• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Banjir Bisa Picu Tifus, Ini Alasannya

Banjir Bisa Picu Tifus, Ini Alasannya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Musim hujan tiba, tetapi cuaca sedang tidak menentu. Terkadang, satu hari, kamu bisa mendapati cerah hingga terik pada pagi hingga siang hari, dan hujan begitu deras di malam hari. Tingginya curah hujan di beberapa daerah rentan menimbulkan banjir. Tidak habis sampai di situ, banjir yang telah surut menyisakan genangan lumpur dan sampah di dalam rumah. 

Nah, inilah hal yang perlu kamu waspadai. Lumpur dan sampah sisa air limbah yang membanjiri rumah bisa memicu terjadinya berbagai penyakit, salah satunya adalah tifus. Penyakit yang disebut demam tifoid ini terjadi karena paparan bakteri Salmonella typhi. Penularan terjadi melalui kontak langsung dengan feses orang, bisa juga melalui makanan maupun minuman yang telah terkontaminasi. 

Apa Alasan Banjir Bisa Sebabkan Tifus?

Sebenarnya, penyebab utama dari terjadinya tifus adalah kontaminasi bakteri, bisa melalui kotoran, makanan, maupun minuman. Bisa saja, kamu mengonsumsi makanan bersih, tetapi kamu menyentuhnya dengan tangan yang kotor. Hal ini yang kemudian menyebabkan terjadinya penyakit tifus. 

Baca juga: Diagnosis Penyakit Tifus dengan Tes Mikrobiologi, Ini Penjelasannya

Setelah terjadi paparan, gejala yang muncul pertama kali adalah demam. Namun, tifus tidak memiliki gejala khusus, sehingga sering kali disalahartikan sebagai demam berdarah. Meskipun begitu, kamu bisa mengenali perbedaannya. Demam yang mengindikasikan penyakit tifus biasanya terjadi pada sore hingga malam hari di minggu pertama, sementara di pagi hari, demam akan mereda. Lalu, pada minggu kedua, demam kembali tinggi dan berlangsung konstan. 

Selain itu, penyakit tifus bisa dilihat dari sistem pencernaan pengidapnya. Pada penyakit ini, terjadi sembelit, bukan diare. Jika tifus berada pada kondisi yang parah, bisa terjadi BAB berdarah yang disebabkan karena usus pecah. Kondisi ini yang membahayakan dan butuh penanganan segera. 

Baca juga: Rentan Terjadi saat Banjir, Ini 9 Gejala Penyakit Tifus

Jika demam terjadi pada satu dan dua hari saja, obat penurun panas sudah cukup. Namun, jika demam tidak kunjung turun hingga lebih dari tiga hari, sudah saatnya kamu memeriksakan kesehatan ke dokter. Agar penanganan segera dilakukan, kamu bisa pakai aplikasi Halodoc untuk membuat janji dengan dokter di rumah sakit terdekat. Jadi, kamu tidak harus lagi mengantre sesampainya di rumah sakit. 

Pencegahan Penyakit Tifus saat Banjir

Lalu, apa yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit tifus ketika banjir menerpa hunianmu? Tentu saja, memastikan bahwa hunianmu bersih setelah banjir melanda. Ketika membersihkan sisa lumpur dan sampah yang mengendap, pakailah sepatu bot dan sarung tangan, kenakan pula masker untuk melindungi tubuh dari kontaminasi dari udara. 

Nah, setelah kamu membersihkan rumah, kamu harus mencuci tangan sampai bersih. Gunakan sabun ketika mencuci tangan, dan keringkan dengan baik. Kalau ada makanan dan minuman yang ada di sekitarmu dan hendak kamu konsumsi, sebaiknya pastikan makanan dan minuman ini terbungkus dan tertutup rapi, sehingga terhindar dari paparan dan kontaminasi. Bisa jadi, makanan dan minuman ini terkena percikan air sisa banjir yang sedang kamu bersihkan. 

Baca juga: 5 Pengobatan Gejala Tifus yang Perlu Dicoba

Banjir memang identik terjadi ketika musim hujan tiba. Namun, kamu masih bisa kok melakukan tindakan pencegahan. Pastinya dengan memastikan kamu memiliki imunitas tubuh yang kuat dan selalu mencuci tangan sebelum makan dan setelah beraktivitas. 



Referensi: 
WHO. Diakses pada 2020. Flooding and Communicable Diseases Fact Sheet.
Jakarta Post. Diakses pada 2020. Six Common Diseases to Watch out for During Floods.
Healthline. Diakses pada 2020. Typhus.