• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Karyawan Rentan Alami Sindrom Carpal Tunnel, Perhatikan Gejalanya

Karyawan Rentan Alami Sindrom Carpal Tunnel, Perhatikan Gejalanya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Karyawan Rentan Alami Sindrom Carpal Tunnel, Perhatikan Gejalanya

Halodoc, Jakarta – Meskipun pekerjaannya hanya duduk di belakang meja, bukan berarti karyawan kantoran terbebas dari risiko cedera. Karyawan kantoran biasanya bekerja dengan banyak melibatkan tangan untuk melakukan kegiatan yang sifatnya berulang, seperti mengetik.

Kegiatan mengetik yang hampir dilakukan sepanjang hari dan setiap hari bisa membuat karyawan kantoran berisiko tinggi terkena cedera tangan yang bernama sindrom carpal tunnel. Cedera tersebut bisa menyebabkan tangan menjadi mati rasa, kesemutan, atau bahkan melemah. Oleh karena itu, bila kamu seorang karyawan kantoran, penting untuk mewaspadai sindrom carpal tunnel dengan cara mengenali gejalanya di sini.

Baca juga: Perbedaan Cubital Tunnel Syndrome dan Carpal Tunnel Syndrome

Apa Penyebab Sindrom Carpal Tunnel?

Carpal tunnel syndrome (CTS) adalah cedera yang terjadi karena adanya tekanan pada saraf median, saraf yang membentang di sepanjang lengan, melewati bagian di pergelangan tangan yang disebut carpal tunnel, dan berakhir di tangan. Saraf ini memberi sensasi ke sisi telapak ibu jari dan semua jari kamu, kecuali jari kelingking. Saraf ini juga memberikan sinyal saraf untuk menggerakkan otot di sekitar pangkal ibu jari.

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan terjadinya CTS, salah satunya adalah gerakan tangan berulang, seperti mengetik, yang sering dilakukan oleh karyawan kantoran. Biasanya pada karyawan kantoran, CTS terjadi karena cara mengetik yang tidak baik, di mana tangan lebih rendah daripada pergelangan tangan.

Selain gerakan tangan berulang, hal apa pun yang mengiritasi saraf median di ruang carpal tunnel bisa menyebabkan carpal tunnel syndrome (CTS). Fraktur pergelangan tangan juga bisa mempersempit carpal tunnel dan mengiritasi saraf, seperti halnya pembengkakan dan peradangan yang disebabkan oleh rheumatoid arthritis.

Gejala yang Perlu Diperhatikan

Gejala carpal tunnel syndrome biasanya dimulai secara bertahap dan meliputi:

  • Kesemutan atau Mati Rasa

Bila mengalami CTS, kamu akan merasa kesemutan dan mati rasa di jari atau tangan kamu. Biasanya, gejala tersebut terjadi pada ibu jari dan telunjuk, jari tengah atau jari manis, tapi tidak pada jari kelingking. Kamu mungkin akan merasakan sensasi seperti sengatan listrik di jari-jari tersebut.

Sensasi tersebut juga bisa menjalar dari pergelangan tangan ke lengan. Gejala ini sering muncul saat kamu memegang setir, telepon, buku, atau bahkan mungkin membuat kamu terbangun dari tidur.

Banyak orang menggoyang-goyangkan tangan mereka untuk mencoba meredakan gejala tersebut. Namun, perasaan mati rasa bisa menjadi konstan seiring waktu.

  • Kelemahan

CTS juga membuat tangan kamu melemah, sehingga cenderung menjatuhkan benda. Hal itu bisa terjadi karena mati rasa di tangan atau kelemahan pada otot penjepit ibu jari, yang juga dikendalikan oleh saraf median.

Bila kamu mengalami gejala carpal tunnel syndrome tersebut, apalagi sampai mengganggu aktivitas sehari-hari dan juga waktu tidur kamu, segera periksakan diri ke dokter untuk ditangani.

Baca juga: Apa Saja Penyebab Tangan & Kaki Kesemutan? Berikut Jawabannya

Cara Mengatasi CTS

Sebaiknya atasi carpal tunnel syndrome sedini mungkin setelah gejala muncul. Pada tahap awal, kamu bisa melakukan hal-hal sederhana berikut untuk mengatasi CTS:

  • Lebih sering beristirahat untuk mengistirahatkan tangan.
  • Hindari melakukan aktivitas yang bisa memperparah gejala.
  • Aplikasikan kompres dingin untuk mengurangi pembengkakan.

Selain cara-cara di atas, dokter mungkin juga akan merekomendasikan kamu untuk menggunakan belat agar pergelangan tangan kamu tidak bergerak dan untuk mengurangi tekanan pada saraf.

Kamu bisa mengenakannya di malam hari untuk membantu menghilangkan rasa kebas atau kesemutan. Dengan begitu, kamu bisa tidur lebih nyenyak dan mengistirahatkan saraf median.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Ibu Hamil Rentan Terkena CTS

Dokter juga bisa meresepkan kamu obat-obatan untuk mengurangi pembengkakan. Nah, beli obatnya melalui aplikasi Halodoc saja. Tanpa perlu keluar rumah, kamu bisa pesan obat lewat aplikasi dan pesananmu akan diantar dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Carpal tunnel syndrome.
WebMD. Diakses pada 2021. Carpal Tunnel Syndrome.