• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Keamanan dalam Penggunaan Pelumas untuk Kelancaran Bercinta
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Keamanan dalam Penggunaan Pelumas untuk Kelancaran Bercinta

Keamanan dalam Penggunaan Pelumas untuk Kelancaran Bercinta

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 23 Juni 2022

“Banyak orang yang bertanya tentang keamanan dari penggunaan pelumas. Ketahui selengkapnya terkait hal tersebut di sini!"

Keamanan dalam Penggunaan Pelumas untuk Kelancaran Bercinta

Halodoc, Jakarta – Setiap pasangan ingin momen bermesraan berjalan dengan sempurna tanpa ada satu kendala berarti. Namun, terkadang, masalah bisa saja terjadi, salah satunya adalah vagina yang hanya menghasilkan cairan lubrikan yang sedikit bahkan tidak ada sama sekali.

Beberapa pasangan mengakalinya dengan penggunaan pelumas. Namun, amankah penggunaan alat bantu ini saat bercinta? Untuk mengetahui jawabannya, baca di sini!

Keamanan dalam Penggunaan Pelumas saat Berhubungan Intim

Faktanya, organ intim pada wanita dapat memproduksi cairan lubrikan alami apabila mendapat rangsangan yang cukup sebelum penetrasi dilakukan. Namun, beberapa wanita kesulitan untuk menghasilkan cairan ini dan membuat bagian vagina kering. Tentunya, hal ini membuat rasa tidak nyaman atau bahkan nyeri saat penetrasi dilakukan.

Faktanya, ada beberapa faktor yang dapat membuat vagina menjadi kering, yaitu:

  • Faktor usia yang sudah tidak muda lagi.
  • Kurangnya rangsangan pada saat foreplay.
  • Alami perasaan stres dan cemas.
  • Penurunan kadar hormon estrogen.
  • Kebiasaan membersihkan organ intim dengan sabun pembersih kewanitaan.

Lalu, penggunaan pelumas apa saja yang cocok diaplikasikan setiap melakukan hubungan intim?

Pelumas sangat baik digunakan pada saat vagina kering agar memudahkan penetrasi dan mengurangi rasa tidak nyaman dan nyeri. Maka dari itu, kamu juga perlu tahu jenis pelumas apa saja yang tersedia dan kelebihan serta kekurangannya untuk berhubungan seks. Berikut ulasannya:

  • Berbahan Dasar Air 

Pelumas ini berbentuk seperti gel yang bening. Namun, penggunaannya lebih cepat kering setelah diserap kulit, sehingga perlu lebih sering diaplikasikan selama penetrasi dilakukan. Oleskan pelumas ini pada permukaan vagina atau penis pasangan agar penetrasi lebih mudah untuk dilakukan.

  • Berbahan Dasar Silikon

Pelumas ini berbentuk seperti gel karena menggunakan silikon sebagai bahan dasarnya. Bedanya dengan bahan dasar air, pelumas ini tidak mudah diserap kulit sehingga mampu bertahan lebih lama serta menimbulkan sensasi tertentu pada kulit.

  • Pelumas Minyak

Kamu juga bisa lho menggunakan pelumas dengan bahan dasar minyak, seperti baby oil, minyak kelapa, dan minyak zaitun. Penggunaan pelumas ini tidak direkomendasikan digunakan bersamaan dengan kondom. Sebab, ada potensi untuk merusak, melubangi, dan bahkan mengurangi elastisitas dari kondom.

Cara Penggunaan Pelumas yang Aman

Perlu dipahami jika penggunaan pelumas untuk berhubungan intim terbilang aman dan tidak berisiko besar. Namun, penggunaan alat bantu ini dapat memberikan efek samping pada beberapa orang, seperti alergi atau membunuh bakteri baik pada vagina. Agar hal tersebut tidak terjadi, ketahui beberapa tips yang perlu dilakukan terkait penggunaan pelumas:

Menggunakan pelumas untuk bercinta terbilang aman dan tidak terlalu berisiko. Namun, menggunakan pelumas juga dapat memberikan efek samping, yaitu menyebabkan alergi dan membunuh bakteri baik yang terdapat di dalam vagina. Untuk meminimalisir dampak buruk dari penggunaan pelumas, berikut tips-tipsnya:

  • Hindari pelumas yang mengandung gliserol, yaitu berisi wewangian dan memiliki rasa-rasa tertentu. Hal ini dapat menyebabkan infeksi jamur serta membuat vagina menjadi kering.
  • Perhatikan dan ikuti label kemasan untuk mengetahui cara penggunaan pelumas yang tepat.
  • Pilih pelumas dengan bahan dasar alami dan hindari yang mengandung paraben karena dapat memicu kanker.
  • Hentikan pemakaian jika terasa tidak nyaman atau timbul alergi setelah penggunaannya.
  • Bersihkan vagina untuk menghilangkan sisa cairan pelumas setelahnya.

Itulah pembahasan mengenai penggunaan pelumas yang perlu dipahami. Kamu perlu memilih pelumas yang cocok, entah itu yang berbahan dasar air, silikon, atau minyak. Jika setelah penggunaannya mengalami alergi, cobalah untuk memeriksakannya ke dokter.

Nah, kamu bisa juga lho menggunakan fitur tanya dokter pada aplikasi Halodoc untuk mendapatkan jawaban terkait pelumas yang paling baik untuk digunakan. Dengan download aplikasi Halodoc, segala kemudahan dalam akses kesehatan bisa dilakukan melalui genggaman tangan. Maka dari itu, gunakan aplikasinya di smartphone kamu sekarang juga!

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2022. What to know about vaginal lubrication.
Live Healthily. Diakses pada 2022. 6 of the best lubricants for sex.