• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kapan Patent Foramen Ovale Perlu Tindakan Bedah Jantung?

Kapan Patent Foramen Ovale Perlu Tindakan Bedah Jantung?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta – Patent Foramen Ovale (PFO) adalah kelainan bawaan jantung di mana foramen ovale tidak menutup setelah bayi lahir. Masalah jantung ini cukup umum terjadi, kira-kira ada 1 dari 4 bayi mengalami PFO.

Mengetahui bahwa kamu atau anak kamu memiliki PFO mungkin dapat membuat khawatir, namun kebanyakan pengidap tidak membutuhkan pengobatan untuk mengatasi kondisi tersebut. Meski begitu, pada beberapa kasus, dokter dapat merekomendasikan untuk melakukan operasi untuk menutup lubang di jantung yang masih terbuka. Berikut ulasannya.

Baca juga: Kulit Membiru, Waspada Bayi Alami Patent Foramen Ovale

Memahami Patent Foramen Ovale

Sudah tahu apa yang dimaksud dengan foramen ovale? Foramen ovale adalah lubang kecil yang terletak di septum, yaitu dinding antara dua ruang atas jantung (atrium). 

Sebelum lahir, paru-paru janin masih belum berfungsi secara normal. Jadi, suplai darah yang kaya akan oksigen diperoleh dari plasenta ibu dan disalurkan ke serambi kanan jantung melalui tali pusat. Foramen ovale memungkinkan darah untuk mengalir dari vena ke sisi kanan jantung janin, dan langsung ke sisi kiri jantung dan diedarkan ke seluruh tubuh.

Foramen ovale biasanya menutup karena tekanan darah di sisi kiri jantung meningkat setelah bayi lahir. Setelah tertutup, darah mengalir ke paru-paru untuk mendapatkan oksigen sebelum masuk ke sisi kiri jantung dan dipompa ke seluruh tubuh. Namun, pada kasus patent foramen ovale (PFO), foramen ovale tidak menutup dengan baik saat lahir, sehingga masih ada lubang di septum. 

Pada kebanyakan kasus, PFO tidak terbuka setiap saat, tapi seperti flap yang terbuka saat ada tekanan yang lebih tinggi dari biasanya di bilik di sisi kanan jantung. Beberapa situasi yang dapat menyebabkan tekanan lebih besar, antara lain mengejan saat buang air besar, batuk, dan bersin. Ketika tekanan menjadi cukup tinggi, darah dapat berpindah dari atrium kanan ke atrium kiri.

Baca juga: Deteksi Patent Foramen Ovale dengan Ekokardiografi

Pengobatan untuk Menangani Patent Foramen Ovale

Bila kamu atau Si Kecil memiliki patent foramen ovale, tapi tidak mengalami gejala atau masalah lain terkait kondisi tersebut, maka pengobatan tidak perlu dilakukan. Namun, dalam keadaan tertentu, dokter menganjurkan agar kamu atau Si Kecil menjalani prosedur untuk menutup PFO.

Bila patent foramen ovale ditemukan saat pemeriksaan ekokardiogram dilakukan, dokter biasanya tidak akan langsung melakukan prosedur untuk menutup pembukaan tersebut. Prosedur untuk menutup PFO bisa dilakukan dalam keadaan tertentu, misalnya untuk mengobati kadar oksigen darah yang rendah terkait PFO.

Dokter mungkin juga merekomendasikan penutupan PFO pada orang yang mengalami stroke berulang, meskipun sudah menjalani terapi medis dan tidak ditemukan penyebab lain. Namun, penutupan PFO untuk mencegah migraine sampai saat ini tidak disarankan. Penutupan PFO untuk mencegah stroke juga masih kontroversial.

Operasi dan Prosedur Lainnya untuk Menutup PFO

Beberapa prosedur yang bisa dilakukan untuk menutup patent foramen ovale, antara lain:

  • Pemasangan Alat Penutup

Dengan menggunakan kateterisasi jantung, dokter dapat memasukkan alat untuk menutup foramen ovale yang masih terbuka. Prosedur ini dilakukan dengan cara menempatkan sebuah alat penutup di ujung kateter (tabung elastis), lalu dengan bantuan pencitraan dari ekokardiogram, dokter memasukkan kateter yang terdapat alat tersebut melalui pembuluh darah selangkangan yang diarahkan langsung ke jantung.  

Meskipun jarang terjadi, komplikasi seperti jantung atau pembuluh darah robek, alat terlepas, atau perkembangan detak jantung tidak teratur bisa terjadi.

  • Operasi

Ahli bedah dapat menutup patent foramen ovale dengan membuat sayatan di area dada untuk membuka akses ke jantung, kemudian menjahit lubang di septum yang terbuka. Tindakan ini biasanya dilakukan bersamaan dengan tindakan lain untuk memperbaiki masalah pada jantung.

Baca juga: Fatal, Ini Komplikasi akibat Patent Foramen Ovale

Itulah penjelasan mengenai kapan tindakan bedah jantung perlu dilakukan untuk menutup patent foramen ovale. Bila kamu ingin mengetahui lebih lanjut seputar PFO, gunakan saja aplikasi Halodoc untuk bertanya pada ahlinya. Melalui Video/Voice Call dan Chat, kamu bisa menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga.

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Patent Foramen Ovale (PFO): Management and Treatment.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Patent foramen ovale.