• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kapan Sebaiknya Gejala Tipes Diperiksakan ke Dokter Spesialis?

Kapan Sebaiknya Gejala Tipes Diperiksakan ke Dokter Spesialis?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Kapan Sebaiknya Gejala Tipes Diperiksakan ke Dokter Spesialis?

Halodoc, Jakarta – Tipes merupakan penyakit saluran pencernaan yang cukup umum di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi yang dapat menyebar ke seluruh tubuh, sehingga mempengaruhi banyak organ. Tipes juga termasuk penyakit yang sangat menular. Pengidap tipes dapat menularkan bakteri melalui tinja atau urinenya.

Nah, apabila tinja dan urine ini tidak sengaja mengontaminasi makanan atau minuman, maka bakteri dapat menular ke orang lain melalui makanan dan minuman tersebut. Tak sedikit orang yang kerap menyepelekan gejala tipes. Padahal, tanpa penanganan yang tepat, tipes dapat menyebabkan komplikasi yang serius dan dapat berakibat fatal.

Baca juga: Banjir Bisa Picu Tifus, Ini Alasannya

Periksakan Diri ke Dokter Jika Mengalami Gejala Berikut!

Gejala tipes terkadang mirip dengan kondisi lain. Hal inilah yang membuat sebagian orang lalai dalam penanganan tipes. Umumnya, tipes diawali dengan demam tinggi, sakit kepala, sakit perut, dan sembelit atau diare. Gejala ini biasanya berkembang 1-2 minggu setelah terinfeksi bakteri Salmonella typhi. Dengan pengobatan, gejala demam tifoid akan cepat membaik dalam waktu 3 sampai 5 hari.

Jika tidak diobati, tipes biasanya akan memburuk selama beberapa minggu dan berisiko menimbulkan komplikasi. Oleh sebab itu, sebaiknya kunjungi dokter spesialis apabila kamu mengalami demam hingga mencapai 40 derajat celcius, sakit kepala, nyeri badan, mual, sakit perut, diare, dan hilangnya nafsu makan. 

Cara Dokter Mendiagnosis Penyakit Tipes

Sebelum melakukan pemeriksaan fisik, biasanya dokter akan bertanya-tanya seputar apa yang kamu rasakan dan riwayat penyakit yang kamu miliki. Setelah itu, untuk memastikan tipes, dokter biasanya akan menyarankan tes kultur menggunakan sampel darah, feses, atau urine. Sampel kemudian akan diperiksa di bawah mikroskop untuk mengetahui keberadaan bakteri tipes. 

Tes kultur adalah tes diagnostik yang paling umum. Namun, ada tes lain yang dapat digunakan untuk memastikan dugaan infeksi demam tifoid, seperti tes untuk mendeteksi antibodi terhadap bakteri tifoid dalam darah atau tes yang memeriksa DNA tifoid dalam darah. 

Baca juga: Cara Tepat Mengobati Tifus di Rumah

Tips Mencegah Tipes

Kini telah tersedia vaksin untuk mencegah infeksi tipes. Vaksin ini biasanya lebih direkomendasikan untuk orang-orang yang tinggal di atau bepergian ke daerah di mana risiko terkena demam tifoid tinggi, seperti lingkungan yang sanitasinya buruk. Tersedia dua bentuk vaksin, yakni dalam bentuk suntikan atau dalam bentuk kapsul. 

Satu diberikan satu kali sedangkan kapsul diminum dua hari sekali. Namun, tentunya tidak ada vaksin yang seratus persen efektif. Keduanya memerlukan imunisasi ulang karena keefektifannya berkurang seiring waktu. Karena vaksin tidak akan memberikan perlindungan lengkap, sebaiknya kamu perlu menerapkan langkah pencegahan berikut:

  • Rutin mencuci tangan. Usahakan untuk rucin mencuci tangan dengan air dan sabun untuk mencegah infeksi bakteri. Pastikan kamu mencuci tangan sebelum makan atau menyiapkan makanan dan setelah menggunakan toilet. Bawalah pembersih tangan berbahan dasar alkohol saat air tidak tersedia.
  • Hindari menggunakan air mentah. Air minum yang terkontaminasi merupakan penyebab utama penyakit tipes. Oleh karena itu, sebaiknya hanya gunakan air yang sudah matang untuk minum, memasak makanan atau menyikat gigi. 
  • Hindari buah dan sayuran mentah. Karena produk mentah mungkin telah dicuci dengan air yang terkontaminasi, hindari buah dan sayuran yang tidak bisa dikupas. Agar benar-benar aman, sebaiknya hindari makanan mentah sama sekali.
  • Konsumsi makanan panas. Hindari makanan yang disimpan atau disajikan pada suhu ruangan. Makanan yang masih panas adalah yang terbaik. 

Baca juga: Tidak Nafsu Makan saat Tifus, Ini Cara Mengatasinya

Selain melakukan tips tersebut, kamu mungkin juga perlu mengonsumsi vitamin dan suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Kalau stok vitamin sudah menipis, segera isi ulang dengan membelinya di toko kesehatan Halodoc. Tidak perlu repot ke apotek, lewat Halodoc beli vitamin tinggal klik, lalu pesanan akan diantar ke tempatmu. 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Typhoid fever.
NHS. Diakses pada 2021. Typhoid fever.