Kekurangan Nutrisi Sebabkan Gangguan Imunodefisiensi

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
imunodefisiensi

Halodoc, Jakarta - Istilah gangguan imunodefisiensi merupakan kondisi yang akan membuat tubuh tidak dapat memiliki kekebalan tubuh untuk melindungi diri dari bakteri, parasit, dan virus. Gangguan imunodefisiensi sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

  1. Gangguan imunodefisiensi primer, yaitu gangguan sistem imun yang sudah ada sejak lahir. Gangguan jenis ini merupakan gangguan bawaan yang diwariskan dari orangtua.

  2. Gangguan imunodefisiensi sekunder, yaitu gangguan sistem imun yang muncul seiring dengan pertumbuhannya. Gangguan jenis ini merupakan gangguan yang disebabkan oleh semua hal atau penyakit yang dapat melemahkan sistem imun tubuh.

Gangguan imunodefisiensi akan membuat tubuh tidak dapat melawan infeksi dan penyakit yang datang, sehingga tubuh akan lebih cepat terinfeksi virus atau bakteri. Apakah gangguan imunodefisiensi dapat disebabkan oleh kekurangan nutrisi?

Baca juga: Penanganan untuk Gangguan Imunodefisiensi

Kekurangan Nutrisi Sebabkan Gangguan Imunodefisiensi, Benarkah?

Kekurangan nutrisi memang dapat menyebabkan gangguan imunodefisiensi jenis sekunder. Kondisi ini bisa saja terjadi seiring dengan pertumbuhan pengidapnya. Kekurangan nutrisi sendiri dapat dipengaruhi oleh beberapa kondisi, seperti:

  • Gemar mengonsumsi minuman beralkohol.

  • Melakukan diet yang tidak sehat.

  • Seseorang yang tumbuh di bawah garis kemiskinan, sehingga kebutuhan akan gizinya tidak terpenuhi.

  • Mengalami gangguan pencernaan, sehingga vitamin, mineral dan kandungan baik dalam makanan tidak dapat dicerna dengan baik.

  • Kurang mengonsumsi karbohidrat dan yodium.

Tak hanya kekurangan nutrisi, gangguan imunodefisiensi sekunder juga dapat terjadi karena beberapa faktor pemicu berikut ini:

  • Tidak melakukan olahraga. Padahal, olahraga sendiri dapat meningkatkan sel pembunuh patogen alami dan sel darah putih, sehingga sistem kekebalan tubuh tetap terjaga.

  • Mengidap penyakit autoimun, seperti AIDS. Penyakit ini akan muncul ketika sistem imunitas tubuh telah rusak.

  • Mengidap tuberkulosis diseminata, yang bisa disebut juga dengan tuberkulosis milier. Penyakit ini dapat menyerang berbagai macam sistem organ dalam tubuh.

  • Mengidap kanker sel darah dan sumsum tulang.

  • Pernah melakukan prosedur splenektomi, yaitu prosedur pengangkatan limpa karena penyakit tertentu.

  • Mengonsumsi berbagai jenis obat-obatan yang dapat memengaruhi sistem kerja imun dalam tubuh.

Kamu memiliki serangkaian faktor pemicu terjadinya gangguan imunodefisiensi sekunder? Silahkan periksakan diri di rumah sakit terdekat, ya! Gangguan imunodefisiensi bukanlah suatu penyakit yang bisa disepelekan, karena melemahnya sistem imun akan membuat tubuh terserang berbagai macam penyakit.

Baca juga: Ini yang Dimaksud dengan Gangguan Imunodefisiensi

Ketika Gangguan Imunodefisiensi Muncul, Apa Gejalanya?

Rentannya tubuh terserang infeksi atau penyakit merupakan gejala utama yang muncul pada pengidap gangguan imunodefisiensi. Kondisi ini akan ditandai dengan munculnya serangkaian masalah kesehatan, seperti:

  • Pilek.

  • Diare.

  • Infeksi sinus.

  • Infeksi jamur.

  • Pneumonia.

Gejala biasanya akan sembuh seiring dengan berjalannya waktu. Jika tidak, kamu akan memerlukan serangkaian tes gangguan imunodefisiensi guna mengobati infeksi yang masih aktif, serta mencegah terjadinya infeksi atau penyakit lain.

Baca juga: 5 Penyebab Seseorang Alami Gangguan imunodefisiensi

Berikut Langkah Pencegahan yang Harus Dilakukan

Gangguan imunodefisiensi dapat dengan mudah kamu hindari jika melakukan langkah berikut ini:

  • Konsumsi makanan sehat bergizi seimbang guna mencegah gangguan imunodefisiensi yang disebabkan oleh kurangnya nutrisi dalam tubuh.

  • Melakukan hubungan seksual dengan aman guna menghindari penularan penyakit seksual, seperti HIV/AIDS yang bekerja dengan melemahkan sistem imun tubuh.

Jangan lupa untuk berolahraga dengan teratur, agar sistem kekebalan tubuh terjaga dengan baik. Dengan kekebalan tubuh yang terjaga dengan baik, kualitas hidup seseorang akan ikut meningkat.

Referensi:
Medline Plus. Diakses pada 2019. Immunodeficiency Disorders.
Healthline. Diakses pada 2019. Immunodeficiency Disorders.