• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kapan Sebaiknya Pengidap Bipolar Menghubungi Psikiater?

Kapan Sebaiknya Pengidap Bipolar Menghubungi Psikiater?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Kapan Sebaiknya Pengidap Bipolar Menghubungi Psikiater?

Halodoc, Jakarta – Gangguan bipolar atau yang sebelumnya disebut depresi manik adalah kondisi kesehatan mental yang menyebabkan perubahan suasana hati yang ekstrem yang meliputi emosi tinggi (mania atau hipomania) dan rendah (depresi). Setiap orang bisa mengalami suasana hati yang narik turun (mood swing), namun gangguan bipolar berbeda.

Orang dengan gangguan bipolar bisa merasa sangat bahagia dengan tingkat aktivitas yang tinggi pada episode manik. Namun, pada episode depresi, mereka bisa merasa sedih, putus asa, yang dikombinasikan dengan aktivitas yang sangat rendah. Meskipun gangguan bipolar adalah kondisi seumur hidup, namun perawatan dari profesional bisa membantu pengidap mengelola kondisinya tersebut dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Sebaliknya, bila dibiarkan saja, gangguan bipolar bisa membahayakan pengidapnya.

Oleh karena itu, bila ada orang terdekat kamu yang menunjukkan gejala-gejala gangguan bipolar, ketahui kapan sebaiknya menghubungi psikiater. Berikut ulasannya.

Baca juga: Ini 6 Tanda Harus Segera Temui Psikiater

Kenali Gejala Gangguan Bipolar

Gejala gangguan bipolar bisa bervariasi. Pengidap bisa mengalami episode manik, episode depresi, atau episode ‘campuran, yaitu gabungan gejala manik dan depresi. Episode tersebut bisa menyebabkan gejala yang berlangsung selama satu atau dua minggu atau terkadang lebih lama.

Selama suatu episode, gejala bisa berlangsung setiap hari dan hampir sepanjang hari. Episode suasana hati biasanya sangat intens yang ditandai dengan perasaan yang kuat, disertai dengan perubahan perilaku, tingkat energi, atau tingkat aktivitas yang bisa terlihat oleh orang lain. 

Berikut gejala-gejala yang bisa ditunjukkan pengidap bipolar saat sedang mengalami episode manik:

  • Merasa sangat bersemangat, gembira atau sebaliknya, mudah tersinggung atau sensitif.
  • Merasa gelisah, gugup, dan lebih aktif dari biasanya.
  • Memiliki pikiran yang berlomba.
  • Tidur lebih sedikit.
  • Berbicara dengan cepat tentang banyak hal yang berbeda.
  • Memiliki nafsu makan, minum, seks atau aktivitas menyenangkan lainnya yang berlebihan.
  • Berpikir bahwa ia bisa melakukan banyak hal sekaligus tanpa merasa lelah.
  • Merasa bahwa ia luar biasa penting, berbakat atau kuat.

Sedangkan saat mengalami episode depresi, pengidap bipolar bisa menunjukkan gejala-gejala berikut:

  • Merasa sangat sedih atau cemas.
  • Merasa gelisah atau melambat.
  • Kesulitan berkonsentrasi atau membuat keputusan.
  • Kesulitan tidur, bangun terlalu pagi, atau terlalu banyak tidur.
  • Berbicara dengan sangat lambat, merasa tidak ada yang ingin dikatakan, atau sering lupa.
  • Kurang berminat mengerjakan hampir semua aktivitas.
  • Bahkan tidak bisa melakukan hal-hal yang sederhana.
  • Merasa putus asa atau tidak berharga, atau memikirkan tentang kematian atau bunuh diri.

Baca juga: Jangan Berasumsi, Ini Cara Diagnosis Gangguan Bipolar

Kapan Harus ke Psikiater?

Terlepas dari suasana hati yang ekstrem, orang dengan gangguan bipolar sering tidak menyadari betapa ketidakstabilan emosi mereka bisa mengganggu kehidupan mereka dan kehidupan orang-orang yang mereka cintai, sehingga mereka seringkali tidak mencari perawatan yang mereka butuhkan.

Sebagian orang dengan gangguan bipolar mungkin menikmati perasaan euforia dan siklus menjadi lebih produktif. Namun, euforia itu akan selalu diikuti oleh kehancuran emosional yang bisa membuat mereka tertekan, lelah, dan mungkin terlibat dalam masalah keuangan, hukum, atau hubungan.

Jadi, bila kamu atau orang terdekat kamu mengalami episode bipolar akut, baik itu manik, depresi atau campuran, penting untuk segera menemui psikiater. Gangguan bipolar tidak bisa membaik dengan sendirinya. Namun, mendapatkan perawatan dari ahli kesehatan mental yang berpengalaman dalam gangguan bipolar bisa membantu kamu mengendalikan gejala.

Baca juga: Apakah Bipolar Termasuk Gangguan yang Berbahaya?

Bila kamu merasa punya masalah pada kesehatan mental, kamu juga bisa menghubungi psikolog Halodoc untuk membicarakan gejala yang kamu alami. Melalui Video/Voice Call dan Chat, kamu bisa curhat pada ahlinya kapan saja dan di mana saja. Yuk, download aplikasinya di App Store dan Google Play.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Bipolar disorder.
National Institute of Mental Health. Diakses pada 2021. Bipolar Disorder