• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kapan Wanita Butuh Terapi Hormon Estrogen?

Kapan Wanita Butuh Terapi Hormon Estrogen?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Estrogen adalah hormon yang memainkan berbagai peran dalam tubuh wanita. Hormon ini membantu mengembangkan dan mempertahankan sistem reproduksi dan karakteristik wanita, seperti payudara dan rambut kemaluan. Estrogen juga berkontribusi terhadap kesehatan wanita secara keseluruhan, seperti kesehatan tulang, fungsi sistem kardiovaskular, dan proses tubuh penting lainnya.

Ovarium, kelenjar adrenalin, dan jaringan lemak adalah organ-organ yang menghasilkan hormon estrogen. Namun, pada kondisi tertentu, jumlah hormon estrogen menurun, sehingga wanita perlu menjalani terapi hormon estrogen. Lantas, kapan wanita membutuhkan terapi hormon estrogen? Berikut informasi yang perlu diketahui.

Baca juga: Dampak Wanita Alami Kelebihan Hormon Estrogen

Kapan Wanita Butuh Terapi Hormon Estrogen?

Terapi hormon estrogen, sering disebut terapi penggantian hormon (TPH) biasanya dilakukan untuk menyeimbangkan kadar estrogen dan progesteron selama atau mendekati menopause. Melansir dari Medical News Today, TPH bertujuan untuk membantu meringankan keringat, hot flashes, dan gejala menopause lainnya.

Faktanya, terapi ini juga dapat mengurangi risiko osteoporosis pada wanita. Beberapa jenis TPH mengandung progesteron dan estrogen, sementara yang lain hanya mengandung estrogen. 

Manfaat Terapi Hormon Estrogen

Dikutip dari Healthline, berikut ini manfaat terapi hormon estrogen yang perlu wanita ketahui, yaitu:

  1. Meredakan Gejala Menopause

Produksi estrogen alami wanita akan berubah seiring waktu. Ketika mulai pubertas, tubuh wanita menciptakan lebih banyak estrogen dan jumlahnya akan terus naik selama masa subur. Namun, ketika mendekati menopause, kadar estrogen pada wanita akan mulai menurun.

Ketika kadar estrogen menurun, wanita mulai mengalami gejala menopause, seperti hot flashes, vagina kering, panas dingin, sulit tidur, dan produksi keringat berlebih. Nah, terapi hormon bertujuan untuk meringankan gejala-gejala tersebut. 

  1. Memperbaiki Masalah pada Miss V

Estrogen dapat membantu menjaga kesehatan vagina. Ketika kadar estrogen menurun, wanita mungkin mengalami perubahan pada jaringan, lapisan, dan keseimbangan pH vagina yang pada gilirannya dapat menimbulkan beberapa masalah kesehatan vagina, seperti:

  • Kekeringan vagina;
  • Atrofi vulva, yang menyebabkan kekeringan, nyeri, dan inkontinensia urine;
  • Atrophic vaginitis, atau radang jaringan vagina yang sering disebabkan oleh kekeringan dan iritasi pada vagina.

Terapi hormon estrogen sering digunakan untuk membantu mengobati kondisi ini.

Baca juga: 5 Hal yang Perlu Diperhatikan Wanita tentang Menopause

  1. Membantu Menangani Masalah Ovarium

Ovarium bertanggung jawab untuk memproduksi estrogen. Ketika organ ini gagal menghasilkan hormon atau dipengaruhi oleh kondisi lain, terapi hormon mungkin diperlukan. Beberapa masalah ovarium yang perlu ditangani dengan terapi hormon, seperti:

  • Hipogonadisme pada wanita atau penurunan fungsi ovarium;
  • Kegagalan kedua ovarium;
  • Pengangkatan kedua ovarium, atau ooforektomi.

Jika ovarium diangkat, terapi hormon digunakan untuk membantu meringankan gejala menopause dini. Terkadang, rahim dan indung telur juga diangkat. Di dalam dunia medis, pengangkatan rahim dan indung telur disebut histerektomi total.

  1. Melindungi Kesehatan Tulang

Estrogen dapat mencegah pengeroposan tulang setelah menopause. Obat-obatan dapat diresepkan untuk mencegah pengeroposan tulang. Namun, obat-obatan tidak selalu efektif atau efek sampingnya mungkin terlalu parah. Pada kasus tersebut, dokter mungkin  merekomendasikan terapi hormon estrogen untuk mengobati pengeroposan tulang atau osteoporosis.

Baca juga: Sudah Menopause, Apakah Wanita Bisa Hamil?

Jika kamu ingin tahu tentang terapi hormon estrogen lebih mendalam, kamu bisa mendiskusikannya lebih lanjut bersama dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat aplikasi, kamu dapat menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call.

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2020. Everything you need to know about estrogen.
Healthline. Diakses pada 2020. 4 Benefits of Estrogen Therapy.