss V, seperti pemeriksaan normalitas sel HPV dan vaksin jika diperlukan.

2. Gejala pada Stadium Lanjut

Pada stadium lanjut, sel kanker mulai menyebar dari leher rahim. Biasanya, pada tahap ini, bagian organ kewanitaan akan mengalami perdarahan dan muncul rasa sakit ketika wanita melakukan hubungan intim yang diikuti dengan rasa nyeri pada area sekitar panggul. Wanita yang mengidap kanker serviks setelah mengalami menopause akan kembali mengalami perdarahan seperti ketika haid.

Keputihan menjelang menstruasi adalah kondisi yang wajar terjadi. Namun, ketika keputihan sudah berlebihan, maka kamu perlu hati-hati karena keputihan abnormal juga menjadi gejala dari kanker serviks. Pun ketika kamu mengalami menstruasi dengan siklus yang lebih lama daripada siklus normal.

3. Gejala pada Stadium Akhir

Pada stadium akhir, sel-sel kanker telah menyebar lebih luas ke luar dari leher rahim menuju ke organ dan jaringan tubuh lainnya. Pada tahap inilah kamu bisa melihat perubahan yang begitu jelas pada pengidap, seperti sakit di bagian punggung yang terkadang disertai dengan patah tulang pada salah satu anggota tubuh, mudah lelah, vagina mengeluarkan urine atau feses, nafsu makan berkurang, kaki nyeri dan membengkak, hingga penurunan berat badan.

Baca juga: Pengaruh Kontrasepsi IUD Terhadap Kanker Serviks

Itu tadi gejala kanker serviks berdasarkan tingkat keakutannya yang perlu kamu ketahui. Apabila kamu merasakan adanya perubahan pada salah satu atau beberapa bagian tubuh kamu, jangan dibiarkan. Segera tanyakan pada dokter supaya kamu bisa segera mendapatkan penanganan. Kamu bisa download aplikasi Halodoc dan pilih layanan Tanya Dokter.

Tak hanya tanya jawab dengan pakar profesional, melalui aplikasi Halodoc kamu juga bisa membeli obat, vitamin, dan melakukan cek lab tanpa di mana saja dan kapan saja. Kamu juga bisa memasukkan resep dari dokter ketika ingin membeli obat. Yuk, pakai Halodoc sekarang juga!