Kelelahan Ekstrem dan Muncul Ruam, Benarkah Gejala Lupus?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Lupus merupakan gangguan yang dialami seumur hidup. Sel kekebalan yang menyerang jaringan sehat dalam tubuh ini menyebabkan peradangan dan kerusakan jaringan. Gejala yang sering tampak mungkin terbatas muncul ruam pada kulit, tetapi sebenarnya lupus lebih sering menyebabkan masalah internal seperti kelelahan ekstrem dan nyeri sendi. Dalam kasus yang parah, lupus juga dapat merusak jantung, ginjal, dan organ vital lainnya. Meskipun belum ada obat spesifik, ada perawatan yang dapat meminimalisir kerusakan jaringan.

Ada beberapa jenis lupus dan setiap kasus berbeda. Gejala yang mungkin berkembang dengan cepat pun akan berbeda. Gejala bisa terjadi dengan cepat ataupun muncul perlahan. Beberapa lupus bisa ringan, tapi ada juga yang parah.

Gejala lupus yang paling umum terlihat yaitu munculnya ruam berbentuk kupu-kupu di pipi dan pangkal hidung. Masalah kulit umum lainnya termasuk kepekaan terhadap sinar matahari dengan bintik-bintik merah atau bersisik, ruam ungu pada berbagai bagian tubuh, termasuk wajah, leher, dan lengan. Beberapa orang juga memiliki luka di mulut dan di pinggir-pinggir kuku.

Baca juga: Ini Jenis-Jenis Lupus yang Perlu Diketahui

Kelelahan Ekstrem, Gejala yang Tidak Terlihat

Gejala lupus yang sering tidak terlihat, tetapi sangat dirasakan adalah kelelahan. Faktanya, sebagian pengidap lupus kelelahan pada waktu-waktu tertentu. Sering kali orang dengan lupus akan pingsan saking kelelahan. 

Belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan kelelahan pada lupus. Beberapa orang mungkin disebabkan oleh fibromyalgia, suatu sindrom nyeri otot yang meluas dan kelelahan. Sekitar sepertiga dari pengidap lupus mengalami fibromyalgia. 

Pada kasus lain, kelelahan juga dapat disebabkan oleh kondisi seperti anemia atau depresi. Kelelahan juga bisa menjadi efek samping dari pengobatan. Jika kelelahan menghalangi kegiatan kamu, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan energi:

1. Obati Kondisi Dasar yang Menyebabkan Kelelahan

Kelelahan pada lupus terkadang disebabkan oleh masalah medis, seperti anemia, fibromyalgia, depresi, atau masalah ginjal atau tiroid. Dalam beberapa kasus, itu bisa menjadi efek samping dari pengobatan. Seseorang dapat mengobati kelelahan dengan mengobati kondisinya. Mintalah dokter melalui aplikasi Halodoc untuk memeriksa apakah kelelahan yang kamu alami terkait dengan kondisi lain. 

Baca juga: Akhirnya, Penyebab Penyakit Lupus Kini Terungkap

2. Lakukan Olahraga untuk Meningkatkan Energi

Meskipun berolahraga mungkin adalah hal terakhir yang dapat dilakukan, berolahraga sebenarnya dapat meningkatkan energi orang dengan lupus. Sangat baik untuk melakukan sebanyak mungkin olahraga yang bisa kamu toleransi. Sesederhana berjalan cepat, juga bisa kamu lakukan di sekitar rumah.

Jika kamu punya lebih banyak waktu, olahraga juga bisa dilakukan di gym dengan bantuan instruktur. Kamu dapat menggunakan treadmill untuk berjalan cepat, dan melakukannya selama beberapa menit setiap hari. Kamu juga boleh bersepeda di siang hari atau mengikuti kelas-kelas olahraga yang kamu senangi dan masih dapat ditoleransi kapasitasnya. Hal ini memiliki dampaknya baik untuk mengatasi kelelahan yang dialami orang dengan lupus.

3. Cukup Istirahat

Setelah berolahraga, pastikan tubuh mendapatkan cukup istirahat. Kebanyakan orang melakukan istirahat terbaik dengan setidaknya 7 hingga delapan jam untuk tidur setiap malam. Jika kamu mengalami lupus, mungkin juga memerlukan tidur siang dan lebih banyak tidur. 

Bagi pengidap lupus, sangat penting untuk mengembangkan kebiasaan tidur yang baik. Ini benar-benar dapat membuat perbedaan tidur nyenyak dan tidak nyenyak. Luangkan pula waktu untuk bersantai sebelum tidur. 

Kamu bisa mandi air hangat sebelum tidur untuk membantu merilekskan tubuh. Hindari alkohol dan makanan yang mengandung kafein setelah makan malam. Hindari juga menonton TV atau melihat layar smartphone sebelum tidur, karena kegiatan ini bisa mengganggu kualitas tidur. 

Baca juga: 10 Fakta Tentang Lupus yang Perlu Diketahui

Referensi:

WebMD. Diakses pada 2019. Lupus Symptoms.

WebMD. Diakses pada 2019. Fighting Lupus Fatigue