Kematian Bayi Mendadak, Benarkah SIDS Tidak Bisa Dicegah?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Kematian Bayi Mendadak, Benarkah SIDS Tidak Bisa Dicegah?

Halodoc, Jakarta - Setelah melahirkan Si Kecil dan diperbolehkan membawanya pulang, ibu dan ayah pasti tidak ingin terpisah dengannya, apalagi jika sang buah hati adalah anak pertama di keluarga dan sedang dalam kondisi yang begitu menggemaskan. Tidak jarang pula ibu dan ayah memutuskan untuk tidur bersama dengan Si Kecil agar tidak ada momen bersama yang terlewat. Namun, jangan salah, tidur bersama ketika anak belum genap berusia 1 tahun bisa meningkatkan risiko terjadinya kematian mendadak atau sudden infant death syndrome (SIDS).

SIDS mengarah kematian pada bayi yang terjadi secara mendadak, biasanya lebih sering terjadi pada bayi yang masih berusia di bawah 1 tahun. Ibu dan ayah perlu tahu, hingga usianya menginjak 6 bulan, seharusnya bayi tidak diperbolehkan untuk tidur bersama dengan orangtuanya dalam satu ranjang yang sama. Boleh saja tidur dalam satu kamar, asalkan di ranjang terpisah. 

Benarkah SIDS pada Bayi Tidak Bisa Dicegah?

Masalah kematian mendadak pada bayi ini sudah bukan lagi menjadi berita baru. Namun, sayangnya, kebanyakan dari kasus ini terjadi karena keinginan orangtua untuk tidur bersama dengan anak mereka yang masih belum genap 1 tahun di ranjang yang sama. Lantas, bisakah SIDS pada bayi ini dicegah?

Baca juga: Inilah Alasan SIDS Lebih Rentan Menyerang Bayi Berusia di atas 6 Bulan

Tentu saja bisa. Pastinya, ibu dan ayah tidak boleh melakukan berbagai hal yang menjadi pemicu terjadinya SIDS pada bayi. Setelah ibu selesai memberikan ASI pada Si kecil, pindahkan segera anak ke tempat tidurnya sendiri. Ibu bisa meletakkan boks bayi Si Kecil di satu kamar yang sama untuk memudahkan pengawasan. 

Memisahkan tempat tidur bayi dengan ranjang ibu dan ayah akan lebih baik lagi dilakukan apabila, baik ibu maupun ayah atau salah satu dari orangtua memiliki kebiasaan buruk, seperti mengonsumsi alkohol, stres, merokok, atau kelelahan karena terlalu padat menjalani aktivitas. Ibu dan ayah pun perlu tahu bahwa risiko terjadinya SIDS pada bayi akan semakin tinggi apabila bayi dilahirkan prematur

Baca juga: SIDS Rentan Menyerang Bayi, Ini Alasannya

Selanjutnya, posisikan bayi telentang ketika hendak menidurkannya. Apabila ia mengubah posisinya menjadi miring atau tengkurap, ibu dan ayah harus segera memperbaikinya agar ia kembali telentang. Mungkin ibu juga bisa menyiapkan dot apabila bayi mengalami kesulitan tidur. Pasalnya, bisa jadi ia lapar, sehingga menjadi lebih rewel daripada biasanya. Tidak boleh lupa, selalu pastikan ibu dan ayah selalu memberikan perhatian lebih pada sang buah hati, terutama pada bulan pertama kehidupannya. 

Berbagai Faktor yang Meningkatkan Risiko Terjadinya SIDS pada Bayi

Tahukah ibu dan ayah jika tidur bersama dengan sang buah hati pada satu ranjang yang sama bukan menjadi faktor tunggal meningkatnya risiko SIDS pada bayi? Ya, masih ada banyak hal lainnya yang turut berisiko terjadinya SIDS, salah satunya termasuk penggunaan baby bouncer. Masalahnya, kondisi ini tidak selalu bisa diprediksi karena tidak adanya gejala awal terjadinya SIDS. 

Lantas, mengapa tidur bersama dengan bayi di satu ranjang bersama orangtuanya ketika usianya belum genap 1 tahun terbilang sangat berbahaya? Saat sedang terlelap, ibu dan ayah tidak akan menyadari segala gerakan yang mungkin terjadi. Bisa saja, ibu dan ayah bergeser, membalik badan, atau menimpa tubuh Si Kecil yang berisiko menghimpit, menggeser, bahkan menjepit sang buah hati. 

Baca juga: SIDS pada Bayi Bisa Terjadi Tanpa Penyakit

Posisi bayi kala tidur pun sangat berpengaruh. Bayi yang tidur dalam posisi miring atau bahkan tengkurap lebih berisiko mengalami SIDS. Pasalnya, ketika dalam posisi tengkurap, saluran pernapasannya akan tertekan dan membuatnya menjadi sulit bernapas, sehingga suplai oksigen ke dalam tubuhnya pun akan berkurang. 

Jadi, alangkah lebih baik jika ibu dan ayah tetap tidur terpisah dengan sang buah hati hingga usianya genap 1 tahun. Jangan lupa, ibu pun harus selalu rutin memeriksa kondisi kehamilan ketika masih memasuki masa hamil, karena SIDS pun sangat berisiko terjadi pada ibu hamil dengan usia muda dan tidak rutin mengecek kandungan ke dokter. Sebenarnya, sekarang tidak lagi sulit kok, ibu hanya perlu pakai aplikasi Halodoc dan membuat janji dengan dokter kandungan di rumah sakit terdekat. 

Referensi: 
Medicine Net. Diakses pada 2019. SIDS - Risk Factors and Prevention.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Sudden Infant Death Syndrome (SIDS).
WebMD. Diakses pada 2019. Sudden Infant Death Syndrome (SIDS).