22 February 2019

Kecanduan atau Ketergantungan Obat? Ketahui Lewat Cek Ketergantungan Obat

Cek Ketergantungan Obat, kecanduan obat

Halodoc, Jakarta - Untuk mengetahui apakah kamu mengalami ketergantungan obat, perlu dilakukan pengecekan. Cek ketergantungan obat dilakukan dengan evaluasi menyeluruh yang melibatkan dokter, psikiater, dan psikolog. Jika obat yang membuat ketergantungan adalah narkotika, biasanya diperlukan pemeriksaan dari Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO).

Tes darah, urine, atau tes laboratorium lainnya, merupakan serangkaian tes yang harus dijalani untuk mendiagnosis adanya penggunaan obat. Tes-tes tersebut bukanlah tes diagnostik untuk ketergantungan obat. Namun, tes itu dapat digunakan untuk memantau perawatan dan pemulihan.

Dalam mendiagnosis gangguan ketergantungan obat, sebagian besar profesional kesehatan mental menggunakan kriteria dalam Diagnostik dan Statistik Manual Gangguan Mental (DSM-5), yang diterbitkan oleh American Psychiatric Association.

Baca juga: Ini Beda Kecanduan dan Ketergantungan Obat

Setelah kamu benar-benar diduga mengalami ketergantungan obat, maka langkah selanjutnya adalah melakukan serangkaian terapi. Sebab, hingga saat ini, sebenarnya belum ada obat yang dapat digunakan untuk mengatasi kecanduan atau ketergantungan obat. Penanganan terhadap ketergantungan obat biasanya akan tergantung pada obat yang digunakan, serta gangguan medis atau mental yang mungkin dimiliki.

Umumnya, terdapat beberapa langkah terapi atau penanganan yang dapat dilakukan untuk pengidap ketergantungan obat, di antaranya adalah:

  1. Detoksifikasi

Pertama-tama yang harus dilakukan dalam penanganan ketergantungan obat adalah detoksifikasi. Langkah ini dilakukan untuk memungkinkan pengidap berhenti mengonsumsi obat secepat dan seaman mungkin. Selama menjalani proses detoks, beberapa orang ada yang dapat melakukanya secara mandiri, dan sebagian lainnya ada yang perlu dirawat inap, tergantung tingkat keparahan ketergantungan yang dialami.

Proses detoksifikasi dilakukan dengan cara menghentikan penggunaan obat yang membuat ketergantungan. Proses ini dilakukan secara bertahap dengan mengurangi dosis, atau mengganti sementara dengan obat lain yang sejenis, tetapi yang dosisnya lebih rendah.

Baca juga: Ketergantungan Narkoba adalah Penyakit, Masa Sih?

  1. Terapi Perilaku

Sebagai bagian dari program perawatan ketergantungan obat, terapi perilaku (suatu bentuk psikoterapi), dapat dilakukan oleh psikolog atau psikiater. Terapi ini dilakukan untuk:

  • Membantu mengembangkan cara-cara untuk mengatasi hasrat mengonsumsi obat.

  • Menyarankan strategi untuk menghindari obat dan mencegah kekambuhan.

  • Memberi saran bagaimana menangani kekambuhan.

Perlu diketahui bahwa untuk menghentikan konsumsi zat secara sepenuhnya dapat membuat seseorang mengalami withdrawal symptoms atau efek lepas obat. Selain cara-cara di atas, cara yang paling penting adalah mengurangi dosis secara perlahan. Namun, hal ini pun bergantung pada jenis obat yang digunakan. Beberapa zat dapat memiliki dampak negatif yang cukup berbahaya dan harus segera dihentikan, serta beberapa zat lainnya dapat dihentikan secara perlahan.

Untuk menghindari ketergantungan obat, juga dibutuhkan keinginan untuk menghentingkan pemakaiannya.  Di samping itu, rasa kecemasan yang dapat muncul juga harus dicegah saat tidak menggunakan obat tersebut.

Baca juga: Ketergantungan Krim Dokter, Begini Cara Menghentikannya

Kamu pun sebenarnya dapat mencegah ketergantungan obat dengan beberapa cara, seperti:

  • Apabila kamu minum obat berdasarkan resep dokter, patuhilah sesuai petunjuk penggunaan obat yang dianjurkan. Jangan mencampur konsumsi obat dengan obat jenis lain tanpa berkonsultasi lebih dulu pada dokter.

  • Jika kamu merasakan hasrat untuk mengonsumsi obat dengan jenis tertentu dalam dosis banyak, sebaiknya kamu menghubungi dokter untuk mendapatkan saran lebih lanjut. Tindakan tersebut lebih  baik dibanding kamu mengambil keputusan sendiri.

Saran dari dokter bisa lho kamu dapatkan melalui aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.