• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kapan Keputihan Harus Diperiksakan ke Dokter?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kapan Keputihan Harus Diperiksakan ke Dokter?

Kapan Keputihan Harus Diperiksakan ke Dokter?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 10 Januari 2022
Kapan Keputihan Harus Diperiksakan ke Dokter?

“Setiap wanita perlu mengetahui tanda keputihan yang normal dan tidak. Sebab, keputihan yang abnormal tidak boleh dibiarkan karena bisa menjadi pertanda suatu penyakit. Keputihan abnormal perlu segera diperiksakan ke dokter untuk dicari penyebabnya sehingga bisa segera diobati.”

Halodoc, Jakarta - Keputihan adalah hal normal yang dialami oleh setiap wanita. Meskipun sering dianggap normal, ada pula tanda-tanda keputihan abnormal yang perlu kamu waspadai. Keputihan yang normal ditandai dengan warna lendir yang berwarna putih atau bening, elastis dan tidak berbau busuk. 

Tanda keputihan normal lainnya adalah berwarna putih sedikit kekuningan yang biasanya keluar di awal atau akhir siklus menstruasi. Sedangkan keputihan yang jernih, berair, dan elastis seperti lendir biasanya tanda bahwa kamu sedang mengalami ovulasi. Jika berbeda dengan tanda-tanda tersebut, kamu harus segera waspada.

Lantas, seperti apa tanda keputihan abnormal yang perlu diperiksakan ke dokter? Ini yang perlu kamu ketahui.

Tanda Keputihan yang Perlu Diperiksakan ke Dokter

Keputihan dikategorikan berdasarkan warna dan konsistensinya. Beberapa diantaranya normal, selebihnya dianggap tidak normal. Tanda keputihan yang abnormal dan perlu diperiksakan ke dokter adalah sebagai berikut:

1. Kental Seperti Keju

Salah satu tanda keputihan yang tidak normal adalah jika disertai dengan rasa gatal dan memiliki konsistensi atau tampilan yang kental seperti keju cottage. Keputihan seperti ini memerlukan perawatan karena mungkin merupakan tanda infeksi jamur.

2. Cokelat atau Berdarah

Keputihan yang berwarna cokelat atau berdarah sebenarnya normal apabila keluar di akhir menstruasi. Namun, jika keputihan ini muncul di luar jadwal menstruasi dan kamu baru saja berhubungan intim, bisa jadi ini sebuah tanda kehamilan. Kendati demikian, bercak selama fase awal kehamilan juga bisa menjadi tanda keguguran, sehingga kamu perlu memeriksakan diri ke dokter untuk memastikannya. 

Dalam kasus yang jarang terjadi, keputihan berwarna cokelat atau berdarah bisa menjadi tanda kanker endometrium atau serviks, fibroid, dan pertumbuhan abnormal lainnya. Gejala lain yang harus diwaspadai antara lain demam, sakit di perut, penurunan berat badan, kelelahan, dan peningkatan buang air kecil.  

3. Kuning atau Hijau

Keputihan berwarna kuning atau hijau yang bertekstur kental dan disertai bau yang tidak sedap, bukanlah hal yang normal. Jenis keputihan ini mungkin merupakan tanda infeksi trikomoniasis yang biasanya ditularkan melalui hubungan seksual.

Pengobatan Keputihan Abnormal dan Pencegahannya

Sebelum memilih pengobatan, kamu perlu mencari tahu penyebab keputihan abnormal. Pasalnya, pengobatan keputihan tergantung pada penyebab keputihan yang kamu alami. Misalnya, jika ternyata keputihan disebabkan oleh infeksi jamur, dokter biasanya akan memberikan obat antijamur yang dimasukkan ke dalam vagina dalam bentuk krim atau gel. 

Jika disebabkan oleh bakteri, dokter umumnya akan meresepkan pil atau krim antibiotik. Ada pula beberapa tips yang bisa kamu praktikkan supaya terhindar dari keputihan abnormal, yaitu:

  • Jaga kebersihan vagina dengan rutin membasuhnya secara lembut menggunakan air hangat. 
  • Jangan pernah menggunakan sabun beraroma dan produk feminin atau douche.
  • Usap vagina dari arah depan ke belakang untuk mencegah bakteri masuk ke dalam vagina dan menyebabkan infeksi.
  • Kenakan celana dalam berbahan katun 100 persen, dan hindari pakaian yang terlalu ketat.

Supaya terhindar dari penyakit yang menyebabkan keputihan, kamu mungkin perlu konsumsi vitamin atau suplemen agar daya tahan tubuh tetap terjaga. Segera cek kebutuhan vitamin di toko kesehatan Halodoc. Jangan tunggu sampai sakit untuk minum vitamin, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2022. Everything You Need to Know About Vaginal Discharge.
WebMD. Diakses pada 2022. Vaginal Discharge: What’s Abnormal?
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Vaginal Discharge.